Bab 852

Ray tidak memperdulikan perasaan sang pramugari, dia meraba-raba cincin ditangannya, dia seperti melihat sosok Fidelya yang sangat puas sambil berkata:" Kalian lihat, dia adalah suami ku!"

Ray menatap kaca dengan tersenyum, lalu membuka pintu toilet dan kembali ke tempat duduknya.

Pramugari tersebut sudah pergi, Ray berpikir:" Untung dia tahu diri! Jika dia masih ngotot juga, dia

Saat mendarat, Ray menyalakan ponselnya dan tak lama kemudian panggilan dari Zanu Xiang masuk.

Ray segera mengangkat panggilan terssebut:" Zanu Xiang , dimana kamu?"

Zanu Xiang dengan terbata-bata berkata:" Aku berada di rumah sakit Incheon , Ray, kamu cepat kesini, Ayah, dia….sudah sangat kritis!"

Ray mengangkat alisnya, dengan suara gelagapan:" Apa yang terjadi? Bukan kah tadi masih baik-baik saja? Kenapa sekarang tiba-tiba seperti ini?"

Zanu Xiang merasakan kebimbangan, menjawab:" Karena aku! Aku…."

Tiba-tiba telepon terputus, Ray menundukkan kepalanya melihat ponselnya yang ternyata kehabisan baterai.

Sehingga membuatnya tergesa-gesa memanggil taksi dan dengan cepat menuju rumah sakit.

Tidak lama kemudian, Ray tiba di rumah sakit, dia yang melihat rumah sakit begitu padat dan ramai akan orang, dia menggulung lengan bajunya dan berjalan masuk.

Para wartawan yang hadir, berkumpul di depan pintu dan menutup jalan masuk.

Ray dengan sekuat tenaga menembus keramaian itu, dengan gesit dan cepat tidak lama kemudian dia berhasil lolos dari keramaian.

Belum berjalan beberapa langkah, sepasang tangan menahannya:" Siapa kamu? Tidak ada wartawan yang diperboleh kan masuk……Ray! Akhirnya kamu datang!"

Ray menurunkan lengan bajunya, dia bertemu dengan orang yang selalu berada disamping Ketua Zhang , yaitu Ajudan Song , menariknya menuju ruang operasi.

Bình Luận ()

0/255