Cinta Setelah Menikah

Bab 112 Tersenyum Dengan Percaya Diri

Bab 112 Tersenyum Dengan Percaya Diri

Setelah melewati perdebatan yang tak kunjung usai, Reyhan akhirnya menyetujui permintaan Kenzie untuk pergi bekerja, tetapi persyaratannya adalah : Kenzie harus bekerja di Group Realtech, menjadi sekretarisnya. Reyhan ingin mengontrol Kenzie lebih ketat lagi di dalam lindungannya.

Hari ini adalah hari pertama Kenzie bekerja. Kenzie sangat bersemangat.

Ia mengenakan jas hitam dan atasan merah yang berhasil membuatnya menarik mata orang-orang.

"Hai! Maaf, kamu Kenzie ya?" inspektur perusahaan langsung membawanya ke kantor presdir perusahaan.

Di ruang sekretaris ada dua perempuan yang sedang menatap komputer.

"Saya perkenalkan kepada kalian semua, ini partner kerja kalian yang baru, namanya Kenzie." Saat perkenalan singkat dari inspektur perusahaan, semua orang mengira-ngira dalam hati mereka sendiri, Kenzie ini sebenarnya datang darimana, sampai-sampai presdir perusahaan langsung menyuruhnya untuk mendampinginya bekerja.

"Ehem!" terdengar suara dari wanita yang mengenakan kemeja sutra warna biru, ia berdiri, wajahnya sangat kaget: "Kenzie! Kamu!"

Kenzie pun ikut terkejut melihatnya: "Nindi! Kenapa kamu juga disini?"

Wanita berbaju biru ini adalah teman baik Kenzie saat bekerja di restoran, Nindi.

Nindi menghampirinya dan menjabat tangan Kenzie: "Kenzie, kenapa kamu hilang selama ini? Nomor ponselmu juga tidak bisa dihubungi, aku menelponmu berkali-kali tapi tidak bisa..."

"Ehem, ehem..." inspektur perusahaan di sudut sana batuk dua kali, sepasang matanya memancarkan tatapan tajam

Kenzie dan Nindi pun saling menatap, lalu menjulurkan lidah mereka. Barusan mereka terlalu bersemangat sampai lupa bahwa mereka saat ini seharusnya sedang bekerja.

Inspektur perusahaan pun menutup pintu dan meninggalkan mereka. Ruangan kantor yang kecil ini menjadi dunia tersendiri untuk tiga wanita disana.

"Kenzie, ini Vera." Nindi mengenalkan teman kerjanya di ruangan itu.

Kenzie mengulurkan tangannya dengan hangat: "Hallo! Aku Kenzie."

Vera sangat cantik, kulitnya putih, ditambah sepasang mata yang indah, bulu matanya lebat dan panjang, ia sangat mirip dengan boneka, seperti boneka porcelin yang indah.

Vera berpura-pura tak melihat uluran tangan Kenzie, dari wajahnya tersirat senyum terpaksa: "hai!"

Gadis macam apa Kenzie ini, berani-beraninya ingin berjabat tangan dengannya. Teman Nindi ini sepertinya adalah seorang gadis dengan latar belakang miskin dan bodoh. Kenzie tidak seharusnya bergaul dengannya.

Wajah Nindi memerah. Hubungannya dengan Vera memang tidak baik, tidak ia tidak menyangka bahwa Vera akan se-tidak sopan ini dengan Kenzie.

Kenzie melihat Nindi dengan penuh kebingungan, ia sepertinya tak berbuat salah pada Vera, kenapa dia begitu tidak sopan.