Cinta Setelah Menikah

Bab 86 Kartu Kelembutan

Bab 86 Kartu Kelembutan

"Tuan muda, Nona Kenzie, makanan sudah siap!" Bibi Dewi mengetuk pintu kamar sambil memanggil.

Kenzie baru saja hampir terlelap, sekujur tubuh lelah dan sakit sehabis berkali-kali melanyani nafsu Reyhan tadi malam.

Semalam Reyhan seperti orang gila.

Setelah "olahraga" yang begitu ekstrim, ia merasa lapar. Reyhan menepuk pipi Kenzie: "Ayo, makan!"

Kenzie menjawab dengan mata yang masih tertutup: "tidak, aku mau tidur saja."

Reyhan menatap wajah Kenzie yang memar, dengan mata sinis.

Seandainya gadis ini mau menuruti semua kemauannya pasti dia tidak mungkin menyakitinya.

"Ayo, kamu tidak mau makan, tapi anakmu yang di perut juga harus makan!" kata-kata yang seharusnya memiliki berniat baik, tetapi karena keluar dari mulut Reyhan kedengarannya malah menjadi kasar dan sinis.

Kenzie akhirnya bangun juga setelah ditarik paksa oleh Reyhan.

Dan tiba-tiba Kenzie merasa ada cairan yang mengalir dari tubuhnya dan sewaktu dia melihat, ternyata itu adalah cairan darah!

"Ah.!" jerit Kenzie histeris dan melihat Reyhan: "Darah, ada darah!"

Mengkerut dahinya, Reyhan langsung melepon seseorang: "Cepat panggil dokter."

Dokter Evan dengan terburu-buru mengambil tas kerja dan pergi dari kliniknya. Karena macet dalam perjalanan, ia tiba sedikit terlambat dan Reyhan sudah sempat menghancurkan beberapa vas dengan harga selangit.