Cinta Setelah Menikah

Bab 74 Tidak Perlu Menyenangkan Orang Lain

Bab 74 Tidak Perlu Menyenangkan Orang Lain

Saat kepalanya mulai ringan, ciuman itu dilepaskan, Kenzie membuka mata besarnya dan melihat Reyhan menatapnya dalam.

"Kenzie, kamu sepertinya senang!" goda Reyhan.

Kenzie sangat malu hingga merasa ingin bersembunyi.

"Hei, jangan malu-malu! Malam ini aku akan memuaskan dirimu setelah pulang dari pesta!" Reyhan menyadari bahwa ia semakin suka berdebat dengan Kenzie. Menggodanya dan melihatnya marah dan malu sangatlah menyenangkan.

Kenzie menoleh, dan sama sekali tidak mempedulikan Reyhan. Ia tidak akan menang jika berdebat dengan Reyhan.

Kenzie mengenakan gaun tanpa lengan, AC di mobil itu agak dingin, dan Kenzie memeluk bahunya.

"Pakailah." Reyhan melepas jasnya dan menyerahkannya kepada Kenzie, menyuruhnya untuk menutupi lengannya.

Kenzie mengambil jas dan meletakkannya di tubuhnya. Harum Reyhan meresap di ujung hidungnya. Reyhan adalah orang yang sombong, aroma jas ini sama seperti dirinya, harum cologne, yang sama sombong dengan pemiliknya.

Kenzie memikirkan aroma mint samar dari Steven, dan hatinya agak sakit dan ia menghela napas.

"Kenapa menghela napas?" Mata Reyhan memandang jalan di depan, sambil mengerutkan kening dan bertanya.

"Tidak apa-apa." Kenzie menutup matanya dan berpura-pura tidur. Dia bukan orang bodoh, bagaimana dia bisa memberi tahu Reyhan apa dia sebenarnya.

Reyhan bertanya dengan dingin, "Siapa nama tunangan Betty?"

Kenzie terkejut. Meskipun matanya masih tertutup, bulu mata yang panjang masih bergetar, dan Reyhan melihat ini dengan sudut matanya.

"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya ini?" Kenzie mencoba berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Reyhan berbalik untuk melihat Kenzie, dan di pupil matanya yang dalam melintas melalui cahaya dingin yang tajam, "Apakah kamu kenal dia?"

Kenzie sangat takut sehingga dia hampie bangkit dari kursinya: "aku tidak mengenalnya, bagaimana bisa aku mengenalnya?

Reyhan semakin lebih dingin, dan suaranya juga agak keras: "Kenzie, kamu sebaiknya jujur."

bergumam, "Kenapa harus sinis begitu?" Tubuh itu menyusut ke dalam mantel Reyhan, berbisik,

ada hubungan lain?" mata Reyhan

menatap Kenzie dengan serius dan

tidak begitu mudah ditipu, Kenzie tahu ia tak bisa

dan sepasang matanya

membuat matanya polos dan

kemudian, Reyhan melepaskan tangannya, suara itu dingin dan kejam: "Aturan kelima, tanpa izinku, tidak

Kenzie bersumpah, dia benar-benar tidak ingin memprovokasi Reyhan. Namun,

manusia? Bahkan kebebasan paling dasar saja tak ada? Aku berbicara kepada pria

Reyhan

bisa berkata apa-apa, dan ada sengatan di hatinya. Ini

yang ia kenakan

suara gesekan yang keras di tanah. "Kenzie, jangan membuatku marah!"

takut. Dia begitu kesal lalu menutup matanya dan terus berpura-pura tidur, tidak biarkan dirinya

mencekik terasa di

melaju kencang di jalan dengan deretan pohon. Kenzie

melirik Kenzie dan menemukan bahwa wanita kecil itu sudah tertidur. Hatinya seperti api. Wanita ini benar-benar tak berperasaan, tadi masih bertengkar

wajah Kenzie, membangunkannya, tetapi tangannya tiba-tiba berhenti di

erat dan menutupi tubuhnya, wajah yang kecil, putih dan bersih,

menjadi sebuah kelembutan. Ia mengambil jas yang baru saja dikembalikan Kenzie padanya dan dikenakannya lagi padanya. Melihat

pesta makan malam. Ada banyak mobil mewah di tempat parkir, dan wanita-wanita dan

Menurunkan kursinya sedikit, meletakkan kedua tangannya

menjadi lembut, pada saat ini, siapa pun yang melihat pemandangan di dalam mobil ini akan berpikir bahwa

gadis kecil itu patuh, dia terlihat imut. Mata Reyhan menatap jari Kenzie yang putih dan halus. Di jari itu, tersisip cincin jantung

memikirkan kalimat Kenzie "Apakah kamu

Apakah wanita kecil

merasakan tatapan Reyhan terhadapnya, Kenzie tiba-tiba merasa dingin dalam tidurnya. Dia terbangun, membuka matanya

menjerit kencang menatao lelaki yang menontoninya

Reyhan: "Apa yang kamu lakukan?" Reyhan menyembunyikan kelembutan di matanya, dan matanya menjadi

Ini sungguh menakutkan!" Kenzie

Bình Luận ()

0/255