Bertemu Lagi Denganmu

Bab 64 Tahu Sendiri

Bab 64 Tahu Sendiri

"Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu!" Mellisa menggelengkan kepalanya, dengan segera menyangkal, tiba-tiba, sepertinya dia mengetahui sesuatu, "Matteo, kamu ...... apakah kamu diracuni oleh obat...... seperti itu?"

Sampai di sini, muka Mellisa memerah dengan tidak sadarnya.

Dapat dirasakan dia sedang memegang pergelangan tangannya, panas sampai mendidih, melekat di kulit Mellisa, dan membuat jantungnya berdetak dengan kencang.

Kelihatannya pengaruh dari obat ini, benar-benar seperti yang dikatakan tuan toko seks itu, Mellisa hanya mengoleskan di permukaan cangkir itu satu lingkaran, tetapi efeknya sangat kuat.

"Sherly!! Pasti dia......"

Mellisa berkata dengan marah, "Pantesan kemarin dia bilang dia mau ikut, dan masih bilang bahwa dia akan seberusaha mungkin untuk mengambilmu dari sisiku, tadi juga dia memaksa untuk ikut bersamamu! Tidak aku sangka dia akan menggunakan cara yang licik ini!"

Matteo menggigit bibirnya yang tipis, mengeluarkan garis yang yang lurus dan kaku, pandangannya dingin dan tajam, melihat ke arah Mellisa, membuat punggungnya menjadi dingin.

"Beneran bukan kamu?" Dengan kata-kata dingin, satu kata demi satu kata dikeluarkan dari celah giginya.

Mata Mellisa memerah, "Matteo, kamu lebih percaya kepada mereka berdua, dan tidak percaya aku?! Aku baru tunanganmu! Kenapa aku yang melakukan hal seperti menaruh obat di cangkirmu?"

Air mata keluhan Mellisa jatuh seperti mutiara yang pecah, "Cangkirnya disiapkan oleh Sherly, dia juga yang menuangkan airnya, ditambah cangkirmu juga diantar oleh Friska, kamu pikir aku ada kesempatan untuk melakukannya? Matteo, kecurigaanmu terhadapku, adalah salahmu! Di matamu, aku Mellisa beneran sejahat itu kah? Atau bilang, di hatimu, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan kakak adik itu ????.. huhuhu ????."

Tangisan keluhan Mellisa terhadap Matteo, kedua tangannya menarik kerah kemejanya, bersandar di depan dadanya dan menangis.

Terhadap pengontrolan dia, Matteo tidak tahu harus bagaimana membela dirinya sendiri.

"Jangan nangis lagi, kalau benar itu hanya salah paham,, aku minta maaf."

Kejadian itu terjadi dengan begitu tiba-tiba, sehingga dia tidak menduga dan membuat pikirannya tidak tahu arah.

Dia benar-benar tidak tahu, di dalam tiga perempuan itu, siapa yang akan membuat hal yang licik ini, apa tujuannya dari kejadian ini? Apakah benar ingin menjalin hubungan dengannya?

He! Ini terlalu konyol!

Tetapi ada satu titik, dia bisa memastikan, yang meracuninya PASTI bukan Friska!

Tiba-tiba, pikirannya mengulang kembali ke adegan kamar mandi di malam itu, gambaran yang emosional itu, tetapi dia malah melarikan diri, kenapa juga dia harus meracuninya lagi?!

Namun, begitu dia kepikiran Friska, Matteo merasakan bahwa tubuhnya menjadi semakin tidak terkendali, tubuhnya panas dan tidak nyaman, ditambah barang yang berada di bagian bawah perutnya membengkak dan akan meledak kapan pun.

Dia ingin membuang semua adegan yang ada di kepalanya, tetapi malahan, pikirannya tentang Friska semakin kuat, dari kemeja putih yang tipis itu, dapat melihat bentuk badannya, sampai dapat merasakan bahwa ada badan yang panas sedang melekatkan badannya ke badan Matteo????

Tangan kecil yang lembut, membelai dadanya yang berotot, dengan hati-hati membuka kancingnya satu per satu????

Perasaan mati rasa seperti itu, seperti sedang menggaruk hatinya, membuat nafasnya semakin berat, pandangannya terdapat tatapan nafsu, keinginan, dan harapan yang siap masuk ke tubuhnya saat ini!!

bibir Matteo, menciumnya dengan

adalah muka Friska yang

"Matteo, mau aku????"

itu ke pelukannya dengan erat secara

pelukannya tanpa ragu-ragu, dia menggelengkan kepalanya yang pusing, muka Friska yang di dekatnya itu pudar, digantikan oleh wajah Mellisa yang

saat dia

tidak sama, kelihatan sekali bahwa Friska yang kurus memiliki ukuran pinggang yang lebih kecil, dan ketika memeluk pinggangnya, tangannya nanggung, tetapi dia suka perasaan yang begitu, sampai tergoda, jadi dia

"Jangan sentuh aku????"

agak kasar dan

seperti skandal, sebuah ciuman yang mendalam melekat ke bibir Matteo, "Matteo, bolehkah kamu lebih terbuka? Kamu

tangan Matteo yang besar dan

yang tiba-tiba datang itu membuat hati Matteo terasa tegang, dia hampir tidak sadarkan diri,

mencintainya dan membencinya, tetapi dia, sepertinya sudah tidak sadarkan diri, mengenai

Mellisa yang mesra itu

karena bisikan itu,

Friska langsung merasa bahwa dia datang

penuh semangat, dia tiba-tiba merasa, ada sesuatu yang

memompa dengan keras dan

tidak melihat adegan itu, tidak melihat sosok Matteo yang sedang mencium Mellisa dengan mendalam itu, tidak melihat

menarik napas yang dalam, dan

bulu matanya, dia menutup mata, duduk dengan tenang di tempat itu, tiba-tiba dia merasakan,

"Friska!!"

meneriaknya di dalam gua, teriakan itu

akan ada

menoleh ke belakang, mengelap air matanya, membungkuk dan melihat Matteo yang berada di

giginya dan melihat ke arah Friska yang berada di luar

yang terjadi, kenapa dia melihatnya seperti ini? Apakah dia

awal. Tetapi masih duduk di atas melihat

belum sempat berespons, ekspresi Mellisa sudah berganti, ekspresi yang sedih berkata padanya, "Friska, cepat kamu panggilkan orang untuk menolong

naikkan ujung mulutnya sedikit, seperti senyuman dan juga bisa tidak, ada maksud dingin di

ke polisi,

berkali-kali tetapi tidak terhubung, Sherly bilang baterai di HPmu tadi pagi masih penuh, sekarang tiba-tiba mati, kamu tidak tahu

yang memucat, dia sepertinya mengerti sesuatu, senyumannya semakin cerah. Kemudian, menoleh ke arah Matteo yang berada di sebelah, berkata dengan

sudut mulutnya

yang ada di sampingnya, mata yang menawan itu mengeluarkan tatapan yang tajam, dia hanya menempelkan bibirnya, dan tidak berkata

satu pandangan Matteo, Mellisa sudah mempunyai perasaan yang dingin di

apa-apa

dalam gua, kesadaran Matteo sepertinya terbangun

keberadaan Friska, dan dia juga tidak baik untuk

sudah datang, semua orang berusaha

Bình Luận ()

0/255