Cinta Setelah Menikah

Bab 125 Menginginkan Lebih Banyak Lagi

Bab 125 Menginginkan Lebih Banyak Lagi

Ke rumahnya untuk mengambil barang? Mendengar omongan Kenzie, dada Reyhan sesak.

Apa Kenzie benar-benar tidak sabar untuk memutuskan hubungan antara mereka berdua? Kemarahan Reyhan bisa terlihat dari matanya, wajahnya pun berubah menjadi dingin, ia diam dan tidak bicara apa-apa.

Kenzie melirik Reyhan dengan hati-hati, melihat ekspresi wajahnya, Kenzie pun semakin takut.

Sebenarnya dia juga tidak mau ke rumah Reyhan lagi, dengan keadaan seperti sekarang, dia akan merasa canggung saat menghadapi Reyhan. Tapi itu barang-barang dari ayahnya, tidak peduli bagaimanapun, dia harus mengambilnya.

"Hmm.. Kalau kamu tidak berkenan..." Kenzie belum selesai bicara, Reyhan sudah jawab dengan dingin, "ambil saja besok malam." suaranya keras.

"Oke, terima kasih." balas Kenzie dengan pelan. Matanya cepat-cepat melihat ke luar jendela, tidak berani menatap Reyhan lagi.

Reyhan tambah marah, apa dirinya itu hantu? Kenapa Kenzie melihatnya penuh rasa takut, seakan-akan dia itu hantu?

Tapi Kenzie bisa tertawa saat bicara dengan Ethan.

Untuk melampiaskan marahnya, Reyhan langsung menancapkan gas mobilnya dalam-dalam! Mobilnya yang tadinya stabil tiba-tiba langsung mengebut, tiga orang lainnya pun kaget.

Nindi baru mau menanyakan tentang benefit dari kantor Ethan, karena ulah Reyhan ini, dia pun langsung terjatuh ke pelukan Ethan.

Ethan pun langsung mencium wangi Nindi dalam-dalam, wangi Nindi sangat spesial, dia sangat menyukainya.

Ethan bertanya, "Nindi, kamu tidak apa-apa kan?"

"Ya, tidak apa-apa..." Nindi yang berada di pelukan Ethan menjawab. Tubuh mereka berdua bersentuhan, Nindi pun merasakan otot Ethan yang keras. Wajahnya pun memerah.

Reyhan melirik kaca spion belakang dan melihat Nindi dan Ethan sedang bermesraan di kursi belakang, lalu ia menatap Kenzie.

Kenzie juga terlihat kaget.Tubuhnnya pun miring ke arah Reyhan, tapi dia memegang pegangan di pintu mobil erat-erat, jari-jarinyanya pun berubah menjadi putih, dan ia tidak mau mendekat ke arah Reyhan.

Seperti takut bersentuhan dengan Reyhan.

Reyhan pun mendengus dingin, ia lalu langsung membanting setir, mobilnya pun langsung berbelok tajam ke kiri.

Kenzie pun tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya, dalam sekejap tubuhnyanya terjatuh ke arah tubuh Reyhan.

bersentuhan dengan Reyhan, Kenzie pun berusaha memiringkan tubuhnyannya, tapi hidungnya malah membentur

sekali!" Kenzie

Reyhan, tapi hatinya merasa senang, diam-diam

lalu dia injak

menarik wajah Kenzie dengan kasar, dia menyalakan lampu mobil untuk melihat wajah

hendak mendorong

terlihat serius. Reyhan menatap Kenzie,

bisakah kamu jatuh saja ke pelukanku? Malah lebih

yang tajam menatap mata Kenzie,

bertambah cepat, ia sulit bernapas. Dia ingin mengalihkan tatapan matanya, tapi tidak

matanya terlihat jelas. Kenzie tidak menyadari ekspresinya yang kebingungan itu sangat menarik bagi

tiba-tiba ingin

pinggang Kenzie, manariknya semakin dekat, hidung mereka hampir bersentuhan, hawa panas dari nafas Reyhan pun

pun melihat keadaan di depan dengan penuh ketertarikan. Wah...Reyhan dan Kenzie terlihat sangat

mendukung hubungan Kenzie

Kenzie! Jangan

ke alam mimpi, akhirnya sadar karena suara Nindi. Setelah sadar, dia baru menyadari kalau dia dan Reyhan saling

dengan cepat mendorong Reyhan. Wajahnya pun memerah

niatnya terbongkar oleh Nindi, ia

diam-diam mengingat nomor gedung

Reyhan benar-benar mencintaimu! Kamu terima saja perasaannya, jadi kekasihnya!" sesampainya di rumah Nindi langsung

ekspresinya pun seperti seseorang yang sedang memikirkan

Reyhan, hatinya merasa sakit?

mata Reyhan, seperti ada sihir yang aneh, yang

yang kacau ini. Lalu bicara dengan datar, "Nindi, tidur sana,

Presdir Reyhan jelas-jelas mencintaimu! Apa kamu tidak menyadarinya?"

apa berarti aku harus menerimanya?" Kenzie merasa

kaget,

adalah seorang pria yang luar biasa, diluar sifatnya yang memang sedikit keras, dia dalah orang yang sempurna, yang bisa

tidak menyukai dan tidak bisa menerima sifatnya." ucap Kenzie

terasa sangat melelahkan, sepanjang waktu, Kenzie selalu merasa takut,

Kenzie tidak tenang. Reyhan sama sekali tidak banyak bicara, dan Kenzie juga tidak percaya Reyhan bisa melepaskannya semudah

pedang yang digantung di atas kepalanya, kapanpun pedang

Bình Luận ()

0/255