Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 203 Tuan Muda Xiao Yang Sedang Memasak Itu Adalah Yang Paling Menarik

Bab 203 Tuan Muda Xiao Yang Sedang Memasak Itu Adalah Yang Paling Menarik

Jari-jemari Long Xiao yang ramping itu mencengkeram bahu Anna, hampir menghancurkan tulang belikatnya, rasa sakit itu adalah kecemasan yang dalam, adalah sebuah kerinduan, adalah sebuah harapan yang meredup.

Dalam sekejap, akal sehat Anna langsung di telan oleh tatapan mata Long Xiao yang menyakitkan, Anna sungguh ingin berkata kepadanya, "Aku memanglah dia, lihatlah, aku sudah kembali."

Tetapi, dia bukanlah dirinya!

Anna pun merasa sedih dikarenakan dirinya bukanlah Luoluo, dia melepaskan jari-jemari Long Xiao satu per satu, "Long Xiao, orang yang sudah mati tidak akan kembali hidup lagi, itu adalah asas yang diketahui oleh semua manusia, takdir tidak dapat dilanggar, kenapa kamu tidak bersedia untuk menerimanya?"

Mata tuan muda Xiao berbinar-binar di bawah sinar cahaya, "Takdir tidak dapat dilanggar? Maka aku bersikeras ingin melawan takdir!"

Orang dengan otak yang sudah karut dengan percintaan dan penderitaan, serta tidak masuk akal, Anna pun memutuskan untuk tidak berargumen mengenai permasalahan yang terlalu dalam itu dengannya.

"Tuan muda Long, lenganku sudah terluka, apakah anda bisa melepaskan tanganmu terlebih dahulu? Jika terluka lagi untuk kedua kalinya, maka takutnya, selama setengah bulan ke depan, kamu tidak akan memiliki makanan untuk dimakan."

Pada dasarnya, Long Xiao adalah seseorang yang memiliki akal yang mengagumkan, setelah kehilangan kontrol, dan emosinya memuncak untuk waktu yang singkat, akal sehatnya pun kembali dan memenuhi dirinya.

Dia merasa lelah dan tidak berniat untuk melepaskan bahu Anna, sekali lagi tatapan matanya yang dalam dan tajam itu menjelajahi dan mencari kekurangan di wajah Anna, sayangnya, wajah ovalnya yang terlalu indah itu tidak memiliki kekurangan.

"Bagaimana lenganmu bisa terluka?"

Saat ini, dia akhirnya menyadari kain perban putih di lengan Anna, dia tidak dapat melihat lukanya, tetapi berdasarkan dari ketebalan dan luas dari balutan tersebut, dia bisa menebak kalau lukanya tidak ringan.

Anna mengerutkan bibirnya, "Gerakan tangan bisa meleset, susah untuk menghindari melukai diri sendiri bagi orang yang memegang pisau bedah."

Raut wajah tuan muda Xiao segera menghitam, jika tersayat dengan pisau bedah, seburuk-buruknya hanya akan tersayat di bagian jari tangan, bagaimana bisa lengan yang tersayat? Wanita ini melontarkan kebohongan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

"Gerakan tangan bisa meleset, namun seharusnya kamu tidak seperti itu, aku ingat kamu pernah mengatakan kalau kamu adalah seekor serigala, selain itu, adalah serigala bermata putih." Tuan muda Xiao membelai lengan putih Anna untuk sesaat, dia menggenggam lengannya yang ramping dengan tangannya, bahkan masih longgar di telapak tangannya, sungguh kurus.

Saking kesalnya, Anna hampir saja memuntahkan darah, "Apakah ingatanmu sebagus itu? Walaupun bagus, bisakah kamu mengingat kebaikanku? Yang kamu ingat hanyalah hal-hal yang tidak berguna."

Tuan muda Xiao keluar dari situasi di mana dirinya kehilangan kendali begitu saja, dia masih seorang tuan besar dengan sekujur tubuh yang bersih dan bebas dari debu, "Kebaikan? Aku tidak ingat kalau kamu memiliki kebaikan yang pantas untuk aku ingat, jika kamu ingin aku mengingatnya, sebisa mungkin berbuat lah sedikit kebaikan."

Untuk permasalahan seperti menerima bunga mawar, apakah ternyata dirinya harus mengingatnya juga?

Anna merasa malas untuk meladeninya, pria yang rewel juga angkuh, jika berlama-lama dengannya, maka akan muncul penyakit paru-paru saking kesalnya, "Apakah kamu lapar?"

Dia mengubah topik pembicaraan dengan begitu mendadak, iya, sangat mendadak.

Oleh sebab itu, tuan muda Xiao tidak memberikannya jawaban dalam sedetik, dia menatap Anna untuk sesaat, "Kamu sudah lapar?"

Suaranya tidak sedingin seperti biasanya, namun sikapnya tidak begitu buruk, setidaknya, dia tahu kalau Anna adalah orang yang sedang sakit, dia tidak bisa terlalu menekannya.

Anna menggelengkan kepala, tetapi, baru saja dia menggelengkan kepalanya, perutnya pun tiba-tiba mengeluarkan suara keroncongan, ruangan terlalu sunyi dan tempat ini kosong, suara itu pun sangat menarik perhatian.

Tidak dapat disembunyikan, dan hanya bisa mengakuinya, "Seperti yang kamu dengar, aku sudah lapar."

Tuan muda Xiao mengernyitkan alisnya yang tegas, dengan matanya yang dalam dan suram itu, dia menatap tangannya, lengannya, dan ujung jarinya, "Jadi?"

Anna bangkit berdiri dari bangku, dia mengangkat dagunya dan menghadap ke arah pria yang lebih tinggi sekepala darinya, "Sudah hampir sebulan aku memasak untukmu, sekarang lenganku sudah terluka, berdasarkan perasaan dan logika, bukankah kamu sudah seharusnya memasak untukku? Setelah lenganku sembuh, aku akan memasak lagi untukmu."

Menyuruh tuan muda Xiao memasak?!

Apakah wanita ini telah memakan makanan pembesar sehingga keberaniannya menjadi besar?

Tetapi, setelah sepuluh menit berlalu, tuan muda Xiao pun benar-benar berjalan masuk ke dalam dapur.