Bab 897

Setelah melayangkan tamparan, suasana di ruang tamu menjadi menegangkan.

Fidelya menatap tangannya dengan menyesal, sedangkan Deon berdiri mematung.

Fidelya dengan bergetar berkata:" Deon, aku.."

Deon menyela kalimat Fidelya:" Kamu begitu membenci ku?"

" Apa?" Fidelya terdiam," Deon, tidak..."

" Lalu apa maksud dari tamparan mu ini?" Tanya Deon.

Fidelya kemudian berkata:" Sudah lah jika kamu berpikir demikian." kemudian berjalan ke kamarnya.

Bình Luận ()

0/255