Cinta Setelah Menikah

Bab 94 Hati Dibohongi Yang Tersakiti

Bab 94 Hati Dibohongi Yang Tersakiti

Betty melirik kearah cincin dengan malas. Dia yakin isi barang dari kotak murah tidak mungkin adalah barang langkah.

Begitu lirikannya jatuh ke cincin itu, matanya terpanah, seperti melihat sesuatu yang tidak nyata. Cahaya permata safir itu memancarkan sinar kebiruan yang begitu berkilauan, permata itu indah sekali, sehingga orang yang memandanginya akan bertanya-tanya apakah itu hanya sebuah batu permata atau bintang di langit.

Rena bertanya dengan sedikit tegang karena melihat pandangan Betty yang aneh, "Nona Betty, bagaimana menurut kamu?"

Betty seperti tidak mendengar pertanyaan Rena karena perhatiannya sudah terfokus di cincin itu, seperti orang yang di hipnotis.

Modelnya, bahannya,pengerjaannya, detailnyua luar biasa! Dan permatanya adalah pertama langkah yang mungkin hanya satu-satunya di alam semesta ini. Cincin ini adalah cincin yang dia idamkan untuk dikenakan pada hari pernikahannya.

Melihat Betty akhirnya bisa tersenyum, Rena juga menjadi tidak setegang tadi, dan dia yakin cincin ini bisa di lepas dengan harga fantastis!

Setelah negosiasi yang cukup lama. Akhirnya, cincin itu di sepakati deal di harga USD 500.000.-. Sesuai permintaan Rena, uangnya di transfer langsung ke rekeningnya di luar negeri, dan cincin bisa langsung di serahkan.

"Steven, cepat lihat cincin ini sungguh indah!" Steven baru saja tiba di rumah, Betty menyerahkan kotak cincin ke tangannya..

Steven melirik sepintas, memang cincin itu sangat indah . Steven menupuk pipi Betty, "Hm, bagus. Yang penting kamu suka." Dan dia langsung menuju ke ruang baca.

Betty cemberut. Mata besarnya berkaca-kaca melihat Steven tidak menghiraukannya,"Steve, Ini cincin untuk pernikahan kita, mengapa kamu tidak ingin lihat dulu, malah mengabaikannya?"

Ia sedang membelakangi Betty, wajah Steven terlihat sedikit kesal. Tetapi dia tetap berbalik dan berkata dengan lembut,"Aku tadi sudah melihatnya tadi, indah sekali, cocok untuk kamu!"

Betty bukannya merasa senang tetapi malah membalas dengan nada tinggi,"Steven! Apa maksudmu selalu bersikap acuh tak acuh pada aku?! Apakah hati kamu masih memikirkan Kenzie?! Kalau aku tidak hamil, kamu juga tidak sudi nikah dengan aku, iya kan?

Steven melihat Betty emosi, dengan sedikit terpaksa Steven berusaha menenangkan dia,"Betty, jangan emosi. Itu tidak baik bagi bayi di kandunganmu."

Mendengar kata-kata Steven, Betty malah tambah bersedih dan menangis dengan kerasnya,"Bayi, bayi terus yang kamu pikirkan, apa kamu sungguh-sungguh pernah memperhatikan aku?"

Steven berusaha menahan perasaannya yang sesungguhnya merasa jengkel, mendekati Betty dan menepuk bahunya,"Kita segera akan menikah, buat apa membicarakan ini lagi?"