Cinta Setelah Menikah

Bab 101 Lebih Tidak Tahu Diri Darinya

Bab 101 Lebih Tidak Tahu Diri Darinya

"Apa yang kamu lakukan?! Jangan kemari! Kalau tidak aku tidak akan segan-segan denganmu!" Kenzie mundur hingga ke sudut ranjang. Melihat Reyhan dengan ekspresi wajah seperti iblis, Kenzie tahu apa yang ingin dia lakukan!

"Kenzie, sudah lama tidak berjumpa, memangnya kamu tidak rindu padaku?" Reyhan berbicara dengan suara rendah, perlahan berjalan ke tepi ranjang.

"Aku merindukan kamu? Aku pasti sudah gila kalau aku merindukan kamu!" Kenzie mengatakannya blak-blakan, dia tidak takut Reyhan marah! Karena dia bebas!

"Nona kecil, biar aku lihat isi hati kamu yang sebenarnya!" Reyhan dibuat kesal oleh kata-kata Kenzie.

Sambil berkata, satu tangannya merangkul Kenzie, kemudian mendekapnya...

Dia menciumnya, semakin lama semakin mesra, ciuman Reyhan biasanya dicampur kekesalan, tapi ciumannya hari ini sungguh lembut.

Kenzie merasakan tubuhnyanya bergetar, daridulu dia tidak takut jika seseorang jahat terhadapnya, dia hanya takut jika ada orang yang baik terhadapnya

Dia sudah sangat terbiasa jika seseorang jahat padanya. Semenjak bisnis Ayahnya bangkrut, dia telah merasakan banyak sakit hati dan hinaan. Dia sama sekali tidak takut jika orang jahat terhadapnya.

Tetapi, dia sungguh tidak tahan jika ada orang baik kepadanya. Jika mendapat perlakuan baik dari seseorang, dia pasti akan berusaha untuk membalas kebaikan itu, bahkan melakukan lebih dari yang orang itu lakukan kepadanya.

Saat ini, dalam ciuman Reyhan tidak lagi terkandung amarah dan ketamakan seperti dulu, melainkan ada sesuatu yang tidak biasa. Ciuman Reyhan lebih banyak mengandung rasa bersalah, belas kasih, dan kerinduan yang mendalam.

Kenzie bukan orang yang bodoh, bagaimana mungkin dia tidak merasakan perasaan yang ada dalam ciuman Reyhan?

Mungkin, Reyhan memang tidak sejahat yang ia kira...

kematian Ayah? Jika Reyhan memang memiliki perasaan

tiba-tiba melepaskannya, berkata dengan galak dan nada peringatan, "Kenzie,

matanya, tatapan matanya tepat berhadapan dengan mata Reyhan yang hitam pekat. Dalam matanya seakan tertulis tulisan "Milikku", dia menunduk mendekati wajahnya, "Kenzie, tolong lebih fokus,

mata terbelalak. Inilah Reyhan yang selama ini terkenal

merasa binggung, kenapa dirinya mengucapkan kalimat-kalimat itu? Apa yang terjadi dengan dirinya?

Reyhan menempelkan bibirnya ke

ciuman itu, keduanya

bisa menutup mata. Dia lelah,

lakukan? Ayahnya mati karena kekejaman Reyhan, tapi dia malah membiarkan

mata pun akhirnya jatuh. Tidak! Dia tidak boleh ditahan Reyhan seperti ini!

menjawab, yang terdengar hanyalah suara nafasnya

pelukan Reyhan sangat erat, Kenzie tidak bisa bergeser sedikitpun. Dia tidak berani mengeluarkan terlalu banyak tenaga karena takut Reyhan

mencoba menendang pinggang Reyhan menggunakan kakinya, kemudian berpura-pura berbicara dalam

berbalik, pahanya malah menimpa perut Kenzie, membuatnya semakin

masih tertutup, bulu mata yang lentik menutupi matanya. Hidung yang mancung, dan bibir yang tipis. Kenzie termenung melihatnya, Reyhan yang sedang tertidur, sama sekali tidak terlihat kejam, ia terlihat sangat berwibawa dan membuat orang tidak

menatapku?" Reyhan yang matanya sedang tertutup tiba-tiba bertanya. Kenzie seketika kaget

memeluk Kenzie semakin erat, memperingatinya dengan suara rendah:

bajanya melingkar dan menahan

mulai meronta-ronta ingin melepaskan diri: "Cepat lepaskan aku! Kamu sudah mendapatkan apa yang ingin

dan lemas: "Aku tidak mempunyai hak? Kenzie, kamu coba lihat kamera

kepala dan melihat ke arah samping ranjang, dan disana ada

Bình Luận ()

0/255