Cinta Setelah Menikah

Bab 124 Rasa Bersalah Yang Aneh

Bab 124 Rasa Bersalah Yang Aneh

"Reyhan, kenapa?" tanya Ethan.

"Masih berani bertanya, pasti Presdir Reyhan marah karena daritadi kita mengobrol bertiga saja." ucap Nindi dengan pasti, dan percaya diri dengan dugaannya.

Ethan tertawa, hanya Nindi yang cara berpikirnya sepolos itu. Mata Reyhan menatap Kenzie, Kenzie dari awal sudah tahu.

Reyhan tiba-tiba marah, pasti karena Kenzie menghiraukan dia.

Ethan yang sudah mengenal Reyhan lebih dari 20 tahun lebih, tentu saja mengerti temannya itu.

Sepertinya Reyhan masih tidak bisa melepaskan Kenzie. Ethan pun menghela nafasnya.

Takut Reyhan berbuat yang aneh-aneh, Ethan cepat-cepat menarik dia ke toilet, "Nindi, Kenzie, kalian duduk dulu ya, aku dan Reyhan ke toilet dulu."

Di dalam toilet, Ethan menyalakan rokoknya, lalu memberikan sebatang untuk Reyhan. Mereka berdua merokok dalam diam.

"Reyhan, aku tahu sulit bagimu untuk melepaskan Kenzie. Tapi, kenapa tidak mau mencoba untuk melepaskannya?" tanya Ethan dengan tulus, "kamu bisa memberikan waktu satu minggu, satu minggu ini, jangan mencari Kenzie, jangan bertemu dia, jangan mengirimkan pesan padanya, jangan meneleponnya. Kalau setelah satu minggu ini kamu tetap merasa bahwa kamu tidak bisa melepaskannya, kamu bisa bertemu dengannya lagi."

Reyhan merokok dalam diam, tidak bicara apa-apa.

"Semua yang dipaksakan itu tidak baik, kalau kedua belah pihak saling menyukai, hubungan itu baru bisa menjadi hubungan yang membahagiakan. Kamu dan Kenzie, hanya bertengkar-baikkan-bertengkar-baikkan. Apa kamu tidak lelah?" Ethan merasa seperti perempuan Alisbaya yang cerewet.

Wajah Reyhan pun mengerut, ia menghisap rokok dalam-dalam. Lalu dia menatap Ethan, "tidak."

Ethan jadi semakin khawatir, "Reyhan, jangan sampai kamu sakit hati, dan membuat dirimu sendiri lelah, hanya demi seorang perempuan saja!"

Matanya yang tajam itu menatap ke luar jendela, bicara dengan dinginnya, "Aku tidak akan melepaskannya. Tapi, aku akan memberikannya kebebasan selama satu minggu bahkan satu bulan!"

Ethan penasaran, "kamu ini sedang bermain permainan kucing dan tikus ya?"

Reyhan menjawab, "aku tidak percaya Kenzie tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadapku! Aku akan memberikannya waktu satu bulan, agar dia bisa mengerti perasaannya dengan jelas!"

Kenzie memiliki perasaan sedikitpun terhadapnya? Kalau benar-benar tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadap Reyhan, kenapa Kenzie hanya diam, tidak bicara apa-apa, kenapa dia tidak berani menatap mata Reyhan?

Dia tidak percaya kalau Kenzie tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadapnya!

Tidak akan, aku tidak akan lepaskanmu. Kenzie, kamu tidak bisa kabur! Dua tangan Reyhan dikepal, matanya pun semakin dalam.

Ethan berjalan di depan, sengaja dia duduk

ini, Reyhan duduk di

kedinginan. Pria ini seperti memiliki kekuatan yang aneh

kalian lama sekali di toilet? Apa kalian buang air besar?" Nindi selalu

menahan tawa melihat temannya. Hanya Nindi yang berani membicarakan ini

Ethan menyukai perempuan seperti ini. Lalu

tertawa menatap Nindi, "Nindi, bagaimana kamu tahu? Tadi kamu diam-diam mengikuti kami ke toilet

Ethan, lalu mulai makan, "Sudah, aku malas membalasmu! Kalian lama sekali,

tidak nafsu makan, ia

di bagian luarnya ada abon

sushi sekaligus. Saat dia hendak melanjutkan makannya, Reyhan yang

dia setelah kejadian di bar itu. Hatinya sedikit tergerak.

dia ambil tisu di meja lalu

Reyhan cepat dan lancar, Kenzie pun

Reyhan sedang...Mengelap mulutnya?

Sejak saat ini mereka berdua harusnya sudah tidak memiliki

Reyhan, Ethan dan Nindi

Reyhan berkata ingin memberikan Kenzie waktu satu

Nindi malah iri.

dari samping, ia terlihat tampan, sifatnya juga dingin, dia

lembut benar-benar sangat

lembut, gerakan dan

asumsinya ke Reyhan salah!

Kenzie!

berada di pihak Reyhan,

lamunannya, cepat-cepat memiringkan kepala, menghindar

dilihat dari gerakanya, Kenzie merasa tidak menyukai apa yang baru ia lakukan. Hanya mengelap mulut, kenapa Kenzie sampai

sesuatu, Nindi sudah bicara terlebih dagulu, "Wah! Presdir Reyhan, kamu tahu tidak,

sudah mengakui kalau dia itu pria tampan, hanya Kenzie yang buta tidak bisa

binggung dengan perubahan Nindi, "Nindi, mata kamu rusak

dan lembut? Gerakan dia mengelap mulut tadi sangat kasar, mulut pun sampai

Reyhan penuh rasa kagum, "Presdir Reyhan, kamu tampan sekali! Aku jadi menyesal resign

rasa dia mencintaimu ! Kamu terima saja dia ! Kalian

saat ini ia merasa

Bình Luận ()

0/255