Cinta Setelah Menikah

Bab 78 Butuh Satu Pelukan

Bab 78 Butuh Satu Pelukan

Jalan ini bukanlah jalan yang mudah dilewati, sepanjang jalannya penuh dengan lubang, ditambah Kenzie memakai sepatu hak tinggi, Kenzie sangat kesulitan.

"Orang-orang kaya ini bagaimana bisa begitu pelit! Mengapa tidak membuat jalan ini disemen, supaya lebih mudah untuk berjalan..." Kenzie berbisik memutari semak belukar.

Tiba-tiba, sebuah lengan besar dengan tenaga kuat menarik dirinya, Kenzie mengira kalau itu adalah Reyhan, "Bukankah kamu menyuruh aku pergi?!" Baru kata-kata ini meluncur, tiba-tiba ada tangan yang membekap mulutnya.

Tidak benar! Ini bukanlah Reyhan, Reyhan memiliki aroma yang wangi. Sedangkan pria disampingnya memiliki bau keringat yang menyengat. Sebenarnya siapa dia?!

Kenzie terkejut dan mengeluarkan jeritan melengking, mulutnya dibekap dengan erat, jeritan nya ditahan oleh seutas kain, dan suaranya berubah menjadi "Emm...emmm".

"Jangan berteriak, atau aku akan menyakiti wajahmu!" Sebuah benda dingin yang tajam menempel dilehernya, Kenzie tidak perlu melihat juga sudah bisa mengetahui kalau itu merupakan pisau yang tajam.

Ditengah bekapan pria itu, Kenzie teringat ketika masa kuliah, dia pernah diajarkan cara perlindungan diri, ketika bertemu dengan penculik, jangan pernah membuat mereka marah, harus berpikir cerdas. Ini bisa dibilang hutan kecil yang jauh dari kerumunan orang, dan lawannya ini pasti tidak sendirian, dia berteriak juga tidak ada gunanya.

Penculik merasa puas melihat Kenzie yang tidak melawan. Pisau itu dimasukkannya kembali, tetapi setelah itu ia menggunakan sebuah tali untuk mengikat pergelangan tangan Kenzie, mulutnya ditutupi erat oleh lakban.

Otak kenzie sedang berpikir keras, dia bukankah hanya seorang simpanan, tidak punya hak apapun, mengapa mereka mau menculik Kenzie? Apakah untuk mengancam Reyhan?

Kenzie tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mungkin! Kenzie benar-benar naif, mana mungkin Reyhan peduli jika seseorang menyandranya?

Kenzie didorong memasuki sebuah mobil berwarna hitam, hutan ini mempunyai dua jalan, yang satu adalah jalan kecil, yang menuju jalan besar. Dan masih ada satu jalan lagi, yang mengarah ke bukit hijau di belakang vila.

Kenzie dilempar masuk kedalam bagasi, sama sekali tidak bisa melihat keadaan diluar. Dia berusaha menajamkan pendengarannya, berharap bisa mendengar suara mobil di jalanan dan suara orang lainnya.

Tetapi sangat disayangkan hal yang Kenzie bisa dengar hanyalah sebuah kesunyian, hanyalah suara dari mesin. Hati Kenzie merasa sangat takut, sepertinya mobil ini ingin membawanya ke bukit hijau. Bukit hijau merupakan tempat yang sangat terpencil, tidak ada siapapun disana!

Air mata Kenzie pun mulai berjatuhan. Bayinya, bayinya yang bahkan belum sempat melihat dunia ini, apakah akan meninggal bersama sang ibu saat ia masih dalam kandungan?

Kenzie merasakan hatinya tercabik cabik, rasa sakit yang luar biasa.

Steven sedari tadi berjalan di jalan kecil, sudah kehilangan jejak Kenzie begitu lama, matanya sempat melihat Kenzie berbelok, menghilang dibelakang pepohonan. Dibelakang hutan sudah merupakan jalan yang menuju jalan utama, sepertinya Kenzie sudah pergi dengan menggunakan taxi.