Bertemu Lagi Denganmu

Bab 63 Katakan! Siapa yang Menaruh Obat

Bab 63 Katakan! Siapa yang Menaruh Obat

Jadi pria satu-satunya, Matteo menyalonkan diri.

"Matteo, aku yang temani kamu saja."

Kali ini, Mellisa tidak memberika kesempatan kepada siapapun, habis berkata dia berlari menggandeng lengan Matteo.

Friska berakting memanggang daging dengan serius, mengenai kemesraan mereka, dia memutuskan untuk disaring automatis.

"Aku juga pergi!!"

Sherly berkata sambil berdiri, melompat sampai di sebelah tangan Matteo, menarik tangan Mellisa, "Aku yang temanin dokter Matteo!"

Matteo mengerutkan alisnya, dan berkata dengan datar, "Tidak usah, aku aja yang pergi sendiri, kalian tunggu di sini!"

"Tidak mau, aku harus pergi!" Sherly keras kepala dengan tanggapannya.

Mellisa menggigit bibirnya di sebelah.

Matteo tidak memedulikan mereka, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku, dan berjalan menuju ke hutan dengan sendirian.

Sherly hendak mengejarnya, tetapi tangannya ditarik oleh Friska, "Sherly, temanin aku panggang daging saja."

Mellisa langsung mengejar Matteo, "Matteo, aku pergi denganmu!"

"Kak????"

Sherly tidak senang.

Melihat sosok mereka yang pergi, dia hanya bisa menetap di sana dan menghentakkan kakinya.

"Masih meninggalkan kita dan menjalani dunia milik berdua! Kalau tahu begitu mendingan tidak usah datang!" Sherly mengeluh dengan tidak puas.

Friska tidak berbicara, dan lanjut untuk memanggang daging dengan tenang.

????????????

Dan di sini, disbandingkan dengan ketertarikan Friska, Mellisa terlihat lebih senang, perasaannya terlihat selalu bagus.

Matteo membungkukkan badannya untuk mengambil kayu bakar, Mellisa menemaninya.

"Yi Xua, Kamu tahu apa yang dikatakan Friska kepadaku?"

Mellisa menjongkok di sebelah Matteo, menyengir, "Dia bilang dia merasa kita sangat cocok, berharap kita untuk cepat menikah, lalu melahirkan anak yang gemuk!"

Gerakan Matteo mengambil kayu bakar, terdiam beberapa saat, lalu, dia melanjutkan lagi.

"Dia juga menyalurkan beberapa pengetahuan tentang hubungan suami istri, hehe, hanya mendengarkan hal dia dengan Dylan, aku merasa bahwa mereka bahagia banget! Dia juga barusan berkata, dia dan Dylan lagi bersiap untuk memiliki anak! Mereka benar-benar bahagia ya, aku iri setelah mendengarkannya, tidak seperti kita, padahal kita sudah mau menikah, pada akhirnya harus tunggu 3 bulan lagi, aiya????"

Mellisa terus berbicara di sebelah, Matteo berdiri, melihat sekitar, "Di sini harusnya tidak ada kayu yang mudah dibakar lagi, coba cari lebih dalam lagi."

Mellisa terbingung, "Matteo, kamu tidak mendengarkanku ya?"

Matteo tersenyum dengan datar, ekspresinya terlihat cuek, "Aku mendengarkannya, tetapi mengenai kebahagiaan orang lain, aku tidak tertarik."

Dia berkata sambil mengerutkan alisnya, dahinya berkeringat.

Dia ada sedkit aneh, di hutan yang dalam ini, ditambah cuaca yang dingin, lebih jalan ke dalam harusnya lebih dingin, tetapi dia malah kebalikannya, tidak hanya tidak merasakan sedikitpun dingin, sampai-sampai tubuhnya semakin panas, telapak tangannya juga basah.

"Matteo, kenapa?"

Mellisa melihatnya dengan khawatir.

Matteo menggelengkan kepalanya, "hanya merasa ada sedikit

putih yang tipis, kemeja itu sudah dibasahi oleh jejak keringat,

dikit sekali, hati-hati masuk angin."

"Tidak apa-apa, jalanlah."

Mellisa berjalan ke hutan yang

di depan, Mellisa mengikutinya dengan

"Ah------sakit????"

dia membungkukkan badannya dan memeluk kakinya, wajahnya

"Kenapa?"

ke

"Tidak????Tidak apa-apa, hanya keseleo."

kepala, mengerutkan alis yang bagus itu menjadi satu, "Matteo, bantu aku untuk duduk di

ke batu kecil yang tidak

sana, tetapi tidak disangka setelah beberapa langkah, tiba-tiba kakinya ringan, Mellisa sambil

Mellisa menangis terkejut.

pelukan Matteo yang hangat, "Matteo, aku takut, ini apa? Kenapa kita bisa jatuh ke

memeluk Matteo dengan erat, bagaimanapun tidak melepaskannya,

Matteo juga tidak mendorongnya dengan cepat, tetapi dia juga tidak merangkulnya dengan erat, hanya membelai

sekitar, dia berkata dengan percaya diri, "Seharusnya akan ada orang

pasti ada orang yang akan mengecek perangkap

untuk naik dengan sendiri.?? Matteo berkata sambil ingin mendorong Mellisa keluar dari pelukannya, tetapi Mellisa tidak mau, dia memeluknya dengan

panas dan tidak

dia sendiri juga bingung

yang ada di pelukannya,

"Matteo, kamu kenapa?"

melihatnya, berpapasan dengan tatapan Matteo

menyentuh dahinya, baru menyentuh kulitnya, Matteo

"Aku tidak apa-apa."

Dia bersikeras.

sekali! Mukamu juga

Muka Mellisa terlihat panik.

mulai mennyelidiki situasi ke samping lubang

ingin dilakukannya sekarang, adalah keluar dari lubang ini secepat mungkin, karena,

berat, tetapi ketika Mellisa menggesek di pelukannya beberapa kali, bagian bawahnya

bukan irama biasa di tubuhnya, terhadap

tepi gua, dia kecewa, dindingnya sangat licin, tidak mungkin dia bisa memanjat batu itu dengan tangan kosong, sekilas, mereka yang sekarang

dia tidak menemukan HPnya setelah memegang beberapa saku, dia baru kepikiran bahwa ketika dia merakit tempat

badannya ke arah

tidur dengan cepat, lupa mencharge HP, dia sudah tidak ada baterai

Matteo, dia

"Bagaimana?"

Matteo dengan ekspresi kasihan, berkata

"Kalau begitu tunggulah,

apa-apa, tadi pas keseleo cuman sakit sebentar, sekarang sudah tidak sakit. Tapi aku

mau keluar dari pelukannya, sepasang lengan merangkul di pinggangnya yang berotot dengan erat, tidak membiarkan

"Mellisa, lepaskan aku!"

Matteo, terdengar lebih

jelas, di bawah perutnya, ada sesuatu yang keras sedang menahan perut Mellisa yang lembut, dia hendak mundur, tetapi tidak disangka bahwa Mellisa merangkulnya dengan erat seperti lem, membiarkan bagian bawahnya yang keras itu menahannya, tidak membiarkan

polos, melihat Matteo dengan terpesona, merengek, "Matteo, jangan mendorongku,

dan Sherly yang sedang menunggu kayu bakar melihat

lebih dari satu jam, kenapa masih belum kelihatan ada orang yang

Bình Luận ()

0/255