Cinta Setelah Menikah

Bab 66 Tidak Mempedulikannya

Bab 66 Tidak Mempedulikannya

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Kenzie seperti penguntit, sungguh memalukan, diam-diam ia membuntutinya.

Betty sedang memeluk Snow ball yang ada di depannya, lalu Kenzie berpura-pura berjalan santai, sambil membuntuti dari belakang dengan jarak kurang lebih 30 meter, dan ingin melihat ke kamar mana Betty akan masuk.

Dia tidak berniat jahat, dia hanya ingin melihat Steven, memandangnya dari jauh saja sudah cukup.

Kenzie hanya ingin tahu apakah dia baik baik saja, dan penyakitnya parah atau tidak. Sama sekali tidak ingin mengganggu hidupnya, cukup memandangnya dari jauh saja.

Ketika Betty berjalan di sekitar bangunan kecil berwarna krem yang begitu elegan, Kenzie baru mengerti bahwa seniornya benar benar dirawat di gedung yang sama dengannya. Begitu dekat, tetapi serasa jauh.

"Kamu di ujung sungai sana, aku di ujung yang lain. Setiap hari aku merindukanmu, tapi tidak bisa bertemu denganmu, kami berdua seperti minum air sungai yang sama diujung yang berbeda." Kenzie tiba-tiba teringat tarian rakyat kala itu ketika dia berada dalam pertunjukan budaya sekolah. Iringannya adalah lagu ini.

Pada saat itu, dia memerankan seorang gadis berusia 16 tahun yang cantik. Dan Steven adalah seorang anak laki-laki berusia 18 tahun yang tampan. Kala itu dia sedang menari di atas panggung, Steven memandangnya dari kerumunan bawah panggung, dan matanya menatap lurus, masuk ke dalam hatinya melintasi suara-suara musik.

Di bawah riasan yang tebal, wajahnya memerah, dan tidak bisa ditutup lagi rasa malunya.

Bocah berusia 18 tahun yang tampan itu, menatapnya dengan takjub dan penuh pujian, acara pesta besar itu berubah menjadi hari favorit Kenzie..

Betty berjalan ke bangsal di ujung koridor. Bangsal itu sama dengan bangsal tempat tinggal Kenzie. Ada teras besar di sebelahnya, dengan tanaman hijau pot besar di atasnya.

Kenzie pergi ke teras dan membiarkan tanaman hijau cerah itu menutupi tubuhnya dan sambil melihat ke arah bangsal.

Steven terlihat sangat pucat. Wajah yang semula putih merona, sekarang berubah putih pucat. Dia duduk di meja dan sepertinya sedang membaca sesuatu dari laptopnya. Betty dari belakang teras, menatap wajahnya dekat.

Hatinya tiba-tiba terasa sakit. Meskipun dia tahu bahwa seniornya telah bertunangan, meskipun dia tahu bahwa dia tidak memiliki kemungkinan untuk bersama Stevem, tetapi melihat dia dekat dengan perempuan itu, Kenzie tidak bisa menahan rasa sakitnya.