Presdir Galak!

Bab 757 Apakah Dirinya Benar-Benar Mempunyai Adik Perempuan

Bab 757 Apakah Dirinya Benar-Benar Mempunyai Adik Perempuan

Oyong tidak banyak berbicara lagi dan membuat gerakan tangan, dua orang di samping memegang Anissa, lalu berjalan ke dalam.

Melalui ruang tamu, ternyata ada tangga yang ke arah bawah, setelah berjalan untuk waktu yang lama, akhirnya sampai di depan sebuah pintu besi yang besar.

Salah satu dari mereka menekan tombol beberapa kali, lalu pintu itu terbuka.

Anissa tidak berteriak lagi, dia ingin melihat, siapa yang ingin menemuinya dengan menggunakan cara seperti ini.

"Tuan Muda Gu, Tuan Muda Gu, gawat, Nona Shen kehilangan terlalu banyak darah, dia pingsan!"

Farhan seorang perawat bergegas keluar dari kamar rawat, berkata dengan panik sambil menarik sudut pakaian Farhan.

"Apa? Cepat panggil dokter!"

Farhan melepaskan perawat, bergegas masuk ke kamar rawat, melihat Kianny yang tergeletak di tengah genangan darah.

Kiannytampaknya berusaha untuk turun dari tempat tidur dan mengambil sesuatu, akhirnya tidak sengaja menabrak lemari kemudian berdarah tanpa henti.

Si bodoh ini, kenapa tidak mengeluarkan suara? Farhan bahkan telah lupa bahwa Kianny tidak bisa berbicara.

Farhan menggendong Kianny yang pingsan, lalu meletakkannya di tempat tidur.

Ketika dokter datang, Farhan menarik kerahnya dan berkata, "Aku beritahu kamu, sampai tidak bisa menyelamatkannya, kamu akan mati bersama dengannya. Kalian semua tidak akan bisa lari!"

"Tuan Muda Gu, Tuan Muda Gu, tenanglah!"

Perawat menarik Farhan dan dokter bergegas memeriksa Kianny.

***

"Segera siapkan untuk transfusi darah, dia kehilangan terlalu banyak darah sehingga pingsan."

"Tapi dokter, golongan darah Nona Shen sangat istimewa, simpanan darah kita tidak ada darah dengan jenis seperti ini!" kata seorang perawat dengan hati-hati.

"Katakan sekali lagi?"

Farhan yang di sebelah tidak dapat mengendalikan dirinya, dia meraung ke arah perawat itu.

"Tuan Muda Gu, Tuan Muda Gu, kamu jangan marah, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, darah RH- seperti Nona Shen ini, tidak mungkin ada stoknya, harus ada orang yang sekarang memberikan darahnya untuk ditransfusikan kepadanya."

Farhan juga menyadari kalau sekarang bukan waktunya bersikap gila, hal yang paling penting adalah untuk menyelamatkan Kianny.

"Kalian, cepat, pergi periksa darah, pergi!"

Farhan menunjuk sekelompok anak buahnya, anak buahnya langsung mengikuti perawat berjalan ke laboratorium.

SaatFarhan melihat melihat wajah pucat Kianny, dia merasakan hatinya seperti ditusuk oleh pisau.

Tidak bisa, kalau seperti ini pasti tidak bisa, dia harus mencari lebih banyak orang, dengan demikian kemungkinannya akan lebih besar.

Farhan langsung menelpon seseorang.

"Halo? Acong, cepat, panggil saudara-saudaramu ke rumah sakit sekarang."

"Ada apa, Tuan Muda Gu, aku sedang mengatakan hal penting dengan bos, kamu juga cepatlah datang kemari, sebentar lagi akan berangkat."

Acong yang ditelepon juga terdengar terburu-buru.

suruh orangmu kemari, aku perlu seseorang dengan darah RH-

tidak bisa mengendalikan diri

katakan pelan-pelan."

mendengar perkataan Farhan, hatinya menegang, bertanya-tanya apa yang

terburu-buru menutup telepon, dengar dulu perkataannya dengan jelas.

sedang sekarat! Golongan darahnya sangat spesial, RH

Kianny dua kata itu, jangtungnya berhenti, apakah di dunia ini ada hal yang sangat kebetulan

Gu, aku mengerti, aku akan segera

melihat Lukman dengan sorot mata yang tidak

"Ada apa?"

seperti dia, Lukman bagaimana mungkin tidak bisa menebak telah terjadi sesuatu.

tahun dan dikirim ke sebuah keluarga. Tidak jelas siapa yang menculiknya, tetapi orang tua Anda saat itu belum sempat mencarinya sudah

dirinya benar-benar mempunyai seorang adik

bisa melupakan adiknya, bagaimana boleh melupakan

tidak seperti biasanya, dengan cepat dia meneruskan kata-katanya.

kami sekarang telah menemukan

mendongak, "Apa?"

diculik, dia dikirim untuk dirawat ke

berani menebak bahwa Kianny adalah adik

mana dia

tidak bisa menahan diri lagi.

Tuan Muda Gu, dia sekarang dalam kondisi kritis dan membutuhkan transfusi darah. Jika aku tidak salah ingat, bos juga mempunyai darah RH-, Nona Shen itu juga

***

sakit!" Lukman sepertinya mengeluarkan raungan

tidak bisa percaya bahwa dia benar-benar memiliki adik perempuan, tetapi mengapa dia berbaring di

dengan Nona Wu?" tanya

ke rumah

akan dengan mudah melukai seorang sandera. Meskipun dia sangat mengkhawatirkan Anissa sampai jantungnya berhenti berdetak, tetapi seorang adik perempuan yang belum pernah ditemuinya sejak dia berusia dua tahun ini sekarang berada

kamu harus baik-baik saja.

akan menyelamatkanmu. tunggu

sampai di rumah sakit, Kianny

tidurnya, Lukman melihat Kianny yang

kurus dan

melangkah lagi, seolah-olah tidak terlalu berani mendekatinya karena takut mengganggunya.

telah datang,

kepada Farhan, Farhan lalu pergi keluar bersama

berjalan perlahan mendekati tempat tidur, apakah gadis itu benar-benar

dengan gadis kecil dalam foto. dia masih sama seperti ketika dia masih kecil.

ingin mengakuinya, tapi hatinya

berani mempercayai hal ini memandang kakak beradik yang berada di dalam kamar rawat.

katakan semuanya benar? Kalau begitu apakah dunia ini

hadapi sangat besar,

dengan

"Benar, dunia

Lukman, "Bos, dokter barusan datang mengatakan segera dapat dilakukan transfusi, darahmu cocok dengan

kepalanya, sebelum kemari dia sudah pergi untuk diambil darahnya.

menilai keadaan, walaupun situasi sangat genting, dia tetap dapat dengan jelas

mentranfusikan darah Lukman kepada Kianny.

karena Kianny masih

bahwa Anissa telah diculik oleh Oyong.

dia mendengar berita ini, dia tentu akan marah dan menggulung lengan bajunya untuk memberi pelajaran kepada orang itu, tetapi sekarang, hatinya terus memikirkan seseorang, yaitu

sepatah kata pun, dia hanya berjaga di samping Kianny, berharap dia cepat sadar.

masih kecil Kianny menggandeng tangannya dan memanggilnya "Kakak".

meletakkan boneka kain itu dia atas tempat

Bình Luận ()

0/255