Cinta Setelah Menikah

Bab 81 Berhak Mendapatkan Lelaki Yang Lebih Baik

Bab 81 Berhak Mendapatkan Lelaki Yang Lebih Baik

"Kenzie, didalam lemari ada buah favoritmu, kamu bisa memakannya, setelahaku selesai memberekan ini semua, aku akan membawamu berkeliling ke lantai atas." setelah selesai makan, Steven pun mulai membereskan dapur. Ia melakukannya sendirian, tanpa bantuan siapapun. Kenzie sebenarnya ingin membantu Steven mencuci piring, tetapi dilarang oleh nya.

"Kenzie, biarkan aku yang melakukannya. Aku tidak rela melihatmu mencuci piring." mata amber Steven menatap Kenzie, membawakan kehangatan dan cinta yang tidak terbatas, membuat Kenzie lupa akan dirinya sendiri.

Tatapan Reyhan sudah seperti sekumpulan api, atau seperti es yang begitu dingin. Tidak sama dengan Steven, tatapan Steven selalu terasa hangat, seperti matahari pada musim dingin, hangat tetapi tidak terlalu membara.

Berpikir hingga kesini, Kenzie tiba-tiba tertegun, bagaimana bisa seperti ini, dia lagi-lagi membandingkan Steven dengan lelaki babi itu. Reyhan hanyalah sesorang yang memiliki kekuasaan, seseorang yang suka mempermainkan wanita, bagaimana bisa dia dibandingkan dengan lelaki yang hangat seperti Kak Steven?

Kenzie mengerutkan alisnya, ingin menghapus wajah Reyhan dari otaknya. Bisa saja Reyhan mencarinya, bisa saja dia membuat keributan, tetapi itu merupakan permasalahan di hari esok, biarkanlah besok baru dia pikirkan.

"Kenzie, kamu sedang memikirkan apa?" Steven telah selesai mencuci piringnya, berjalan mendekati Kenzie. Berbicara dengan tersenyum.

"Aku tidak memikirkan apapun. Kamu bukankah ingin membawaku berkeliling ke lantai atas? Mari kita pergi! "Di mata Kenzie terdapat beberapa keraguan.

Steven menggulurkan tangannya kepada Kenzie, jarinya nya sangat putih, panjang dan penuh dengan tenaga, seperti sepasang tangan tentara, tangan yang bisa dipercaya, sesaat Kenzie merasa ragu, tetapi dia masih saja menerima uluran tangan tersebut, meletakkan tangana kedalam genggaman tangan Steven.

Steven tersenyum bahagia, tatapannya penuh dengan kebahagiaan dan cinta. Dengan ringan, dia menggandeng Kenzie, membawanya menuju lantai atas.

"Kenzie, ini merupakan ruangan yang aku persiapkan untukmu." Steven mendorong pintu didepannya sambil berkata kepada Kenzie.

Ruangan itu berwarna merah muda, warna yang selalu diidamkan sejak ia masih kecil! Kenzie diam diam berkata didalam hati, "ini merupakan warna yang baru akan disukai oleh seorang gadis kecil, apakah kakak kelas Steven masih menganggap Kenzie sebagai anak anak?"

Merasa sedikit aneh dan lucu, Kenzie memasuki ruangan yang penuh dengan nuansa gadis kecil tersebut.

Diatas dinding terdapat sebuah vas bunga yang terbuat dari crystal, dinding dicat dan dipoles mengkilat, dan semua barang yang ada didalam sana juga berwarna merah muda, terlihat seperti dunia impian. Meskipun secara keseluruhan, terlihat sangat kekanakan, tetapi masih bisa membuat orang yang melihatnya merasa terhipnotis.

Kenzie tidak memperdulikan, melihat kearah luar jendela, dia sudah hampir sehari tinggal dirumah ini, dia juga tidak mengetahui situasi diluar sana.

"Kenzie, kamu tidak mau melihat vas bunga krystal ini kah?" Steven menunjuk crystal tersebut.

Pertama Kenzie tidak melihat ada yang spesial dengan vas krystal, tetapi pada saat melihatnya lebih teliti, Kenzie tiba tiba terkejut, ternyata semua didalam krystal itu adalah lukisan dirinya!

Disetiap sudut terdapat foto Kenzie, mulai dari saat dia masih kecil, hingga dia beranjak dewasa! Kenzie terdiam sesaat!

"Kakak Steven, ...ini...apakah ini semua aku?" meskipun mengetahui jelas itu semua adalah foto dirinya, tetapi dia masih saja tidak bisa mempercayainya.

Wajah Steven menampilkan senyuman yang sangat indah: "Benar. Kenzie, semua lukisan di atas vas krystal ini adalah dirimu! Tiga tahun yang lalu, ketika kamu menghilang dan aku tidak bisa menemukanmu dimanapun. Ketika aku merindukanmu, aku akan melukis dirimu. Aku takut, jika aku tidak melukisnya, aku akan perlahan melupakan dirimu…."