My Sweetheart

Bab 72 Steven Ngambek

Bab 72 Steven Ngambek

Ketika Lia dan Steven kembali ke Wawatun dengan membawa sekeranjang penuh jamur dan sayuran, Sasa sudah pergi meninggalkan Wawatun bersama Alex dan keempat pengawalnya.

Zee menangis tersedu-sedu di depan jalan masuk desa, si hitam berdiri mematung tanpa berkata-kata, tangannya mengepal erat sampai-sampai urat ditangannya menyembul keluar.

Tidak perlu bertanya pun Lia sudah mengetahui dengan jelas apa yang terjadi.

Sepertinya Alex tidak benar-benar suka Zee, kalau tidak mana mungkin dia meninggalkan Wawatun tanpa membawa perempuan ini pergi, karenanya Zee menangis tersedu-sedu.

Perempuan mana pun tidak akan bisa menerima perlakuan seperti ini, sudah memberikan segalanya kepada lelaki itu, akan tetapi laki-laki itu tidak menginginkannya, wajar kalau Zee menangis seperti itu.

Sedangkan si hitam dia pasti tidak rela atas kepergian Sasa, hanya saja dia laki-laki, dia tidak menunjukkan emosinya di permukaan, tidak seperti Zee , si hitam hanya memendam rasa sakit hatinya dan kemudian melupakannya, atau mungkin akan semakin mengingatnya menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Lia dan Steven meneruskan kehidupan tenang mereka di desa.

Sejak kepergian Sasa, si hitam tidak seperti dulu lagi, dia sekarang tidak bertenaga seolah-olah tidak memiliki semangat hidup, tiap hari hanya duduk di batu besar depan pintu masuk desa, menerawang jauh ke arah kota A, begitu terus sampai hari menjelang pagi dan menjelang malam lagi. Selain tiga kali waktu makan dia pulang untuk menyuapi neneknya yang buta itu, waktu lainnya pasti dia berada di sana tidak beranjak kemana pun.

pemuda yang baik tapi sayang sekali dia tidak

apa yang kamu lihat?" Steven memegang senapan keluar dari rumah dan

si hitam." Lia menjawab dengan

mengernyitkan dahi, meraih wajah Lia untuk menatapnya, wajahnya

dengan sengaja

aku curiga mungkin mata kamu bermasalah, kamu lihat dia seluruh badan hitam seperti arang, dia lebih tampan dariku kamu

Bagaimana tidak, tinggi badan dia 185cm, memiliki kulit kuning langsat, wajahnya

Steven mengejek si hitam, Lia dengan tidak suka menjawab, "Hanya saja kulitnya hitam sedikit, itu karena dia setiap hari bekerja terkena sinar matahari, siapa tahu kulitnya kalau tidak terbakar lebih putih dari kulitmu. Lagipula wajah dia memang tampan dan dia lebih tinggi dari kamu, yang paling penting adalah dia masih berumur 17 tahun, lebih kecil 8 tahun dibanding kamu!"

kamu ini... Apa kamu mengatakan kalau aku

baik, tetapi melihat senyum di wajah Lia sepertinya dia tidak tahu kalau kata-katanya sudah menyakiti harga diri Steven. Steven mendengus keras dan membalikkan badan

mencari sayur dan berburu di hutan menjadi pekerjaan wajib sehari-hari

kalau perkataannya agak keterlaluan, dia mengejar Steven sambil berusaha menjelaskan maksudnya dan berkata, "Steven, aku tidak berkata kalau kamu tua, siapa yang bilang kamu tua, kamu tahun ini saja baru menginjak

tanpa ekspresi terus berjalan ke

kamu

sedikit cemas dan menarik lengan

terus berjalan ke depan tanpa memperdulikan

Bình Luận ()

0/255