Cinta Setelah Menikah

Bab 45 Terluka Tanpa Disengaja

Bab 45 Terluka Tanpa Disengaja

Suara mesin yang menderu, memecah kesunyian malam, Lamborghini melaju gila bagaikan kuda liar yang hilang kendali, melaju di tengah jalan yang terang benderang, pejalan kaki dan kendaraan lain pun menghindar. Suara jeritan dan suara rem mobil menyatu di jalan itu.

Lamborghini itu berhenti di depan "Tempest Bar", ban mobilnya yang bergesekan dengan aspal jalan, menimbulkan suara keras yang memekakkan telinga. Para pria dan wanita di sekitarnya pun kaget setengah mati dibuatnya.

Seorang wanita yang mengenakan rok ketat hitam, dan pacarnya yang baru saja keluar dari bar, hampir tertabrak oleh Lamborghini milik Reyhan. Wanita itu takut dan berteriak sambil berlindung di pelukan pacarnya. Lelaki itu berteriak sembari menghibur kekasihnya yang ketakutan: "Kamu cari mati ya? Hati-hati kubunuh kamu!" Lelaki itu mengenakan kemeja dengan motif bunga, di lehernya terjuntai kalung emas tebal yang berkilauan. Dia menunjuk Reyhan dengan jarinya yang mengenakan cincin emas yang besar.

Pintu Lamborghini pun terbuka. Nampak sosok tinggi penuh wibawa Reyhan, dengan wajah dingin dan sedikit senyum sinis, membuat orang sekelilingnya merasakan tekanan yang amat kuat, seolah-olah udara di sekitarnya menjadi lebih dingin…

motif bunga i. Suaranya tidak keras, tapi cukup meneror lelaki itu: "Barusan kamu bilang apa? Aku tidak dengar jelas, coba katakan sekali lagi." Lelaki dengan kemeja bunga itu dibuat takut

sebuah pukulan keras menghantam pipi kanannya! Darah pun mengalir dari hidungnya.

panjang semampai, berdiri dengan mantap, melihat sekitarnya dengan

cari masalah di tempatku!" ujar seorang pria tampan,

alis, Reyhan berkata: "Ethan, tamu yang datang ke barmu

mengacuhkan perkataan Reyhan: "Ayo, masuk kedalam dan minum. Sudah lama tidak berkumpul. Hermosa juga ada

artis dengan riasan tebal berlarian keluar dari ruangan VIP dengan semangat! Jika bisa mengambil hati Reyhan, di kehidupan selanjutnya, tidak, di dua kehidupan selanjutnya tidak perlu cemas akan

di pangkuannya. Reyhan melepas mantelnya, dengan santai melemparnya ke sofa,

Bình Luận ()

0/255