Bab 847

Sepanjang kelas, Fidelya terus berada di dalam kondisi bengong, dia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dosen, pikirannya terus membayangkan wajah Ray yang begitu tampan, dan beberapa gambaran yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Fidelya menutup mukanya, dan mengeluarkan suara teriakan yang kecil: " Ahh!"

Claudia Lin yang berada di sampingnya melihatnya dengan penuh kebingungan, dia bertanya: " Kenapa, Fidelya?"

Fidelya tertegun sebenta, lalu berkata: " Gak apa-apa!"

Claudia Lin terus menatapnya, Fidelya yang takut wajah merahnya terlihat oleh Claudia Lin, dia menunjuk ke arah dosen, lalu berkata: " Claudia Lin, Dosen sedang melihatmu tuh……"

Claudia Lin dengan cepat memalingkan kepalanya, dan melihat dosen sedang melihatnya, dia dengan cepat menundukkan kepalanya dan pura-pura menulis.

Fidelya menghela nafas, lalu dengan fokus mendengar penjelasan dosen.

Sampai ketika bel berbunyi, Fidelya melihat Claudia Lin mau bertanya sesuatu dengannya, dia dengan cepat membereskan barangnya, dan berkata ke Claudia Lin: " Aku sudah janji dengan siska zhang! Aku duluan ya, byebye!"

Selesai berkata, dia langsung kabur.

Claudia Lin tertawa melihat Fidelya, dia juga tidak mempedulikannya lagi.

Fidelya berlari keluar kelas, lalu melihat Theo Zuo yang sedang berjalan ke arah dia, Fidelya tersenyum kepadanya: " Theo Zuo! Claudia Lin di kelas! Aku pergi dulu ya."

Theo Zuo melihat Fidelya yang buru-buru, dia bertanya: " Fidelya, mau buru-buru ke mana? Jangan-jangan mau pergi cari paman Huo?"

Langkah Fidelya terhenti, dia membalikkan badannya dan melototnya, lalu berkata dengan kesal: " Theo Zuo, kamu mau apa? Percaya nggak, aku pulang laporin ke paman kalau kamu menindas aku!"

Ekspresi Theo Zuo menjadi kaget, dia teringat Deon lalu dengan cepat menggelengkan kepalanya: " Aku salah boss besar, tolong maafkan aku kali ini ya?"

Bình Luận ()

0/255