Cinta Setelah Menikah

Bab 64 Memeluk dengan Erat

Bab 64 Memeluk dengan Erat

Kenzie pun mengalami mimpi yang panjang. Dalam mimpinya, Dia kembali ke masa remajanya yang menyenangkan. Perusahaan Ayahnya masih sangat baik. Ibunya pun masih belum meninggal karena kecelakaan mobil. Dia masih seorang putri yang cantik dan dijaga oleh orang tuanya. Senior Steven, berdiri di bawah pohon ceri, tersenyum kepadanya. Senyumnya bahkan lebih hangat dari angin musim semi.

Tiba-tiba Dia terbangun mendengar Reyhan bergumam. Berpikir Reyhan terbangun, Kenzie pun membalikkan badan dan melihatnya. Baru saja ingin bertanya apa yang Dia bilang barusan, ternyata matanya masih tertutup. Ternyata Reyhan mengigau dalam tidurnya.

Mata Reyhan tertutup rapat. Bulu matanya yang tebal bergetar dengan tidak nyaman. Mulutnya menggumamkan sesuatu. Ekspresi wajahnya pun penuh ketakutan dan keputusasaan.

Kenzie terkejut. Dia tidak pernah melihat Reyhan seperti ini. Melihatnya sangat tidak berdaya dan kesakitan, ia tahu, Reyhan pasti mimpi buruk.

Saat hendak membangunkannya, tiba-tiba Kenzie mendengar mulutnya berbisik: "Mommy, jangan... Jangan... Mommy, Reyhan sangat penurut, Reyhan akan patuh, jangan..."

Bersama dengan tangisan rendah, mata Reyhan tiba-tiba terbuka. Dia terbangun dari mimpi buruknya.