Cinta Setelah Menikah

Bab 129 Suasana Hatinya Berubah Jadi Membaik

Bab 129 Suasana Hatinya Membaik

Sudah lama tidak keluar rumah, Kenzie merasa sangat senang karena mau pergi ke pemandian air panas ini.

Kenzie mengenakan jaket musim dingin berwarna hitam, celana panjang abu-abu dan sepasang sepatu boots berwarna hitam dan bersiap-siap untuk berangkat.

"Kenzie, gayamu kuno sekali! Perempuan di perusahaanku semua pintar berdandan, jika andananmu seperti ini, mereka pasti akan menertawakanmu." Setelah melihat dandanan Kenzie, Nindi pun mengerutkan dahinya.

Nindi pun menarik Kenzie kembali ke kamar, memakaikan topi berwarna merah dikepalnya dan melingkarkan syal abu-abu dilehernya, lalu mendorongnya ke depan cermin, "Lihat, sekarang terlihat lebih cerah kan?"

Benar, topi merah itu membuat wajah putih Kenzie menjadi lebih berwarna.

Sepasang bola mata yang besar, wajah putih yang tiada tandingannya, ditambah gaya pakaiannya yang simpel tapi stylish membuat Kenzie yang berada didepan cermin itu terlihat begitu manis.

Tujuan utama Nindi mengajak Kenzie ke pemandian air panas ini sebenarnya untuk memperkenalkan dia kepada presdir baru mereka.

Mario adalah murid tamatan dari 10 universitas terbaik didunia, ayah dan ibunya juga merupakan eksekutif perusahaan asing, ia lembut dan tampan, orangnya juga sangat sopan. Nindi merasa dia sangat cocok dengan Kenzie. Kenzie juga harus keluar dari masa lalunya yang suram itu.

Setelah sampai didepan kantor, Nindi melihat Mario yang sedang menelepon disamping bus.

Melihat Nindi membawa seorang gadis menuju kearahnya, Mario langsung menutup ponselnya dengan sopan.

"Hai, Nindi, kamu bawa temanmu ke pemandian yah?" Mario menyapa dengan sopan.

"Iya, ini sahabat baikku, Kenzie. Kenzie, ini presdir perusahaan kita, Mario."

Mario dan Kenzie pun berpapasan mata, keduanya pun tercegang.

Mario terpesona, karena wanita dihadapannya ini sangat unik. Di wajah putihnya itu terlihat sedikit ekspresi depresi, tapi sepasang bola matanya yang hitam dan berbinar itu menutupi segalanya. Sepasang mata itu membuat siapapun yang melihatnya pasti tidak bisa melupakannya. Kecantikannya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Ada sesuatu yang tidak biasa dari gadis ini, dia belum pernah bertemu dengan gadis seperti ini sebelumnya, Mario merasa sedikit terkejut, Nindi yang sembrono seperti itu, bagaimana bisa mempunyai teman yang menarik seperti ini.

Kenzie juga terpukau, karena laki-laki ini mirip sekali dengan Steven!

Wajahnya yang putih dan lembut, warna matanya yang hazel ditambah lagi dengan tubuhnya yang maskulin, sangat mirip dengan gaya Steven. Kenzie menjadi semakin tertarik dengan Mario.

Setelah Nindi melihat ekspresi Mario, ia pun tahu kalau Mario tertarik dengan Kenzie.

Dalam sekejap, Nindi berpura-pura kesakitan, "Aduhhh, Kenzie, perut aku tiba-tiba sakit sekali, sepertinya aku harus ke toilet bentar. Mario, tolong bantu aku mengantar dia ke mobil sebentar ya! Kenzie tidak kenal siapapun, kamu harus menjaga dia baik-baik. Aku naik bus yang satunya lagi. Bye bye..."

Selesai bicara, Nindi pun langsung berlari secepat kilat.

Kenzie sedikit terkejut, ia baru saja hendak bicara, tapi Nindi sudah lari terlebih dulu.