Cinta Setelah Menikah

Bab 110 Melihatmu Apakah Ada Perkembangan

Bab 110 Melihatmu Apakah Ada Perkembangan

Kenzie mengerutkan keningnya: "Reyhan, kamu untuk apa sih megang-megang, aku jadi tidak konsentrasi nih baca bukunya!"

Reyhan tersenyum menunjukkan giginya: "Kenzie, karena hal ini konsentrasimu terganggu?"

Bibir itu begitu dekat dengan telinga Kenzie, dan suara nafas itu begitu dekat dengan lehernya: "ataukah aku terlalu menarik, ketika kau melihatku kau langsung tak bisa menahannya?"

"Pei! Siapa yang tak bisa menahannya! Orang itu adalah kau! Jangan sembarang pegang bisa ga! Aku lagi membaca klimaks ceritanya!"

Mata Reyhan yang dingin melihat Kenzie: "buku ini apanya yang menarik? Sampai membuatmu menjadi seperti ini? Coba kamu bacain untukku!"

Kenzie menahan diri untuk mencakar Reyhan, ia sedang giat mengumpulkan konsentrasinya untuk membaca buku ini: "Pintu itu dibuka dan rumah itu sangat berdebu. Ruangan ini didesain seperti terlihat baru, seolah-olah makam yang diselimuti kesuraman......"

Suara lembut Kenzie sungguh menyentuh orang, suara yang polos dan begitu memikat, didengarnya pun menjadi sangat nyaman.

Reyhan pun mulai meraba pinggang, wajahnya menempel di kepala Kenzie, perlahan mencium aroma rambutnya dan berkata: "lanjutkan ceritanya......"

Kenzie menjulurkan tangannya untuk menahan tangan Reyhan yang tak bisa diam, dan melanjutkan bercerita: "Tirai mawar merah muda, kap lampu mawar, meja rias, deretan produk kristal halus dan pria yang membuat peralatan cuci berlapiskan perak, tapi perak sudah tumpul ...... hei ...... "

Tangan Reyhan memang nakal sampai membuat Kenzie terkejut hampir melompat ke bawah.

"Kenapa tidak dilanjutkan?", Reyhan bertanya sambil tersenyum jahat.

"Kamu......", kata Kenzie.

Dia masih tidak punya malu bertanya kenapa Kenzie tidak melanjutkan ceritanya? Harusnya bertanya apakah dia baik baik saja atau tidak!

Kenzie dengan tatapan benci melihatnya: "Tanganmu bisa tidak jangan sembarang megang-megang!"

"Sembarang megang?", Reyhan mendekatkan wajahnya kepada lehernya dan mulai mencium lehernya.

"Berhenti!", kata Kenzie sambil menutup buku, dengan tenaga menahan tangannya, alisnya mengerut dan dengan kesal berkata: "Reyhan, tulangmu sudah patah, beberapa hari ke depan kau akan mati!"