Cinta Setelah Menikah

Bab 95 Kebencian Di Ubun-Ubun

Bab 95 Kebencian di Ubun-Ubun

Di atas altar yang mewah, pastor sudah bersiap membacakan sumpah janji.

"Sekarang di hadapan altar Tuhan yang suci, aku akan menanyakan kedua belah pihak pertanyaan yang sama. Mohon di jawab setelah aku selesai."

"Steven, apakah kamu bersedia menikah dengan Betty. Dan setuju menuruti perintah Tuhan, disatukan oleh Tuhan, mencintai, melindungi, menghibur, menghormati dia seperti mencintai dirimu sendiri. Di waktu dia sakit atau sehat, kaya atau miskin, sampai akhir hidupmu?"

1 menit...2 menit...3 menit... Steven tetap membisu. Suasana mulai menegang. Undangan yang di depan mulai berbisik-bisik.

Betty masih tetap berusaha tersenyum, tetapi tangannya mulai berkeringat.

Mata Steven memang memandangi Betty tetapi sesungguhnya pikirannya sedang terfokus ke Kenzie. Walaupun yang berdiri di hadapan dia itu adalah Betty, tetapi Steven seperti hanya bisa melihat Kenzie yang keberadaannya jauh di suatu tempat di hatinya dan selamanya Betty tidak mungkin bisa mencapai tempat itu.

Steven tidak pernah mencintai Betty.

Yang selalu dia cintai adalah Kenzie.

Betty tidak pernah menyadari kalau cinta sejati Steven hanya Kenzie seorang saja.

Disaat suasana tegang kian dirasakan. Steven mengucapkan sesuatu dengan suara yang sangat lemah,"Aku bersedia", janji sakral ini di ucapkan tanpa perasaan bahagia.

Betty menahan emosinya, diwajahnya juga terlihat senyum kaku.

Di hari pernikahan, setiap wanita ingin tampil paling cantik dan menjadikan hari ini sebagai hari terindah dalam hidupnya. Tetapi, hari ini dia dapat penghinaan besar dari suaminya. Sikap ragu-ragu saat mengucapkan janji di altar adalah penghinaan yang tidak bisa dilupakan.

Sesungguhnya Steven ingin menikah dengan Kenzie bukan Betty.

Kenzie! Kenzie! Wanita itu adalah sumber musibah bagi hidup nya.

Kenzie, ini nama yang sekarang menjadi duri dalam daging Betty, tetapi dia terlihat masih tetap bersenyum lebar. Dia mengepal tangannya dengan sekuat tenaga sehingga kuku panjangnya menusuk ke telapak tangannya, sakitnya seolah-olah menunjukkan pisau yang tertancap di hatinya.

menuruti perintah Tuhan, disatukan oleh Tuhan, mencintai, melindungi, menghibur, menghormati dia seperti mencintai dirimu sendiri, di

bersedia." Ucap Betty tanpa ragu. Walaupun Steven tidak mencintai dia sekarang, tetapi kalau Kenzie tidak ada lagi,

ini bisa terlihat jelas

bisa merasakan itu hanya dengan sekedar memandang ke dalam matanya. Timbullah keraguan di hati Reyhan, Apakah Steven mencintai Kenzie? Teringat waktu di butik Steven memberikan cek untuk mengganti baju yang menurut pelayan dicuri oleh Kenzie, dan saat Kenzie di culik, Steven-lah yang menyelamatkannya. Dan akhirnya mereka melewati satu malam

kebencian yang siap meledak! Kenzie sudah menipu dia! Katanya hanya hubungan sebatas tetangga. Steven

pasti juga tidak sesederhana yang dia nyatakan! Memang waktu itu tidak ada tanda-tanda bekas ciuman yang mencurigakan, tetapi itu juga tidak bisa membuktikan kalau

dirinya sudah salah karena mempercayai

dia berikan pada Kenzie ternyata

kebencian dan kemarahan, terpancar di mata merahnya. Kenzie, jangan aku menemukanmu, kalau tidak,

menyiapkan acara tukar cincin

pasangan yang di hadapan ini dengan

itu perlahan-lahan. Cahaya permata langsung memancarkan sinar yang luar

tangannya yang mengenakan sarung tangan, Steven

tempat duduknya,

terdengar suaranya yang cukup menggelegar memecahkan suasa keheningan. Tubuh Reyhan yang tinggi gagah melangkah maju

undangan terperangah oleh kejadian

juga terkejut dan belum

yang mungkin akan menghebohkan! Apakah tujuan Reyhan menghentikan acara pertukaran cincin ini? Apakah Reyhan memiliki hubungan asmara dengan putri walikota, sehingga

hati

Hati semua orang bertanya-tanya.

berbisikan,"Aku taruhan 100 dollar, ada sesuatu di antara Reyhan dan

berbisik,"Aku taruhan 200 dollar. Reyhan dan Steven

mereka. Dia menarik tangan Betty dan mengeluarkan cincin dari

dingin sekarang menjadi es. Suasana resepsi menjadi hening seperti ruang

ingin mengetahui apa yang diinginkan atau dilakukan Reyhan selanjutnya.

Laut" yang dia hadiahkan kepada Kenzie, bukankah cincin ini dibawa Kenzie waktu

cincin in?i!" Reyhan menggertak dengan suara nada tinggi. Betty masih belum sadar

Bình Luận ()

0/255