Cinta Setelah Menikah

Bab 67 Mencarinya

Bab 67 Mencarinya

"Prak!" Suara tamparan membuat mereka berdua terpana.

Kenzie tidak berpikir bahwa kekuatannya begitu hebat. Ia begitu heran melihat telapak tangannya merah.

Reyhan menatapnya dengan tidak percaya, dengan kemarahan dan luka di matanya. Kelopak mata seperti haus darah dan menjadi merah dalam sekejap.

Dengan senyum licik, Reyhan meraih leher kecil Kenzie, suaranya seperti iblis dari neraka: "Kenzie, siapa yang memberimu keberanian untuk menamparku? Berani memperlakukan tuan emasmu seperti ini?"

Leher Kenzie hampir hancur olehnya. Kaki secara naluriah menendang ke arah Reyhan.

Pupil matanya makin memerah, telapak tangan dilempar keras, Kenzie ditampar sampai jatuh ke sofa oleh Reyhan, dan wajah kirinya bengkak, rasa sakit terbakar. Tetapi Kenzie tidak mengatakan apa-apa, tidak meminta belas kasihan, dan tidak lagi mengelak. Seperti seorang kayu, sebuah boneka kain jatuh di sofa, dan wajah putihnya acuh.

Melihat sikap Kenzie yang keras kepala, amarah Reyhan bahkan lebih buruk. Melangkah kedepan, menarik rambut Kenzie, menatap matanya, sambil berkata dengan acuh, "Kenzie, kamu tahu identitasmu kah?! Wanita hamil? Cukup satu patah kata dariku, anak di perut kamu sebentar lagi akan segera mati!"

Kenzie menggantung kepalanya dan menertawakan dirinya sendiri. Ya, wanita yang berani melawan tuan emasnya, Kenzie, apakah kamu tidak sadar?

Reyhan berjalan keluar dari pintu bangsal dengan penuh amarah. "Peng!" terdengar suara keras dari pintu yang dibantingnya. Suara ini, bersama dengan kata-kata Reyhan, seperti pisau tajam, memasukkan hati Kenzie ke dalam lubang besar.

Kenzie masih menahan postur tubuhnya ditampar oleh Reyhan. Di sudut bibirnya ada senyum yang suram. Ya, dia pikir dia siapa! Seorang simpanan, dengan anak haram di dalam perutnya yang bahkan tak jelas siapa ayahnya. Hak apa yang dia miliki untuk marah dengan Reyhan?

Dia seharusnya nurut meminum semangkuk sup ayam yang membuatnya mual, dan harus melepas pakaiannya dan membiarkan Reyhan melupakan penatnya. Bukankah itu hal yang seharusnya dilakukan oleh wanitanya?

Dia memang melalaikan tugas.

Kacang merah ada di kolong dapur, karena bagian atas kantong plastik tidak tertutup rapat, kacang merah bundar tersebut, berjatuhan kebawah...

Kenzie perlahan berjongkok dan mengambil kacang yang jatuh kebawah, satu dua tiga dan empat... Dia dengan sigap mengambil kacang merah itu. Hatinya kembali sakit saat mengingat keintiman Steven dan Betty, tanpa ia sadari air matanya turun.

Kacang merah... Ya, dia ingin memasak bubur untuk Steven. Bagaimana dia bisa melupakannya? Kenzie menyeka air matanya dengan telapak tangannya, mengambil kacang dan mencucinya, dan memasukkan sedikit beras ketan ke dalam panci kecil.