Bertemu Lagi Denganmu

Bab 66 Bagaimana Rasa Dipukul

Bab 66 Bagaimana Rasa Dipukul

Mungkin karena sudah merasakan keberadaan Friska, Matteo menoleh, dan melihat Friska.

Di depan pintu, dia berdiri di sana berlawanan dengan arah angin yang dingin, matanya yang memerah dan dipenuhi dengan air mata melihat ke Matteo.

Angin dingin berhembus, meniup rambutnya yang acak-acak, menampakkan pipi merah yang bengkak itu.

Dia dingin sampai seluruh tubuhnya gemetaran, air matanya menyelimuti matanya, hampir terjatuh, tetapi dia paksa untuk telan kembali.

"Sini, ke sini????"

Matteo melambaikan tangannya ke Friska.

Friska terbingung lama, akhirnya, dia baru melangkahkan kakinya yang kaku, langkah demi langkah, dia berjalan ke arah Matteo.

Sebenarnya dia agak takut.

Friska takut bahwa Matteo akan seperti adiknya sendiri, memberitahunya bahwa, dia kecewa pada Friska; dan takut juga bahwa dia akan seperti polisi yang akan membujuknya untuk mengakui kesalahannya????

Friska berpikiran seperti ini, hatinya sakit seperti akan meledak setiap saat, sakit seperti dirobek, membawa perasaan dingin yang menusuk, mengalir ke seluruh tubuhnya.

Jarak untuk mendekatinya semakin sedikit, dan semakin kaku.

Tiba-tiba, tangan besar yang hangat itu, menggenggam tangan kecil yang dingin gemetaran itu, dan menyimpannya ke dalam telapak tangan Matteo yang besar.

Dan tangan yang lain, mengangkat muka merah yang membengkak itu, Matteo menunduk, dengan tatapan yang marah melihat Friska.

Seperti, Friska dapat melihat pandangan yang ada di mata Matteo adalah sakit hati/kasih sayang.

Dia menarik kembali pandangan yang hitam, mengerutkan dahinya, "Siapa yang pukul?"

Dia bertanya kepada Friska, nadanya sangat lembut, tetapi juga dingin bagaikan pisau es, bisa membuat seseorang meninggal.

Friska menarik nafas, ingin menangis.

Air matanya keluar dari bingkai matanya lagi, dengan ekspresi yang sedih, membuat Matteo merasa kesakitan.

"Siapa yang pukul!!"

Dia menoleh, berteriak kepada polisi yang sedang bertugas, sepasang tatapan yang dingin menusuk orang itu, ada warna merah tua di bawah matanya menunjukkan kemarahan yang tidak tertahankan di tubuhnya saat ini.

"Rarya."

Polisi yang bertugas itu terkejut, berkata dengan getar, "Tuan Matteo, dia???? dia malam ini tidak bertugas."

Matteo tidak berkata apapun, melekatkan bibirnya yang tipis, dan membentuk satu garis, tatapannya dingin, terjatuh pada polis yang sedang bertugas itu, membuat seluruh tubuhnya tidak enak, keringatnya yang besar seperti kacang keluar dari dahinya.

"Akan aku hubungi dia sekarang, sebentar ya Tuan Matteo, sebentar ????."

Lalu, dia mendengarkan suara polisi itu yang sedang menghubungi Rarya.

segera ke kantor

kamu bocah sudah dalam bencana besar! Malam ini kalau kamu tidak datang, lain kali jangan pikir untuk dapat ke

kesalahan kepada tuan muda walikota kota S, aku

berbicara, "Boom------" setelah suara itu dia

tunggu sebentar ya,

sangat murung, dia tidak memedulikan polisi itu, dan menoleh ke belakang, pandangannya terjatuh pada wajah Friska yang

"Sakit,

Matteo, semuanya

kelemahannya, tetapi, menghadapi perpisahan seperti ini, fakta yang sudah dibolak-balikan, jika dia bilang dia sangat

untuknya, sebagai seorang perempuan, dia

pinggangnya yang ramping, dan menarik ke

membelai telinga belakangnya, "Jangan nangis dulu, kamu akan lebih perih jika air matamu melewati lukanya, tunggu ini sudah

"????"

memerah, air matanya jatuh bercucuran ??ba ta

yang membuatku

di dalam pelukannya, dan membiarkan

dari pelukan Matteo, dan bertanya kepadanya, "Mellisa????

"Kondisinya tidak terlalu ideal."

dengan jujur menjelaskan, di bawah matanya terlihat beberapa kesedihan, "Tapi untungnya, sudah keluar dari kondisi

bahwa dia akan jatuh separah

bukan disengajain, tetapi memang benar karena dia melepaskan tangannya, makanya dia

"Rarya sudah di sini."

Matteo membelai wajahnya yang tidak

Rarya yang

arogan, "Siapa yang membiarkan dia keluar? Bukankah, harus mengurungnya sampai

Rarya terhadap Friska, dia tidak berkata apapun , dia menuju ke arahnya, mengaitkan tangannya,

Friska terkejut, "Matteo????"

ketiga kalinya dia

penuh

ini, membuat Rarya tidak sempat berespons, "Sore ini aku masih lagi menyelamatmu, kamu sekarang malah membalasku dengan

belum menunggunya menghindar, ada sebuah tangan yang besar memeluk pinggang Rarya dengan erat, "Rarya, jangan membuat masalah lagi!! Jika kamu ingin melemparkan dirimu ke penjara, kamu

menyelesaikan perkataannya, dan Rarya masih belum merespons, Matteo melangkah maju ke depan, melihat mukanya, dan memukulnya sekali

dan baru saja dikatakan itu, dia tiba-tiba terbingung, setelah dia dipukul, dia tidak berani lagi mengeluarkan sepatah

"Bagaimana perasaan dipukul?"

dingin, mata

dengan kaku di

"Aku tidak mengharapkan maafmu!"

tetapi penghormatan, dan aku tidak bersalah!! Rarya, dari sejak kamu membawaku ke kantor polisi, kamu tidak melakukan satu

wajahnya pucat, dan

"Rarya, ulurkan tanganmu."

nadanya tidak membiarkannya

sedetik kemudian, dia baru mengulurkan tangan kanannya dengan

mengepalkan tangannya, mengulurkan tangannya dengan,

yang dingin, dia dengan cepat mengulurkan

disangka, telapak tangannya

"Ah------"

Bình Luận ()

0/255