Cinta Setelah Menikah

Bab 52 Harus Tegar

Bab 52 Harus Tegar

Dua orang itu makan sambil menunduk. Meja makan itu sangat sunyi. Suasananya sangat mencekam. Kenzie memaksakan diri untuk menenggak semangkuk bubur, dan berhenti makan setelahnya.

"Aku kenyang, Kamu makanlah pelan-pelan. Aku akan membereskan mangkuk dan sumpitnya nanti." Kenzie berdiri dan bersiap untuk meninggalkan meja makan. Tubuhnya sangat lelah, ia tidak memiliki tenaga lagi.

"Berhenti!" sahut Reyhan dengan datar: "Sapu rumah!"

Kenzie mendongak menatap Reyhan yang meminum susu, tanpa ekpresi, hanya ada pandangan membakar di dasar matanya. Tiba-tiba Kenzie merasa bimbang. Reyhan yang saat ini tidak lagi kasar dan dingin, malah membuatnya merasa sedikit bersalah.

Hanya orang hebat yang bisa mengerti keadaan sekarang, nyawa Ayahnya sedang berada di tangan Reyhan, jadi lebih baik menurut saja. Dia mengangguk berkata "Iya.", juga bertanya "Ada hal lain lagi yang harus kulakukan?"

Dia berdiri sambil membawa sarapan yang belum habis ke

keberadaan Kenzie, bahkan jika Dia duduk

di hatinya. Begini juga baik, Reyhan tidak akan mengganggunya lagi. Dua orang, yang tinggal di bawah atap yang sama, tapi bagaikan terpisah ribuan kilometer. Menjaga

Reyhan marah dalam beberapa waktu ini. Dia

aktivitas yang mengharuskan mereka membungkuk dan memanjat, tetapi

atas sofa, ia melihat Kenzie yang

menangis di dalam hati, ingin bertanya: "Presiden Reyhan, apakah Group Realtech sudah bangkrut? Kamu sangat santai, apakah

perintah dengan baik untuk membersihkan rumah. Lantai dipoles hingga berkilau

pelayan terbaik di dunia. Mungkin dengan begini baru bisa membuat tuan muda Reyhan puas. Di siang hari, Reyhan berbaring di sofa

menghadap ke belakang, berpapasan dengan mata Reyhan yang gelap. Apakah ini ilusi? Dia merasa tatapan Reyhan

Bình Luận ()

0/255