Cinta Setelah Menikah

Bab 118 Ini Tidak Adil

Bab 118 Ini Tidak Adil

Aturan permainannya adalah menebak angka, ada empat kartu, setiap orang mengambil satu kartu, yang mendapat hakim, dia yang akan memimpin semua permainan.

Ethan sedang beruntung, saat putaran pertama langsung, ia langsung mendapatkan kartu hakim.

"Sekarang aku akan mengetik angka di bawah 10 pada ponselku, semuanya harus menebak , yang benar tebaknya akan kena hukuman. Hukumannya akan ditentukan olehku." Ethan tersenyum licik sambil melihat mereka bertiga. Entah mengapa, Nindi merasa waktu terasa berhenti sesaat, membuatnya menjadi sedikit takut.

Ethan mengetik angka di ponselnya, orang yang pertama menebak adalah Reyhan.

"5." Reyhan mencoba menebak.

"Salah. Lebih besar dari 5." Ethan menggoyangkan kepalanya, lalu menoleh ke arah Kenzie, "Kenzie, sekarang kamu hanya bisa memilih angka di antara 5-10."

Kenzie pun menebak,"7".

"Salah juga, lebih besar dari 7. Nindi, sekarang giliran mu, kamu hanya bisa memilih angka di antara 7 sampai 10." senyum Ethan semakin lebar.

Nindi mulai gugup. Di antara 7 dan 10 hanya ada 8 dan 9, yang artinya, kemungkinan dia benar 50%. Kalau tebakannya benar, dia harus melakukan truth or dare, ia masih tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan Ethan.

Nindi menggigit bibirnya, jantungnya berdebar-debar, "8." Matanya menatap ponsel di tangan Ethan.

"Salah. Kamu beruntung!" wajah Ethan terlihat kesal. Tidak menyangka Nindi bisa beruntung seperti ini.

"Reyhan, giliran kamu sekarang, kamu hanya bisa memilih angka di antara 8 dan 10." Ethan senyum-senyum melihat Reyhan. Reyhan pasti kalah! Angka di ponsel itu adalah angka 9.

"Oke, aku mengaku kalah!" Reyhan pun menatap ke arah Ethan.

Ethan mengumumkan kepada Reyhan: "Aku ingin kamu mencium Kenzie!"

Tangan Reyhan diangkat dari paha Kenzie, Kenzie pun sedikit lega. Tapi Ethan malah menyuruh Reyhan mencium dia!

"Saya menolak! Hakim yang mulia, hukuman anda tidak adil!" Kenzie memohon pada Ethan.

"Penolakan tidak diterima. Aku adalah hakim, aku yang membuat peraturan permainan ." Ethan tidak peduli dengan penolakan Kenzie, tentu saja ia akan membantu Reyhan.

Reyhan melirik ke Ethan, diam-diam ia mengacungkan jempolnya ke Ethan.

Musik di bar pun sangat keras, Nindi pun berteriak, menghasut Kenzie: "Kenzie, ayo dong! Ini hanya sekedar permainan saja! Jangan seperti itu dong..."

boleh cium pipi saja ya!" Kenzie pun berdiri. Dalam permainan, harus terima kekalahan. Di depan umum

Reyhan juga berdiri, menghadap ke

tangannya langsung mengcengkram pinggang

lagi!" Ethan

dari samping:

melihat Nindi dengan tatapan kesal, dia ini benar-benar teman yang jahat! Tadi bertengkar dengan Reyhan, sekarang malah mendukung Reyhan untuk menciumnya!

Kenzie

lalu mencondongkan pipi kanannya ke

pinggang Kenzie, memeluknya, lalu bibirnya

dan Ethan

ia harus bertanya pada Kenzie. Sepertinya hubungan mereka berdua tidak sesederhana yang ia bayangkan.

Kenzie bisa mendapatkan Reyhan, entah berapa banyak orang yang iri dibuatnya! Haha, semoga saja ini juga bisa membuat semua perempuan yang hobi bergosip di kantor menjadi iri!

bahkan sudah mulai memikirkan tanggal pernikahan untuk

yang panas hendak masuk ke dalam mulut Kenzie, tangannya pun ditempel erat-erat di punggung Kenzie, lidahnya terus berputar di

malu, berusaha melepaskan diri dari pelukan Reyhan, matanya pun melirik ke arah Ethan dan Nindi, melihat mereka berdua menikmati tontonan

lihat waktu dan tidak lihat tempat, sembarangan

pun merasakan perlawanan Kenzie, ini

lalu bicara pelan-pelan: "Jangan bergerak, aku sudah sangat bergairah! Jangan

semakin meningkat, dan malah melakukan hal yang

yang panas itu membuat Nindi sedikit tidak

bicaranya blak-blakkan, penampilannya juga sedikit menggoda, tapi sebenarnya ia sangat pandai menjaga diri, dan

di hadapannya, Nindipun mengalihkan pandangannya, tapi Nindi tidak tahu harus melihat ke arah

kemana,

matanya pun

tidak tau malu." pikir Nindi, tapi ia tidak

Ethan. Mata Ethan terasa romantis, tatapannya penuh senyuman, tidak tajam seperti Reyhan. Ethan kelihatannya sangat rileks, duduk dengan

indah, apabila menciumnya...Nindi tiba-tiba sadar! Ya tuhan! Apa yang sedang

ke arah

merah, Ethan merasa senang, sambil tersenyum ia bicara kepada

mengerti

yang pertama menundukkan

hanya menatapmu saja kok!"

hal lain? Lalu kenapa wajahmu memerah, Nindi?" Ethan tidak buang-buang

Reyhan membuat sekujur tubuh Kenzie lemas, dunianya seakan berputar. Ciuman mereka benar-benar panas, sampai-sampai orang dari meja sebelah

Bình Luận ()

0/255