Sahabat Jadi Cinta

Bab 1 Awal Semuanya

Ketika aku membuka mata, Aku merasa asing dengan tempat ini, dimana aku sebenarnya?. Kenapa aku berada disini?

Tunggu ini sepertinya rumah sakit. Akupun mencoba mengingat apa yang telah terjadi sehingga aku bisa berada disini, sekelebat ingatan itu menghampiri otakku dan aku mengingatnya.

Saat itu aku pergi dari rumah kedua orangtuaku karena merasa kecewa dengan keduanya. Lalu aku mengendarai mobil dengan kecepatan kencang sehingga membuatku kecelakaan.

"Akhirnya Tuan bangun juga dari komanya, tau gak tuan? selama tuan koma Dokter cantik selalu jagain tuan beruntung banget tuan ini."

Aku baru bangun dari koma dan Perawat yang tidak tau malu ini mengajakku bergosip. Lalu siapa yang dia bicarakan katanya Dokter Cantik, Aku mengenalnya pun tidak. Terserahlah aku tidak perduli.

Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar inapku

"Akhirnya lo bangun juga." kata orang itu lalu berjalan ke arahku.

Dan ternyata dia adalah Diana teman masa kecilku, dia terlihat cantik dari biasanya dan tapi sayang dia terlihat dewasa dari umurnya, kenapa dandannya seperti wanita berusia 23 tahun padahal dia masih SMA. Tapi Aku menyukai penampilan nya yang sekarang, terlihat lebih sexy, ehh apa yang aku pikirkan. Aku merutuki perkataan ku dalam hati.

****

"Akhirnya lo bangun juga."

Diana senang karena orang yang di tunggunya akhirnya bangun juga. Rasanya begitu sangat bahagia melihat orang yang ditunggunya selama ini sudah bangun. Bahkan dia sendiri juga tidak sanggup menceritakan semua yang telah terjadi lima tahun ini.

"Berapa minggu gue tertidur disini?" tanyanya karena tadi perawat bilang bahwa dia koma.

"Lo udah 5 taun tertidur disini."

"Sumpah deh Di, becanda lo gak lucu. Gue nanya serius juga."

"Lo pikir gue becanda? gue serius, kalau gak percaya tanyain aja sama perawat itu," tunjuk Diana kepada suster yang ada di belakangnya.

"Iya bener tuan sudah koma selama hampir lebih 5 tahun." kata Suster itu membenarkan perkataan Diana.

"Jadi bener gue koma selama 5 taun, berarti banyak banget yah hal yang sudah gue lewatin selama ini. Pantesan penampilan lo kaya wanita dewasa, gue kira kita masih SMA." kata Ardian menerawang.

Diana tertawa mendengarkan perkataan Ardian barusan, wajar jika Ardian berpikiran seperti itu karena dia tertidur begitu lama dan merasa dirinya masih SMA, Mengingat masa SMA tiba-tiba Diana menggelengkan kepalanya dia jadi teringat akan sesuatu yang pernah terjadi saat itu.