Cinta Setelah Menikah

Bab 116 Tidak Seharusnya Memberinya Kebebasan

Bab 116 Tidak Seharusnya Memberinya Kebebasan

Di dalam toko baju, Kenzie sedang memilih baju bersama Nindi.

"Kenzie coba lihat ini, bagus tidak?" kata Nindi sambil memegang rok hitam.

Kenzie menggelengkan kepalanya.

Kulit Nindi terang, jika mengenakan warna hitam pasti sangat tidak cocok. Kenzie langsung berjalan ke arah rak baju mengambil gaun berwarna putih: "Nindi, coba yang ini."

Nindi sedikit ragu: "Kulitku gelap, jika mengenakan ini bukankah kulitku akan terlihat kusam?"

Kenzie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum: "Kulitmu warnanya terang, lebih cocook mengenakan pakaian warna putih!"

Nindi dengan setengah percaya berjalan ke fitting room, sambil menunggu, Kenzie melihat-lihat baju lainnya.

Tiba-tiba ada suara yang tidak asing yang terdengar dari arah rak baju sebelah.

"Aku kesal, Steven! Banyak baju yang bagus seperti ini tapi aku sekarang tidak bisa mengenakannya! Semua salahmu yang membuat aku hamil! Habis melahirkan nanti akan aku sudah akan menjadi ibu-ibu." suara Betty terdengar.

Steven... nama yang tidak asing ini membuat Kenzie gemetar.

Kenzie mengintip dari lubang di sela-sela rak baju, Steven sedang memilih baju bersama Betty.

Betty menjadi lebih gemuk, pipinya pun terlihat lebih berisi. Di sampingnya ada Steven yang sedang menemaninya. Dia masih tetap tampan, pada wajahnya juga tetap ada senyuman lembutnya, tapi kelihatannya dia sedang memikirkan sesuatu.

Kenzie cepat-cepat bersembunyi di antara baju-baju. Tapi debar jantungnya tidak bisa dikontrol!

Steven, kakak kelasnya, sedang ada di sebelah! Hanya berjarak satu rak baju dengannya!

Tapi satu rak baju ini, terasa sangat jauh.... jauhnya seakan tak bisa digapai seumur hidupnya.

Jarak terjauh di dunia ini, bukanlah hidup dan mati, melainkan berdiri di depan orang yang kau cintai , tetapi orang itu tidak tahu bahwa kau mencintainya.

Kalimat ini, tiba-tiba mengambang di kepala Kenzie, kalimat yang seperti omong kosong ini, saat ini benar-benar membuat Kenzie sedih.

Steven...dia harusnya baik-baik saja kan? Menikah dengan Betty, melahirkan anak yang lucu, hidupnya pasti akan bahagia.

Ini adalah hal yang baik.

Kehidupan Steven, memang seharusnya seperti ini.

ia

di rak itu dengan

kalau kamu tidak suka baju di toko ini, kita lihat baju di toko lain

beruntung, Steven dan

dia berharap

dan Betty semakin jauh, Kenzie pun tidak sadar bahwa bulu

apa sampai serius seperti itu?" Suara Nindi memotong pikiran

cepat-cepat mengelap matanya yang basah, lalu

keanehan Kenzie, sambil mengenakan gaun putih, ia berdiri di depan Kenzie: "Kenzie,

di seberang kantor mereka, dengar-dengar banyak pria IT yang gajinya besar, pendidikannya tinggi, wajah

putih itu memiliki model yang sederhana, tapi berhasil membuat Nindi yang bentuk tubuhnya bagus dan kulitnya yang cerah

kamu cantik sekali! Aku yakin para pria

menaikkan rambutnya: "iya, besok malam aku akan menunjukkan kecantikan aku, lalu tahun

Kenzie iri pada Nindi, walaupun Nindi belum punya pacar, tapi menurut Kenzie kehidupannya sangat

menikah dan melahirkan

seolah-olah sudah ditakdirkan menjadi kehidupan yang gelap, ia

adalah pria tampan dan

datang bisa membantu

merasa ia mengambil memilihan yang tepat datang kesini hari ini

menemani Nindi. Tapi dia tidak menyangka bahwa hari ini bisa melihat begitu banyak pria tampan perempuan

perempuan

dan ia mengatakan

sistem nomor pasangan. Kenzie mendapat nomor 7, jadi pasangannya adalah nomor

kalau memang kamu belum siap mencari pasangan, anggap saja mencari teman baru, semua orang di sini masih muda, jadi santai saja, kalau kamu memang merasa tidak cocok, tidak suka, jangan nerikan

yang dikatakan Nindi ada benarnya, lagipula ia juga sudah

bayangannya, Kenzie merasa bahwa Bayangan itu sangat familiar. Kenzie menenangkan

itu baru diucapkan setengah, lalu suaranya seperti tersangkut

sana, ternyata Reyhan! wajahnya

kenapa ada di sini?" tanya Reyhan dengan suaranya yang kecil.

arah Kenzie, kemejanya berwarna hitam yang ia kenakan, membuatnya

Reyhan, Kenzie

berani juga." wajahnya

datang untuk menemani Nindi? Atau haruskan ia berkata kalau dia sebenarnya tidak ada rencana untuk

Kenzie menurunkan kepalanya, dan

urusan di Shanghai, belum sempat istirahat, ia langsung cepat-cepat kembali ke perusahaan, ia mencari Kenzie dimana-mana, tapi tidak bisa menemukannya, lalu dia mendengar dari resepsionis kantor bahwa Kenzie dan Nindi pergi

Reyhan langsung berdiri, matanya yang gelap seakan sedang membakar api amarah: "Kenzie, kamu ini cari mati ya! Berani-beraninya

Bình Luận ()

0/255