Cinta Setelah Menikah

Bab 97 Berusaha Mengeluarkan Air Mata

Bab 97 Berusaha Mengeluarkan Air Mata

Tempat judi yang berkelap-kelip, terlihat Rena sedang berjuang di meja judi.

"Aku menang!" Terdengar suara lantang dan gembira atas kemenangannya, tanpa peduli suaranya akan mengganggu orang sekitar atau tidak, malam ini beruntung sekali, padahal baru saja mulai sudah memenangkan ratusan dollar, semakin main semakin kacau, uang di tangan pun semakin berkurang, kalah terus.

Rena, jangan main lagi, ayo kita pulang. " Sambil menarik tangan Rena, Agus mau membawa Rena meninggalkan tempat judi ini.

Mata Rena sudah merah karena kekalahannya, kalau tidak cepat-cepatbawa dia pergi dari sini, uang mereka sudah pasti akan habis semua! Kenzie tak lama lagi akan melahirkan anak, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan Rena suka berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang, harus membiayai tiga orang dengan biaya yang sangat besar, uang hasil menjual cincin sudah hampir habis dipakai.

"Kamu jangan urus masalah aku!" Rena mendorong tangan Agus, sambil memandang ke arah meja judi....

Kenzie sendirian di apartemen sedang mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk bersalin, mengelus lembut pakaian mungil, topi mungil sang bayi dengan perasaan lemah lembut....

Akung, sebentar lagi akan datang ke dunia ini, Ibu sudah tidak sabar lagi mau bertemu dengan kamu, berharap kamu adalah seorang bayi cantik yang sehat.

Meskipun kamu tidak mempunyai Ayah, tapi Ibu akan merawatnu dengan baik, memberikan cinta dan kasih akung sepenuhnya kepadamu....Sambil mengelus perutnya dengan lembut, wajah Kenzie terlihat memancarkan aura keibuannya.

Perutnya mendadak sakit.Kenzie mulai panik, apakah sudah mau melahirkan?

Seingat dia, dokter bilang, saat-saat sebelum melahirkan akan sering terjadi kontraksi palsu, Kenzie mulai merasa lebih tenang.

Sesuai anjuran dokter, berbaring telentang di atas tempat tidur, Kenzie mulai menghitung berapa kali dia kontraksi, sakit setiap setengah jam sekali, sampai teratur sakit lagi setiap sepuluh menit sekali, cocok dan sesuai dengan gejala yang dibilang dokter!

Tapi sekarang di rumah hanya dia sendiri! Kenzie merasa sedikit cemas, mengambil handphonenya dan segera menelepon Rena.

"Di....di...." Terdengar bunyi suara memanggil, tidak ada yang menjawab.

Kenzie pun berusaha menghubungi Agus, ternyata sama, tidak ada yang menjawab juga.

Suara ribut di tempat judi membuat mereka tidak bisa mendengar panggilan masuk handphone mereka, Rena sedang berjuang di meja judi, Agus yang tidak berdaya harus menunggu di sampingnya. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan suara panggilan di dalam tas mereka, yang sedang berbunyi.

Perut Kenzie semakin sakit, dia sendiri tahu sebentar lagi akan melahirkan. Sambil menahan perutnya yang sakit terus, Kenzie turun dari ranjang dan membereskan perlengkapan bersalin, pakaian bayi, botol susu, peralatan ibu bersalin, satu-satu dimasukkan ke dalam tas besar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.