Cinta Setelah Menikah

Bab 106 Berlari Tanpa Arah

Bab 106 Berlari Tanpa Arah

Sekarang pun Kenzie tidak bisa pergi, karena Ken sudah bergantung padanya.

Mulai dari kali pertama mengonsumsi ASI Kenzie, Ken jadi tidak pernah mau mengonsumsi susu formula lagi.

Setiap hari ia lebih memilih menangis terus-terusan daripada harus mengonsumsi susu formula.

Reyhan terus menggunakan Ken untuk mengunci Kenzie, setap kali Ken menangis pasti ia berlari dengan penuh tatapan sedih ke sisi Kenzie untuk meminta tolong: "Kenzie, Ken menangis begitu keras, tolong berikan dia ASI!"

Sekali mendengar Reyhan berbicara seperti itu, ia pasti bisa tidak menolak kesempatan untuk menyusui Ken.

Ken seakan tau bahwa Kenzie sudah datang, ia langsung tersenyum kepada Kenzie dengan gigi ompongnya, hati Kenzie sekejap berubah lembut. Hanya dengan melihat Ken, Kenzie akan langsung melupakan segala penghinaan dan kesulitan yang ia alami.

"Sayang, anak baik, ayo makan! Makan yang banyak...", Kenzie memeluk anak itu sambil menyusuinya, terlihat di wajahnya penuh rasa keibuan, ia bicara dengan suara yang lemah lembut, suara yang dari dulu tidak pernah Reyhan dengar.

Reyhan duduk di sofa berpura-pura membaca koran, tetapi matanya tidak berhenti mengintip Kenzie yang sedang menyusui. Melihat anaknya minum susu dengan penuh sukacita, hatinya terasa hangat.

"Tidak usah pura-pura! Kalau mau lihat, ya lihat saja!", Kenzie sudah menyadari dari awal kalau Reyhan sedang mengintip, ia pun mencibirnya.

"Kenzie, kamu tidak usah berpikir aneh-aneh! Kamu pikir payudaramu begitu menggoda? Aku hanya merasa penasaran, apakah ASI begitu enak? Kenapa Ken begitu bersemangat meminumnya?!" Reyhan tidak mendengar sindiran Kenzie, malah ingin berdebat dengannya.

"Kamu......!", muka Kenzie memerah setelah mendengarnya. Ia malas untuk menjelaskannya ke Reyhan, ia pun melanjutkan menyusui Ken.

Bayi itu akhirnya kenyang, merasa puas, dan akhirnya tertidur di pelukan Kenzie.

Kenzie dengan lembut menyanyikan sebuah lagu, dengan penuh hati-hati memasukkan Ken ke dalam ayunan tidurnya.

Reyhan melihat bayi itu sudah tertidur, lalu ia mendekati Kenzie dan berkata: "Kenzie, aku juga mau mencobanya."

"Coba apa?", Kenzi terkejut.

"Ini...", Reyhan menunjuk dan menyentuh bra yang dikenakan Kenzie.

"Kamu! Kamu tidak tau malu ya!", kata Kenzie kesal. Ia tak pernah menemukan lelaki seperti ini, lelaki yang ingin merebut apa yang seharusnya diberikan untuk anaknya.

"Ayolah Kenzie, biarkan aku mencobanya! Aku ingin tahu bagaimana rasanya, Ken meminumnya dengan lahap setiap hari, sepertinya rasanya lezat." Reyhan terus menyentuh Kenzie.

"Keluar!!!" Kenzie melepaskan tangan Reyhan dan mendorong Reyhan keluar.

Reyhan menarik pinggang Kenzie dan berkata: "Meski belum pernah meminumnya, tetapi aku telah menjilatnya beratus-ratus kali, untuk apa harus malu?"

Melihat sepasang mata Reyhan, Kenzie merasa dirinya seperti sedang tidak mengenakan pakaian sama sekali. Tangan Reyhan sudah memasuki pakaian dalam Kenzie, Kenzie terkejut sampai tidak tahu bagaimana harus melawannya.

"Brengsek!" rok yang sudah dijahit berkali-kali, kini sudah mulai robek.

"Reyhan!" teriak Kenzie. Sekarang Kenzie benar-benar sudah marah! Sekarang ia hanya punya rok yang itu! Reyhan sialan!

dengan satu tangan di dada dan satu tangan mencoba menarik rok yang robek, Reyhan tak kuasa tertawa: "Kenzie! Apa

Reyhan dua kali dan berkata: "ini

pelukannya:

bekas Nayra, Reyhan

toko

toko menawarkan berbagai pakaian dengan penuh keramahan

rak pakaian, Reyhan mengambil

Reyhan memilih baju, sekaligus merasakan bagaimana rasanya jadi

gayanya yang sekarang sudah terlihat seperti orang

Sombong dan penuh keangkuhan.

membawakan

pun iri

"......"

kuasa menahan tatapan mata dari para karyawan, ia pun diam-diam pergi ke daerah sepatu pria dan

Kenzie pakaian, satu pakaian ini

seorang karyawan toko mendatangi Kenzie, ia tersenyum dan

kata "suami","sepatu pria" sejenis itu, yang

sepatu tiba-tiba mendekat dan

"Apa?"

tadi mengatakan: “suamimu sangat berkharisma,

sama sekali tidak memperhatikan kebinggungan Kenzie, ia berjalan ke sebelahnya, lalu mengambil

lagi, tetapi sepatu itu adalah sepasang sepatu kulit buatan tangan, detail dan

terdiam, ia hanya berdiri di

mengatakan bahwa

mood Reyhan yang sedang baik, Kenzie memilih tersenyum: "ya, seleraku tidak terlalu bagus, yasudah kembalikan saja sepatu

kulit itu ke tangan Kenzie dan berkata: "Pakaian

Kenzie, ia malah duduk di sofa dengan kaki bersilang, satu kakinya

takut, dia terus menatap adegan dimana Kenzie terlihat seperti pembantu yang sedang

ketidaknyamanan hatinya, berlutut di depan kaki Reyhan untuk menukarkan sepatunya, di posisi

berdiri ataupun berjalan, hanya duduk di sana, menggoyang-goyangkan kakinya. Sepatu

Reyhan berubah menjadi gelap: "Kenzie, bagaimana

kembali tidak bisa

dari awal bukan Kenzie yang menentukan

tahu ukuran sepatuku?", Reyhan

tahu

Kenzie harus mengingat

Ia bahkan bisa mengingat ukuran sepatu Kenzie, tapi wanita kecil

Sangat bagus.

mendengar Kenzie memberi tahu karyawan

Reyhan sedikit tenang tetapi masih bersikap

melihat sepatu yang di lantai, dan di

Bình Luận ()

0/255