Cinta Setelah Menikah

Bab 107 Beraninya Berteriak Kepadanya

Bab 107 Beraninya Berteriak Kepadanya

"Aku tidak apa-apa, cepat lari!" Reyhan menarik tangan Kenzie sambil berlari.

Di belakang sepertinya ada seseorang yang sedang mengejar mereka. Beng, beng, bunyi tembakan pistol, ada peluru melayang melewati kepala mereka, jantung Kenzie seperti hendak lepas dari tubuhnya.

Saat berlari ke sebuah gang kecil, tiba-tiba sekelompok orang mendekati mereka.

"Tuan Reyhan, lepaskan pistolmu!", tiba-tiba ada pistol yang dingin yang menunjuk kepala Reyhan dan Kenzie.

Reyhan memegang bahu Kenzie yang tiba-tiba menegang.

"Ada urusan apa denganku, jangan sakiti wanita ini!" Reyhan membuka omongan. Sepasang matanya sedang berputar-putar mencari kesempatan untuk kabur.

Pria berbaju hitam di belakang tertawa menjawabnya: "Buat apa aku harus mendengarkan kau?"

Reyhan menjawab dengan suara serak: "Jika kamu berani menyentuh satu helai rambutnya saja, ingat satupun dari kalian tidak akan ada yang bisa hidup!"

"Kalau aku ingin menyentuhnya?" pria itu mengeluarkan tangan besarnya dan mencubit wajah Kenzie dengan penuh kebencian.

Kenzie menjerit kesakitan.

Reyhan dengan matanya yang suram, sekejap berubah menjadi seorang yang haus darah!

Reyhan mengubah posisi tubuhnya untuk menendang pistol dengan kakinya, lalu memukul pria berbaju hitam yang ada di belakangnya.

Dua orang baju hitam itu bersiul memberi kode, dan semakin banyak orang yang datang mengelilingi mereka, lalu tinjuan demi tinjuan dilayangkan ke Reyhan, seperti hujan. Semua tenaga mereka diarahkan untuk mengalahkan Reyhan.

Reyhan yang tersungkur menerima tinjuan, memberikan kontak mata untuk memberitahu Kenzie untuk cepat kabur.

Reyhan terlihat kesakitan karena di tinju, sampai dirinya berguling kesana kemari. Penghinaan ini belum pernah dilihat oleh Kenzie.

Kenzie juga sudah tidak tahan.

"Cukup!!!" Kenzie berteriak di depan orang-orang itu.

"Jangan pukul lagi! Baru saja aku menelepon polisi, sebentar lagi mereka akan sampai!"

"Prok, prok, prok......" dari Bugatti Veyron hitam di sebelah tiba-tiba terdengar seseorang bertepuk tangan.

Kenzie menengok ke belakang, seseorang sedang duduk disana.

Orang ini bersiul, lalu orang-orang berbaju hitam itu pun berhenti. Secara bersamaan memberi salam "Tuan Fedde."

Tuan Fedde? Kenzie masih belum terpikir siapa dia. Di sebelah telinganya terdengar ada yang memanggil: "Ayah."

Ayah? Kenzie pun ternganga.

Ayah Reyhan duduk diam di dalam mobil dan melihat anaknya dihajar oleh anak buahnya sampai seperti ini?

Atau jangan-jangan orang-orang berbaju hitam ini adalah suruhan Ayahnya?

Di dunia masih adakah Ayah yang seperti ini?

Melihat Reyhan yang sudah babak belur, hati Kenzie mulai memanas seperti terbakar api, ia datang menghampiri mobil itu dan berteriak di depannya: "Apakah kamu Ayahnya Reyhan? Kenapa kamu melakukan ini padanya? Apa kamu sudah gila?! Mana ada Ayah yang melakukan ini pada anaknya!"

Tidak ada respon apapun.

kepala Kenzie tiba-tiba sudah

berteriak, dan melanjutkannya: "Kalau

semua bubar!" orang di dalam mobil itu memerintah seakan-akan mereka

kini hanya tersisa Kenzie dan Reyhan,

"Kenzie!" Reyhan berteriak.

masih terbaring di tanah, wajahnya memar, dan masih ada bekas darah di mulutnya, rambut dan bajunya pun sudah sangat kotor, terlihat sangat berantakan. Mata Kenzie penuh amarah dan ia berkata: "Siapa suruh kamu banyak ikut campur! Kamu tahu tidak kalau barusan

berbicara, tetapi mata

menjadi tak tenang, ia melihat Reyhan benar-benar sudah tidak sadarkan

Rumah Sakit St. Louis

darurat, Kenzie berjalan tak tennag kesana kemari dengan

ini berlalu

adalah seorang tuan muda yang manja, oleh karena

tidak pernah mengira, Reyhan memiliki ayah yang gila, yang hampir

merasa ia bertemu dengan sebuah keluarga

Kenzie! Nyonya Kenzie!",Paman Lee pengurus rumah datang

untuk menghubunginya, ia tidak berani memberi tahu masalah ini kepada Kakek Reyhan, takut ia

tuan muda sekarang? Sebenarnya apa

dalam pemeriksaan." Kenzie melirik pintu ruang gawat

menyimpan rasa

hubungannya dengan dirinya. Jika bukan karena ingin menyelamatkan Kenzie, Reyhan pasti tidak akan

Reyhan masih memperhatikan Kenzie, masih menyuruhnya untuk kabur. Walau terlihat dari

mulai berbicara dalam

Apakah Reyhan benar-benar menyayanginya?

inggris, bicaranya sangat cepat. Kenzie pun kebingungan mendengarnya. Ia hanya bisa

ada masalah lain." Paman Lee dengan

dengan cepat, hidungnya dipasangkan alat bantu oksigen, matanya masih

benar-benar terlihat

kini dibawa ke ruang rawat yang sangat mewah. Semua fasilitas di ruangan

duduk di sebelah Reyhan, hatinya sangat

ketampanannya, wajahnya yang penuh luka,

dekat seperti

ini untuknya benar-benar membuatnya terkejut,

rok seharga 10.000 yuan, tetap

dirinya, Reyhan menghabiskan uang ini dan memberikan semua

selalu berpikir kalau Reyhan adalah keturunan konglomerat, Reyhan selalu membelikannya barang mungkin karena baginya uang itu tak seberapa dan tak

yang ada bukan seperti

pusing

ini akan menjadi

Paman Lee memberinya segelas lemon tea sambil melihat ke arah Reyhan dan berkata: "Nyonya Kenzie, di dalam ada kasur, kamu bisa beristirahat disana. Tuan muda juga akan segera

aku tidak mengantuk." Kenzie

khawatir dengan kondisi Reyhan, tetapi karena hari ini banyak terjadi hal-hal

berdarah dingin, Ayahnya yang

Reyhan adalah keluarga yang

"Orang seperti

itu, Paman Lee terdiam dan ekspresi wajahnya berubah. Ia menatap Kenzie dan berkata: "Nyonya Kenzie, hal yang tidak seharusnya dibicarakan janganlah dibicarakan, simpan saja hal itu

......

namanya saja tidak boleh?

ia tidak menemukan jawabannya. Ia pun

Bình Luận ()

0/255