Presdir Galak!

Bab 762 Dia Datang, Dia Juga Datang

Bab 762 Dia Datang, Dia Juga Datang

Di kota Paris, Prancis, di dalam kamar suite presiden, cahaya lampu yang redup-redup, gordyn jendela yang tebal menjadi penghadang pemandangan malam di luar.

Terdengar 2 suara nafas yang rendah dan berat, di dalam kegelapan ini, terdengar suara yang serak yang tidak bisa ditahan. Tidak tahu siapa mereka, yang bisa dipastikan adalah ada 2 badan yang saling melilit, dari suara nafas yang ngos-ngosan, seperti bisa terdengar suara desahan dan isak wanita yang lemah.

"Sakit..."

Dia yang berada di bagian bisa memastikan bahwa wanita di bawahnya adalah orang Tiongkok. Setelah berhenti sejenak, gerakan naik turun mengulang lagi. Hawa nafas pria yang hangat menghembus di wajahnya.

"Bukan kamu saja yang sakit."

Di dalam kegelapan yang berantakan ini, hanya ada 2 orang yang terbawa birahi dan terus meminta.

Sakit, sakit sekali, terutama bagian paha dan pinggang. Kenapa paha dia... begitu tidak nyaman?

Jasmine yang baru bangun pun mencibir, dia memegang kepalanya yang sudah mau pecah sambil duduk.

Gordyn yang tebal, cahaya yang redup, Simmons yang besar... "Ya ampun!" Jasmine membekap mulutnya, kemudian menatapi pria telanjang yang berbaring di sampingnya, nafasnya hampir berhenti.

Apa yang terjadi? Kenapa di sampingnya bisa ada pria yang telanjang? Punggung yang indah, bokong yang montok, walaupun tidak bisa melihat wajahnya, tetapi postur tubuh ini sangat mantap.

Tunggu, ini bukan intinya. Intinya adalah kenapa bisa tidur bersama dia? Darimana datangnya pria yang bertubuh seksi ini?

Semalam, dia sedang minum di bar untuk merayakan kepulangan dia ke tanah air pada 1 minggu ke depan, kemudian...

Pusing... toilet... ada yang menggendong dia... kemudian!

Jasmine menggigit bibirnya, wajahnya memucat. Ternyata dia yang mabuk, kemudian asal menangkap pria lain untuk berhubungan intim.

Phiak! Jasmine menepuk kepalanya sendiri, bodoh kamu! Apa yang kamu lakukan?

Jasmine segera berpakaian, dia membalikkan pandangan untuk melirik punggung pria yang sedang tidur itu. Tidak bagaimana dengan rupanya, tidak peduli lagi, hanya kesalahan 1 malam saja, pria ini tidak rugi, yang rugi malah dia sendiri.

Dia melihati jejak warna merah di sprei yang putih itu, Jasmine ingin menangis tetapi air mata dia tidak mau keluar. Ini adalah pertama kalinya, pertama kali sejak 22 tahun, ternyata dirampas di malam yang begitu berantakan, kesal sekali!

Saat Jasmine pergi dari hotel, dia terlihat seperti orang yang makan di restoran tetapi tidak bayar.

1 jam kemudian, dari kamar mewah itu terdengar suara membanting-banting, banyak barang yang hancur. Tekanan udara di ruangan itu tidak sanggup menahan teriakan seorang pria yang marah.

"Bodoh semua! Apa yang dimasukkan dalam teh aku semalam? Ternyata ada orang yang berani menjebak aku. Cari tahu siapa wanita kotor yang semalam."

terdengar suara membanting

hitam keluar dengan tunggang-langgang dan menghapus keringat

menyambar! Tidak kalah dengan tsunami tingkat 12! Memangnya harus begitu? Seperti kehilangan kesucian, bukan wanita kok, buat apa jaga

tidak mendekati wanita, ternyata ditiduri oleh wanita yang tidak jelas...

negeri, di Bandara Internasional Kota

2 tahun, perubahan dalam negeri sangat besar!" Jasmine menghela nafas sambil membawa

***

setelah diasingkan ke luar negeri selama 2 tahun oleh keluarga, perasaan dikucilkan selalu mengahntui dirinya, akhirnya dia bisa pulang, suasana hatinya sangat indah.

sana sini, dia sudah memberitahu Reza untuk datang

di tempat yang tidak jauh, walaupun hanya terlihat setengah wajah, tetapi

Jasmine memeluk Reza dari belakang, kemudian bertanya dengan suara yang

nakal seperti

bengong, sekarang terkaget dan membalikkan badan, dia menunduk

"Jasmine!"

mengangkat wajahnya, lengannya masih merangkul badan Reza. Matanya seperti bersinar, "Reza, rindu aku tidak?

sesaat, sepertinya dia tidak percaya bahwa badan kecil dan lunak yang sedang memeluk dia ini adalah Jasmine yang sudah 2 tahun di luar negeri. Dia

membuat orang

Reza, kemudian merangkul lengannya dan tersenyum yang terpaksa, "Sudah 2

kaku, tidak

Apa yang

"Reza..."

"Kita..."

"Jangan bilang

samping, sebelum Jasmine reaksi, Lucinta sudah maju dan mendorong Jasmine, kemudian memeluki Reza seperti seorang

kamu belum kasih tahu dia?" Lucinta menaikkan alis dengan bangga dan tertawa dingin pada Jasmine, "Jasmine, baru enyah dari luar negeri, sudah mau jadi orang ketiga

Lucinta menindas dia, Reza tidak membelanya. Sepertinya

"Reza,

berani menatapi Jasmine dengan langsung, dengan

"Sekarang, Reza adalah pacarku, lain kata, dia sudah tidak mau

menyipitkan mata sambil menatapi Reza, "Aku mau kamu yang bicara,

Jasmine dengan bersalah, "Benar kata

kamu, kamu yang tidak

mencium Reza di hadapan Jasmine. Saat bibir dan gigi

***

malu, dia mendorong Lucinta,

usah bahas lagi!" Jasmine tertawa pelan, kemudian menyisir rambut dengan tangan, lalu berkata dengan tidak peduli, "Kalian berdua memang cocok. Perasaan cinta paling tidak berharga, 2 tahun

Jenuh... jenuh...

di telinga Reza. Reza pun

Bình Luận ()

0/255