Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 147 Mengejar Dan Menaklukkan

Bab 147 Mengejar Dan Menaklukkan

Di tengah malam, pria itu berbicara dengan suara yang pelan dan lembut, tetapi dia malah tidak mendapat jawaban apapun. Ruangan itu sunyi senyap.

Setelah memperhatikan dengan lebih cermat, ia bahkan tidak bisa mendengar suara napas.

Tangan Long Xiao meraba-raba dalam kegelapan. Ia memegang sepanjang selimut, tetapi tidak mendapati tubuh Chu Luohan sama sekali!

Chu Luohan tidak ada di tempat tidur.

Long Xiao langsung menyibak selimut itu. Di bawah cahaya lampu yang redup, hanya ada bantal di bawah selimut, sedangkan wanita itu sudah lenyap.

"Luohan?"

Ia lalu menyalakan lampu dan mencari seluruh kamar sebelum memastikan bahwa Chu Luohan memang sudah tidak ada di sana.

Long Xiao keluar kamar dan langsung menghampiri meja resepsionis, "Istriku ada dimana?!"

Nada suaranya terdengar galak saat menanyakan keberadaan Chu Luohan. Kalau perawat itu berani bilang kalau dia tidak tahu siapa istri Long Xiao, pria itu akan langsung mengusir dan membunuh orang itu!

Perawat itu menjawab dengan gugup, "Aku... aku tidak tahu. Bukannya dia masih ada di dalam? Nyonya Chu- Nyonya Long tidak menjalani prosedur keluar rumah sakit."

Sialan!

Wanita itu pasti marah dan kabur. Dasar si bodoh ini. Dia malah memilih kabur?

Dilihat dari kepribadian Chu Luohan, dia punya nyali dan cara untuk menghindarinya supaya Long Xiao tidak akan pernah bisa menemukannya lagi.

Saat berpikir bahwa Long Xiao mungkin saja tidak bisa menemukannya lagi, organ dalam pria itu langsung panas.

Long Xiao bergegas turun ke bawah. Di tengah jalan, dia baru sadar kalau dia tidak membawa kunci mobil atau ponsel. Sosoknya yang tinggi bagaikan seorang tentara berdarah-darah di medan perang saat ia berlari menuju gerbang rumah sakit. Long Xiao hampir berbalik dan mengebom rumah sakit karena kesal.

Long Xiao berjalan mendekati jalan raya dan mengulurkannya tangan untuk menghentikan sebuah mobil. Tidak peduli siapa pemiliknya, Long Xiao langsung menyeret supir itu dari kursi pengemudi. Ia lalu melepas jam tangannya dan berkata, "Ambil ini. Jam ini cukup bagimu untuk membeli seratus mobil."

Pemilik mobil tersebut masih terbingung-bingung. Mobilnya sendiri barusan dibawa pergi oleh orang tak dikenal. Bayangan mobil yang perlahan menjauh itu membuat paman paruh baya itu merasa kaget.

Wanita itu pasti tidak akan pulang ke villa.

Saat memikirkan hal ini, Long Xiao langsung putar balik menuju ke rumah sewa Chu Luohan.

Chu Luohan mengunci pintu, menyalakan lampu dan mengeluarkan sebuah koper dari bawah tempat tidur. Ia lalu bergegas memasukkan barang-barang yang dibutuhkan ke dalam koper tersebut.

Ini adalah waktu paling pas baginya untuk pergi dari sini. Kalau dia tidak pergi saat ini juga, dia pasti akan ragu-ragu dan merasa tidak rela. Dia lebih takut lagi dia akan mati karena patah hati sebelum pergi.

Ia menyeka air mata dari wajahnya dengan kasar. Dia seharusnya sudah tahu bahwa dia tidak boleh menangis lagi untuk Long Xiao. Begitu mulai, tidak akan ada akhirnya.

Dia mengepak beberapa pakaian dan menaruh perhiasan peninggalan ayahnya ke dalam koper.

Hal yang ironis adalah, dia sudah tinggal di sini selama lebih dari tiga tahun. Rumah ini penuh dengan furniture dan dekor yang dia beli sendiri. Tapi sekarang, barang-barang yang bisa dia bawa bahkan tidak sampai satu koper penuh.

Dia sedang menertawakan dirinya sendiri ketika bel rumahnya tiba-tiba berbunyi.