Cinta Setelah Menikah

Bab 88 Mengandalkan Tuhan

Bab 88 Mengandalkan Tuhan

Nayra takut kalau Kenzie akan menjelaskan yang sesungguhnya terjadi, dengan cepat dia balas "Kak, sudah lah, aku tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi, aku juga tidak perlu dia minta maaf padaku, kakak keluarkan dia saja dari rumah ini."

Kenzie menahan sakit di kepalanya yang di hantam Nayra, yang pasti sudah memar tetapi tidak kelihatan karena tertutup rambut, kalau tadi ia dipukul di bagian muka, tandanya pasti kelihatan jelas.

Dengan lembut Reyhan membelai rambut adiknya: "Nayra, masih sakit ya?

Nayra pura-pura merengek kesakitan: "Sakit sekali. Kalau papa tahu aku di lukai begini, pasti ia sakit hati."

Merdengar Nayra menyinggung ayahnya, kemarahan Reyhan semakin meninggi, berdiri menghampiri Kenzie: "Kenzie, kamu harus minta maaf pada adikku."

Kenzie mebelalakan matanya. Apa? Minta maaf? Nayra sendiri yang menyerang lebih dulu, memang dari awal Kenzie tidak ada maksud untuk melukainya!

Dan lagi pula Nayra memukulnya dengan mangkok! Sekarang saja kepalanya masih terasa sakit karena di hantam cukup keras! Kenapa dia yang harus minta maaf?

Kenzie dengan geram menggigit bibirnya, bersikeras untuk tidak meminta maaf.

Reyhan dengan nada tinggi menjerit: "Kenzie, kamu mau minta maaf atau tidak?

Kenzie diam. Diamnya sudah menunjukkan keras kepalanya.

Nayla menambahkan minyak dalam api, sambil menghentak kakinya ua berkata: "Kak, lihat dia ! Masih tidak mau minta maaf, maskkan saja dia ke dalam kamar gelap, coba lihat saja apakah masih berani bertingkah atau tidak!"

Reyhan sudah habis kesabaran menghadapi keras kepala Kenzie.

Matanya memerah dan ia berteriak." Panggil Agus, lemparkan dia ke dalam kamar gelap!"

Kamar gelap terletak di pojok, jauh dari rumah, hanya pembantu yang berbuat kesalahan fatal yang dibuang kesana. Dalam sana gelap gurita, tidak ada sinar cahaya sama sekali. Tempatnya sangat menyeramkan. Dulu pernah ada 2 orang pembantu di buang kesana, tidak lama kemudin mereka menjadi tidak waras.

aku? Kamu

siapa Kenzie? Hanya perempuan liar yang tidak tahu diri, hamil anak haram pula,

yang begitu bahagia. Kenzie manjadi cemas dan memikirkan kamar gelap itu pasti tempat yang

beruntung ponsel

itu gelap gurita,

bersembunyi di pahanya. Ironis sekali! Tadinya dia masih ingin coba untuk menjelaskan kejadian yang sesungguhnya kepada Reyhan. Kiranya Reyhan pasti sudah

seorang wanita simpanan. Kalau ada keributan antara adik kandungnya dan orang luar, sampai

terdengar suara dorongan

tebal sambil mendekati Kenzie.

Dewi melihat keadaan Kenzie yang sangat memprihatinkan, dan seharusnya dia merasa malu dan bersalah, karena dia punya andil dalam hal ini. Tetapi sebagai pembantu,

ia pasti akan segera mengeluarkan kamu dari sini, tuan seharusnya juga tidak

terbuat dari bulu domba asli yang, harganya juga

bersuara dan tidak merespon. Dia

dan meninggalkan Kenzie dalam

Ayah harus operasi. Semoga Reyhan menepati janjinya untuk menanggung semua biaya rumah sakit. Setelah selesai operasi ia pasti mencari cara untuk kabur dari sini.

mengeluarkanponsel dan menghubungi Rena, kakak tirinya: "Kak, aku Kenzie,

terusik dengan telepon Kenzie. Dengan nada tidak sabar: "Itu ayahmu, bukan ayahmu, kamu tengok

hati, mengapa kakaknya masih tega bicara

menjenguk ayah, kakak tolong ke rumah sakit, nanti setelah operasi, langsung pindahkan

seterusnya bagaimana? Operasinya jakan menadi sia-sia, aku tidak punya

uang di safe deposit bank, di dalam nya ada ratusan juta, ada juga perhiasan. Nanti kata sandinya aku kuberikan

royal. Hidup bersamanya beberapa bulan

Rena langsung bersinar, terlihat

Beritahu aku sandinya. Aku berjanji pasti segera memindahkan ayah ke rumah sakit yang

menanyakan keadaan adik tiri nya yang tiba-tiba

kamu di beri banyak

Bình Luận ()

0/255