Bertemu Lagi Denganmu

Bab 51 Aku Akan Membeli Semua Di Sini

Bab 51 Aku Akan Membeli Semua Di Sini

"Tentu saja." Matteo menggigit bibirnya sambil mengejek. "Tetapi cara penggunaannya masih mengharuskan Friska untuk mencoba ajarannya."

Setelah berbicara, dia menundukkan kepalannya dan mencium bibir Friska dengan sewenang-wenang dan menikmati mulut Friska yang hangat.

"Oh oh oh--"

Friska tidak menduga Matteo tiba-tiba menciumnya, "Matteo, lepaskan aku, oh——"

Dia mengulurkan tangan dan mendorong pria di depannya dan berjuang di lengannya.

Namun tampaknya marah membuat Matteo kehilangan rasio, dan Matteo membanting tangan Friska yang sedang merontan-rontan di puncak kepalanya dengan satu tangan. ciuman hangat seperti tetesan hujan lagi dan semua jatuh di bibir Friska, pipi Friska……

"Matteo……"

Friska tidak bisa melepaskan diri, dan dia diremas dalam peluknya seperti binatang buas yang baru keluar dari kurungan.

Pipinya menjadi merah,napasnya sudah engah-engah dan menjadi lebih keras. "Kamu... jangan berkelakuan seperti buaya darat - oh... ah - oh -"

Waktu Friska sedang meronta-ronta, bibir pria itu menjauh dari bibirnya dan langsung menyerang leher yang putih dan lembut.

Rasa yang lemas dan kebas tiba-tiba menyebabkan Friska mengerang.

Pipinya memerah tiba-tiba dan hangat seperti terbakar api, dan tubuh yang lembut menggigil tanpa sadar, dan kelopak mata ditutupi dengan kabut tipis. "Apa yang kamu lakukan, jangan berbuat sesuka hati!!"

Tangan Matteo yang besar membuka baju pullover yang pengap dengan kasar, aksinya penuh dengan ketidaksabaran dan lekas marah, "Friska, mengapa kamu selalu membuat hidupmu begitu buruk!! Kamu Bukankah mempromosikan kondom? Bukankah berteriak ini pengalaman super tipis? Kalau pakai itu akan tidak biasa menghentikannya? Ayo! Biarkan aku juga mau tidak bisa berhenti sekarang!! Jika barang ini sebagus yang kamu katakan, maka aku akan membeli semua kondom kamu!!!"

Matteo mengaum kepada Friska dengan marah, dan mata merah itu mengungkapkan kemarahannya di hatinya saat ini.

Dia sedang marah, tetapi, dia marah tentang apa!!

"Matteo, kamu gila! Aku menjual kondom di pasar menghalang-halangimu? Kamu perlu berlari sejauh ini untuk mempermalukanku?"

Mata Friska memerah, dia tidak menunjukkan kelemahannya, Ketika dia marah, dia melempar sulah di lengannya kepada Matteo, dan alat peraga jatuh ke tanah. Setelah beberapa putaran, alat itu menjadi kotor. Friska merasa sedih dan air mata tidak bisa dikendalikan.

"Kamu bajingan!! Hari ini begitu meriah, tetapi sekarang tidak dapat melakukan bisnis karenamu!! Dan untuk menyewa alat ini aku menghabiskan banyak uang, sekarang karena kamu dibuat seperti ini, kamu memampas semua kerugian!!! wu wu wu... "

Friska seperti anak kecil yang pemarah, dan dia menangis dengan sedih di tudung toilet.

Melihat penampilan menyedihkan dari air matanya, Matteo sedikit menyesal tanpa sebab, dan termangu-mangu, tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.

"Jangan menangis lagi!"

Matteo berusaha menyenangkan hatinya dengan sabar.

Tetapi Friska menangis lebih keras dan berbicara, "Jangan khawatirku!!"

Friska berteriak padanya, membanting tubuhnya di tudung toilet, dan membenamkan kepalanya dalam lututnya dan menangis lagi.

"Friska, kalau kamu terus menangis, aku akan terus menciummu!!"

Karena kata Matteo Friska tiba-tiba mengangkat kepalanya dari lutut, dan air matanya tiba-tiba tertinggal di matanya, tetesan air mata bersinar.

"Wow-", Friska tidak bisa mengendalikan emosinya, dan dia menangis lagi. "Apakah kamu mengancamku? kamu bajingan jelek ini! wu wu wu - "

"……"

Apa!!

Friska dicium

selalu bisa melakukan apa dia mengatakan dan bisa

berlarut-larut, lidah panas itu mengungkil gigi Friska,

tubuh Friska yang halus dan

melawan dan menolak, tetapi menghadapi kelembutan dan hegemoniknya,

berkabut, Friska menatapnya dengan kasihan, begitu lemah,

tidak tahu Matteo ke mana, aku hanya merokok sebatang rokok

tidak asing terdengar dari luar pintu, dua

Friskamenjadi kaku, dan pipinya tiba-tiba

aku akan meneleponnya." Orang

dan menatap Matteo di depannya,

bisa lihat sedikit panik,

"HPmu……"

dia dengan

diselesaikan, ponsel di saku Matteo

saat ini rasanya

"Hei?"

mencurigakan Mellisa datang

melihat wajah pucat Friska, dan dia mengeluarkan telepon dari sakunya dengan tenang. Penelepon di telepon menunjukkan "Mellisa". Dia

mendengar telepon Matteo berdering!" Kata Mellisa,dan dia

dan mata menatap

ada orang di

berteriak di luar kamar

dengan gugup. lalu dia mencubit hidungnya dan menekan suara, dan

jangan meneleponku lagi, aku akan

oke! Aku sedang di kamar kecil! Sekarang

"Oke, kembali, wu wu-"

dia belum bereaksi. Bibir merah mencium

hampir tidak menduga bajingan

ini, Matteo

tidak tahu ibu dan calon istrinya berdiri

Dia merasa malu sambil marah. Dia ingin mendorong Matteo, tetapi

Bajingan ini pasti sengaja!!

terlalu banyak pikiran. Dia terus menelepon Matteo,

mencium Friska lebih keras.

leher putih Friska, dan bekas bibir ungu-merah mencetak satu demi satu

memukul

kemeja Friska, dan meraba dada

tetapi dua wanita bergiri di

ingin melawan, tetapi di menghadapi kekuatannya, dia tidak

yang

tahu Matteo sengaja, dia sengaja mempermalukan

bisa melupakan rasa malu dan sakit

keluar dan

tidak berhasil, dan kedua perempuan di luar

Bình Luận ()

0/255