Cinta Setelah Menikah

Bab 87 Pasti Salahnya

Bab 87 Pasti Salahnya

Makan yang puas, tidur yang nyenyak, sekarang Kenzie baru merasa sungguh-sungguh segar dan sehat.

Dia bisa menikmati ranjang besar tanpa Reyhan, betapa indahnya kalau tangannya tidak diborgol dan kakinya tidak dirantai.

"Nona Kenzie, sudah waktunya makan malam..." Panggil bibi Dewi dengan lembut.

Kenzie melihat jam di dinding, sudah pukul 6 sore. Sudah waktu makan lagi? Makanan tadi siang saja sepertinya belum turun!

Beranjak dari ranjang, dia turun bersama bibi Dewi. Bibi Dewi berkata dengan senyum: "Nayra juga makan di rumah."

Nayra? Kenzie merasa merinding mendengar nama itu. Nayra adalah adik Reyhan yang arogan dan tingkah lakunya sombong, membuat Kenzie sangat tidak menyukainya di

Di ruang makan. Reyhan yang sedang membaca koran, Nayra yang duduk di sebelah nya juga sedang sibuk dengan ponsel nya.

Melihat Kenzie, Nayra menoleh dan bertanya pada Reyhan: "Kak, mengapa perempuan ini masih disini?"

Nayra masih kuliah, maka itu tinggal di dekat kampus, biasanya jarang pulang ke rumah.

Reyhan masih terpaku dengan korannya, tidak menjawab. Mungkin tidak mendengar atau sengaja tidak ingin menjawab.

Nayra merasa tersinggung karena diacuhkan,, malah melampiaskan kemarahnya kepada Kenzie: "Seharusnya kamu malu, bukannya merasa betah menumpang di rumah orang!"

Kenzie sengaja mengangkat tangannya, menunjukkan borgol: "Bukannya aku ingin tinggal di rumah ini, kakakmu yang memasang borgol di tanganku supaya aku tidak bisa pergi!"

Reyhan akhirnya bergerak juga setelah lama fokus membaca berita di koran. Ternyata ada tanah yang sudah lama diincar perusahaan Reyhan sejak lama yang jatuh ke tangan perusahaan Steven, tanah itu adalah tanah terakhir yang terletak di lokasi superblock. Reyhan sudah susah payah mencari relasi dan koneksi, menghabiskan uang dan waktu, hasilnya tetap saja, perusahaannya kalah tender.

Dan yang paling parah adalah dia mendapat informasi ini dari koran, bukan dari pihak perusahaannya.

Selama ini apa saja yang dikerjakan para staff yang di tugaskan menjalani projek ini?!

Suara pertengkaran dua perempuan ini membuatnya dia muak. Ia bangkit berdiri dan mengamuk: "Kalau tidak mau makan, keluar kalian!"

Dengan suasana hati yang emosi, dia mengambil jas yang di sofa dan keluar rumah. "Tuan muda, mau kemana? Apa tidak mau makan dulu?" Bibi Dewi sambil teriak sambil mengejar.

"Aku harus ke kantor. Awasi Kenzie." Reyhan meninggalkan pesan dan pergi. Di ruang makan hanya tersisa mereka berdua, Kenzie dan Nayra