Prince Please Don't Chase Me

Bab 90 Pemberian Pangeran

Bab 90 Pemberian Pangeran

Karena seperti itu, maka dari itu menyelamatkanku, memelukku semalaman, dan tidak marah pada saat aku memberontak.

Apakah Edo sudah mulai menyukaiku?

Aku duduk diam disana, waktu terus berlalu, aku seperti kehilangan nyawa.

Aku merasa cahaya diluar semakain tajam, dan masuk kedalam ruangan, pada saat menyinariku aku merasa sangat tidak terbiasa.

Aku menutup mata dengan tanganku, melihat cahaya itu, tiba-tiba ada satu bayangan muncul.

Aku melihat keatas dan terkejut, melihat Edo berada diluar.

Dia sudah pergi beberapa saat, aku pikir dia beristirahat sejenak, ekspresinya tetap kurang sehat, tetapi sepertinya cukup tenang.

Edo melihatku yang sedang menatapnya, berjalan kedepanku dan bertanya.

"Mengapa kamu tidak beristirahat ditempat tidur?"

"......."

Aku terdiam cukup lama, akhirnya sadar, aku lupa memberi hormat, dan bertanya kepada dia.

"Pangeran ketujuh....."

Tetapi, Edo bukan hanya tidak marah, dia menatapku dibawah cahaya mentari.

Wajahnya bercahaya, aku tidak dapat melihat dia dengan jelas, tetapi hatiku merasa sangat damai.

"Hamba berterimakasih kepada pangeran."

"Kamulah yang sudah menolongku, jika tidak ada kamu, mungkin aku yang sedang terbaring, mungkin juga aku sudah mati."

"Pangeran tidak akan mati." Tidak tahu kenapa aku menajwabnya, Edo terdiam dan tersenyum.

adalah menyelamatkan

Pangeran memutuskan pembicaraanku, nada bicaranya tenang, tetapi sedikit

pikir tidak aka nada yang melakukannya demiku..tidak

dengan jelas, tidak kusangka akan terbata-bata

yang akan dijelaskan olehnya, tetapi dia diam

itu sangat indah, tetapi dibagian bawah ada kekurangan bentuk segitiga.

merah, dia menarik

giok

melihat Edo dengan bingung, tidak tahu apa yang ingin dia lakukan, tiba-tiba dia menarik tanganku, memberikan giok itu. Aku tidak tahu harus berbuat apa,

"Pemberian dariku."

"........"

Aku pikir.......

yang kamu pikirkan Rita,

ini bukan hal yang aneh.

saat masih diistana, aku juga sering mendapatkan hadiah, juga mendapatkan barang

giok ditanganku,

mengeluarkan dari sakunya, masih ada suhu tubuhnya, aku

berterimakasih atas pemberian

"Jaga yang baik."

membawa

langkah kaki, aku menoleh, ada seorang penjaga, aku juga mengenal dia, apda saat peperangan semalam,

memberi hormat kepada Edo, "hamba

dan berkata, "Ada

mengejar, dan tak sengaja membunuh satu orang dan melukai empat orang,

"Kenapa?"

kami

itu bergetar, mereka melakukan kesalahan

membunuh pangeran ketujuh, wali kota Theo masih memintaku

mengejar, jiak tidak berhasil menangkap, bisa saja

penjaga itu tidak tenang, dan

mengatakakn apapun, dan berkata dengan tenang, "Baik,

sangat

Bình Luận ()

0/255