Bab 870

Setelah selesai marah, Fidelya berjongkok, melipatkan tangannya lalu menangis sampai badannya bergetar, membuat orang sangat sedih melihatnya.

Fendy Feng mendekat, dengan lembut memeluknya, kemudian dengan suara lembut menjawab:" Fidelya, bagaimana mungkin kamu tidak pantas bahagia? Terlebih juga, kamu sama sekali tidak ada kurangnya, setidaknya kamu berani menolak ku yang adalah seorang CEO, kamu yang seperti ini bagaimana mungkin kurang? Terlebih lagi, jika memang kamu kurang, bukan kah aku orang yang ditolak oleh mu jauh lebih kurang lagi?"

Fidelya tidak menjawab apapun, dia masih menangis, melampiaskan semua emosi di dalam hatinya.

" Aku sejak kecil tidak disayangi oleh Ibu ku, dengan susah payah aku mendapatkan seorang laki-laki yang menyayangi ku, malah direbut oleh teman baik ku! Kemudian aku menikah dengan Ray, sejak saat itu orang-orang tidak berhenti menyakiti ku, saat kaki Ray belum sembuh, semua orang mengira aku menikah hanya karena harta.

Lalu setelah Ray sembuh? Semua orang mengatakan aku tidak pantas bersamanya! Baik, aku mengakui, aku memang tidak pantas baginya, aku sudah menyerah, aku dengan inisiatif meminta cerai, namun Ray masih bersedia bersama ku, aku juga mengharapkan kehangatan darinya, namun kenapa, saat aku berusaha membuktikan bahwa aku pantas untuk Ray, semua orang tidak senang, mereka mulai melakukanhal-hal licik, membuat berita palsu bahkan mengedit foto ku....

Apakah aku seburuk itu? Buruk dan kurang sampai yang sekuat apapun aku berusaha, juga tetap tidak pantas bersama Ray? Apakah orang itu harus Sandra baru lah pantas, anak orang kaya yang bersanding di sebelah Ray?"

Fendy Feng yang pertama kali mendengar Fidelya berbicara begitu banyak, juga adalah pertama kalinya dia bersedia mendengar keluhan dari seorang wanita.

Selama ini, jika dia mendapati wanita berkeluh kesah di depannya maka akan segera dia coret dari kehidupannya.

Namun entah kenapa, mendengat keluhan Fidelya, dia tidak merasa jijik sama sekali, sebaliknya dia merasa sangat berempati! Selesai mendengarkan kelihannya, di dalam hatinya muncu sebuah keinginan untuk menjaga perempuan ini!

Bình Luận ()

0/255