Cinta Setelah Menikah

Bab 121 Dia Tidak Akan Lepas Tangan

Bab 121 Dia Tidak Akan Lepas Tangan

Kenzie cepat-cepat bertanya Nindi: "Group Fortune? Group Fortune yang mana?"

"Itu Group Fortune yang membuat gedung untuk mal! Kalau tidak salah, Presdirnya menikah dengan anaknya wali kota." Nindi melihat wajah Kenzie yang tertarik dengan hal ini, melanjutkan, "tapi, kalau tidak salah ada terjadi keributan di pesta pernikahannya , akhirnya mereka tidak jadi menikah."

"Tidak jadi menikah? Tidak mungkin! Dulu kalau tidak salah, aku pernah membaca berita, katanya anaknya wali kota sedang hamil?" Kenzie juga sedikit kaget. Waktu Steven menikah, dia sudah pergi ke Amerika, jadi ia tidak mengetahui hal-hal ini.

Ternyata Steven tidak menikah dengan Betty ya.....Tapi terakhir di mal, mereka terlihat bahagia, dan jelas-jelas, mereka berdua sudah memiliki seorang anak.....

"Saat itu mereka memang sudah menyiapkan pernikahakn mereka, bahkan sudah sampai mengadakan resepsi. Tapi kalau tidak salah, ada orang membuat keributan, akhirnya pernikahannya batal." Nindi juga menambahkan: "tapi, Presdir Group Fortune dan putri wali kota itu sudah tinggal bersama, sudah punya anak juga."

Kenzie jadi binggung: "jadi sebenarnya mereka sudah menikah atau belum?"

"Belum nikah, tapi sudah punya anak, juga sudah tinggal bersama." ucap Nindi, lalu melihat Kenzie: "Kenzie,kenapa kamu sangat tertarik dengan hal ini? Setahuku kamu bukan orang yang tertarik dnegan gosip!"

Kenzie sedikit ragu, lalu memutuskan kalau sementara, ia tidak akan memberitahu Nindi mengenai hubungannya dengan Steven. Ia takut Nindi semakin terkejut dan binggung.

Kenzie sendiri pun merasa hubungannya dengan Reyhan dan Steven sangat-lah rumit.

"Kenzie, jadi kamu sebenarnya mau mencoba atau tidak?" Tanya Nindi.

"Tidak! Aku tidak akan mau bekerja di Group Fortune. Aku akan mencari lowongan di tempat lain." Walaupun ia bicara seperti ini, tapi sebenarnya KEnzie tidak percaya diri sama sekali untuk mencari pekerjaan baru. Dia tidak tahu apa Reyhan benar-benar akan melepaskannya.....

"Kenzie, aku hari ini mau ke kantor untuk mengurus surat resign-ku. Apa kamu mau ikut?" Tanya Nindi.

"Aa.... Aku tidak ikut, aku baru bekerja untuk beberapa hari, di kantor juga tidak ada barang yang perlu dibawa pulang, juga tidak ada file yang harus dioper." Kenzie sebenarnya sedikit takut kalau Reyhan akan berbuat sesuatu padanya jika ia kembali ke kantor.

"Ya sudah, aku jalan dulu ya. Aku akan kembali siang ini. Oh iya, nanti sore, ayo kita jalan-jalan!" ajak Nindi.

"Boleh."

Saat dirinya bangun, Reyhan merasa kepalanya sakit seperti mau meledak.

Setelah susah payah bangkit, dia baru sadar, ternyata dirinya tidur di lantai rumah Ethan.

Di atas kasur, terlihat Ethan yang sedang tidur nyenyak.

"Ethan!!" Reyhan berteriak.