Cinta Setelah Menikah

Bab 71 Lihat Dirimu yang Miskin

Bab 71 Lihat Dirimu yang Miskin

Mengemudi menuju jalan utama, semakin banyak mobil di jalan, Reyhan tidak lagi bercanda dengan Kenzie, berkonsentrasi mengemudi.

Tiba-tiba, suara dering telepon memecah keheningan di dalam mobil. Telepon mobil Reyhan berdering.

"Bicaralah." Kata sambutannya selalu begitu sombong dan singkat.

Pihak lain berkata sesuatu. Wajah Reyhan menunjukkan ekspresi puas: "Oke. Kalian bersiap siaplah. Sebentar lagi aku akan kesana."

Menutup telepon, Reyhan memarkir mobil di sisi jalan dan melepaskan ikatan sabuk pengaman pada Kenzie.

"Kamu pergi sendiri ke toko pakaian, ada sesuatu yang harus ku urus." Instruksi Reyhan tegas , tidak memberi Kenzie ada ruang untuk membantah.

Kenzie telah terbiasa dengan kesewenang-wenangannya. Ia sama sekali tidak bertanya apa yang sedang terjadi, dan dia turun dari mobil dengan santai. Mengangkat sepasang matanya yang indah dan menatap Reyhan: "Toko bajunya dimana?"

Tatapan Reyhan penuh dengan senyum. Tampaknya ia dalam suasana hati yang sangat baik. Dia mencubit wajah Kenzie. "Tidak jauh, tepat di depan jalan. Kamu ikuti jalan ini, pergi ke persimpangan di depan, belok kanan. Kamu akan melihatnya, Saint Laurent Haute Couture. Ketika urusanku telah selesai aku akan menjemputmu."

Selesai Reyhan mengatakan itu, Kenzie tutup pintu, dan Reyhan menginjak pedal gas, mobil mewah itu seperti panah pergi dengan cepat.

Kenzie menemukan toko busana mewah sesuai dengan rute yang dikatakan Reyhan. Toko ini didekorasi dengan gaya luar biasa elegan, dinding putih susu, dekorasi detail berwarna emas, dan pintunya pilar bergaya Romawi yang megah. Gaya toko itu secara keseluruhan menggambarkan beberapa keanggunan klasik dan kemewahan.

Berjalan ke dalam toko, seorang asisten toko dengan tampilan ramah datang: "Selamat datang!"

Petugas lain menaruh segelas limun di depan Kenzie: "Apakah Anda ingin membeli pakaian jadi atau melihat contoh pakaian yang dibuat khusus?"

Kenzie tersenyum sopan pada petugas itu, "Aku lihat-lihat dulu."

Kenzie mengenakan gaun putih longgar, dan gayanya begitu sederhana. Bajunya itu dia beli di pasar malam dengan harga murah. Reyhan membelikannya begitu banyak pakaian, tapi ia tidak memakainya, karena ia selalu merasa bahwa itu bukan miliknya sendiri.

Rambutnya tidak sama sekali diwarnai, rambut itu diikat asal asalan, sehingga ia terlihat sangat sederhana, bahkan terkesan miskin.