Cinta Setelah Menikah

Bab 80 Hal yang Tidak Dapat Dihindari

Bab 80 Hal yang Tidak Dapat Dihindari

"Kenzie, mari kita makan!" Steven dengan bahagia memanggil Kenzie. Bisa dengan Kenzie bersama satu harian, merupakan mimpinya selama ini. Dan hari ini mimpi itu bisa terwujud.

Kenzie dengan cepat menghapus air matanya, berjalan menuju ruang makan.

Melihat Kenzie sekilas, senyuman diwajah Steven berubah menjadi kekhawatiran: "kamu kenapa? Kamu menangis?" melihat mata Kenzie yang berwarna merah dan sembab, ia langsung tahu kalau wanita itu baru saja selesai menangis.

"Kakak Steven, lukisan itu….apakah kamu yang melukisnya?" Kenzie mengumpulkan keberanian, menatap wajah Steven.

"Iya. Apakah kamu suka?" Steven menurunkan mangkok yang ada ditangannya, berjalan ke sebelah Kenzie, kedua tangannya memegang bahu Kenzie, dan menatap wajahnya, menunggu jawabannya.

Kenzie menatap Steven, memberikannya senyuman: "aku sangat menyukainya. "

"Kenzie, pada saat itu, aku tidak bisa menemukanmu dimanapun. Aku merasa takut bahwa selamanya tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, aku takut lupa dengan wajahmu. Karena itu, aku melukismu. Dengan ini, setiap aku sampai kerumah, aku bisa melihat wajahmu, seperti kamu selalu menemaniku ,disampingku. "

"Bagaimana dengan Betty? Dia tidak pernah datang ke rumah ini?"seketika Kenzie sangat ingin menanyakan ini, tetapi akhirnya dia juga tidak jadi mengatakannya. Hari ini adalah hari terakhir Kenzie dan Steven bisa bersama, harus melewatinya dengan bahagia.

Wajah Kenzie dihiasi oleh senyuman, membuat Steven terpana. Sudah tiga tahun berlalu, Kenzie terlihat semakin mempesona, tetapi tidak peduli bagaimanapun Kenzie berubah, Kenzie tetaplah cantik, hanya dengan melihatnya, Steven sudah merasa puas.

"Ayo, kita makan! Lihat apakah masakanku sesuai dengan seleramu." Steven menggandeng Kenzie menuntunnya menuju meja makan, membantu Kenzie menarik kursi.

Diatas meja tersaji empat macam makanan yang menggugah selera, mie sapi saus tomat terlihat sangat menggugah selera, sup yang kaya akan rasa, melihatnya saja sudah membuat perut berbunyi. Ada sup ikan kakap putih, ikan kakap putih terlihat bergizi dan segar, didalamnya juga ada berbagai bumbu dan rempah, mengeluarkan aroma sedap, ada juga ayam panggang, daging ayamnya terlihat penuh dengan kilatan minyak, dihiasi beberapa buah daunt mint, masih ada juga brokoli yang di tumis, sekotak susu segar dan sup krim jamur. Semua merupakan makanan yang disukai Kenzie.

"Kakak Steven, aku ingat kamu tidak bisa memasak." Kenzie merasa terkejut. Keluarga Steven adalah keluarga kalangan atas, mana mungkin seorang laki-laki dari keluarganya bisa memasak? Bagaimana bisa ia memiliki kemampuan memasak yang begitu hebat!

Steven tertawa malu, "Kenzie apakah kamu ingat, dulu kamu berkata ingin mencari seorang pacar yang bisa memasak….."

Hati Kenzie merasa tersentuh, suaranya bergetar: "karena itu kamu belajar memasak?"

"Iya. Pada awal saat belajar memasak, aku bahkan melukai tanganku." Steven tersenyum melihat Kenzie, seperti merasa malu karena kebodohannya.

air mata Kenzie kembali

"wanita bodoh, itu hanyalah sebuah luka kecil, sudah sembuh sejak

yang simple tapi elegan, meja yang dipenuhi dengan makanan yang mengguggah selera. Steven mengambilkan sup krim jamur untuk Kenzie, ia mencobanya terlebih dahulu,

ini memang tidak buruk, tetapi Kenzie tidak bisa menyangka jika sup ini

manis dari mentega membuat suatu perpaduan yang sempurna, satu suap sup yang hangat, masuk ke tenggorokannya, membuat hatinya

Steven, kamu

menyukainya." Steven tersenyum memandang Kenzie, kemudian

Kenzie menundukkan kepalanya, tiba-tiba merasa aneh. Karena dia tiba -tiba teringat Reyhan, biasanya ketika sedang makan, Reyhan juga

Reyhan sangatlah kasar, dan masih selalu sambil menyindir Kenzie: "Kenzie, lihatlah bagaimana

rendah dia, Kenzie tidak pernah mengira kalau gerakan menghapus sisa makanan bisa berubah menjadi seromantis

bisa membuatnya menjadi romantis dan terlihat begitu alami, begitu lembut.

cincin pertunangan tanpa nama yang dipakai Steven, hatinya merasa hancur. Kenzie menurunkan pandangannya dan melanjutkan memakan

sekali tidak merasakan perubahan Kenzie, bibirnya menampilkan senyuman manis, melihat wajah Kenzie yang begitu kecil, berkata dengan

selama tiga tahun ini." Tetapi perkataan ini hanya diucapkannya di dalam hati, dia dari awal sudah tidak

murung, senyum diwajah Steven

tidak

saja aku…." Kenzie seketika tidak tahu

diluar pintu terdengar suara anjing

tiba-tiba berbinar, dan memanggil: "Snowball, cepat

yang memiliki bulu seputih salju berlari

Kenzie mau tidak

Steven menggendong Snowball,

menyebut Snowball Kenzie masih tidak ada reaksi. Ternyata, itu merupakan anjing Betty

Kenzie menyiratkan begitu banyak rasa sakit. Snowball adalah anjing Betty, dan Steven

tunangan dari Betty. Pada akhirnyam

rasa penyesalan, "oleh karena itu aku diam-diam memelihara Snowball, untuk memberikannya sebagai hadiah di ulang tahun ke delapan belas mu. Tetapi sebelum hari itu

Apa? apakah dia tidak salah dengar? Snowball adalah anjing yang dibeli Steven sebagai

Bình Luận ()

0/255