Poor CEO

Bab 70 Sengaja menghindar

Bab 70 Sengaja menghindar

Raline ingin pergi, tapi makan malam ini setelah selesai sudah jam 9. Kalau pergi menonton lagi, paling tidak harus sampai tengah malam.

Kalau dia sendiri tidak masalah, tapi ada Rafa....

Akhirnya, dia tetap mencari alasan untuk menolak.

Nicholas Sanjaya hanya menganggap dia sudah lelah dan tidak bersikeras lagi.

Saat Raline pulang, Amel dan Darwin sedang keluar dan belum pulang. Anak kecil juga di rawat dengan baik oleh pelayan, saat ini pelayan memberitahunya, Rafa sudah tidur di atas.

Raline dengan berterima kasih menganggukkan kepala, lalu kembali ke kamar.

Lampu masih bersinar, Raline perlahan membuka pintu kamar, malah melihat anak kecil tidak ada di ranjang, sedang bersandar di meja komputer Raline.

Mendengar suara, itu pun menganggu mimpi anak kecil itu.

Rafa mengangkat kepala, menggucek matanya, dengan nada imut menjerit, “Mama Raline.”

Raline pun merasa tidak tega, “Sayang, kenapa kamu tidak tidur di ranjang.”

Anak kecil itu menyodorkan lengannya, memeluk Raline, kepalanya pun bersandar di bahunya yang harum.

“Mama belum pulang, Rafa ingin menunggu pulang dan tidur bersama.”

Raline hanya merasa matanya sangat panas, menggendong anak kecil ini ke ranjang, “Dasar anak bodoh, kalau ngantuk tidurlah dulu, tidak perlu menunggu ibu.”

Anak kecil begitu lengket dan tidak ingin berbaring di ranjang, kepala kecilnya terus berada di pelukan Raline.

“Tidak tidak. Mama Raline begitu susah payah demi Rafa, Rafa ingin menjalani semua ini dengan mama!”

air mata karena terharu, dia menghisap hidung dan

“Sayang, mama mencintaimu.”

Dia sedang meninggalkan putranya dan pergi

lain kali dia tidak boleh pulang begitu malam seperti hari

seperti ini, kenyataannya

hubungan Nicholas Sanjaya direktur Sanjaya Group dan penerjemah baru Raline pun mulai menyebar di seluruh Sanjaya Group, tapi semua orang berada di bawah ancaman Nicholas Sanjaya, tidak ada orang yang berani

yang tidak dikenal sampai menjadi orang yang terkenal di

Raline juga mengetahui hal ini dari Nadine, dia hanya

Raline pun mulai tidak berkencan di malam hari dengaan Nicholas

menyimpan barang

adalah acara, kamu temani aku pergi.” Nicholas Sanjaya tidak tahu

semalam barusan

makan selalu diatur di malam hari.” Cara bicara Nicholas Sanjaya terdengar jelas sedang tidak senang, dia sudah mulai merasa tidak senang karena

melihatnya,

Sanjaya mulai marah, kenapa wanita ini seperti ini? Apakah tidak

lain kalau mendengar malam ada

dia? Kalau bukan hari ini ada urusan pasti besok tidak ada waktu, benar-benar

bisa, hari ini aku benar-benar ada urusan. Lagipula, kamu ingin berkencan aku juga bukannya tidak pergi, juga tidak perlu setiap hari harus berkencan kan? Lagipula

Sanjaya tidak ada cara lagi,

Benar-benar mengejutkan.

hari dimana dia memohon wanita untuk berkencan

kalau dipikirkan lagi, kenapa belakangan wanita ini begitu

pun dengan tidak senang pulang, setelah pulang semakin berpikir

ada orang yang mempersulitnya dan diam-diam mempermainkannya, memberikan pekerjaan yang banyak padanya, sehingga malam hari dia

semua pekerjaannya tanpa kurang sedikitpun pada Nicholas Sanjaya, lalu

menatapnya dengan maksud menyuruhnya

Wangsa mungkin ketakutan karena kami gertak, setiap hari terlihat lemas, kalau sampai di pengadilan, aku takut dia adalah

Bình Luận ()

0/255