Bab 131 Wine

Melihat Reyhan yang sedikit pun tidak bernafsu sama sekali, Mary pun mulai cemas.

Ia pun menoleh kearah Reyhan dan berkata, "Reyhan, aku ke toilet bentar." setelah mendapat persetujuan dari Reyhan, ia pun berbalik, obat yang dibawanya masih tersimpan dikamar tamu yang ada di club hotel.

Rencananya ia hendak menggunakan obat ini setelah mereka mandi, tapi melihat situasinya sedikit terdesak, kalau tidak digunakan sekarang, nanti pasti akan terlambat.

Sejak Reyhan melihat Kenzie, dirinya menjadi agak berubah. Jadi Mary harus lebih cepat menjalankan misinya.

Kenzie melihat Ethan dan Nindi yang sedang mengobrol, semakin lama mereka semakin dekat, ia pun tersenyum bahagia. Sepertinya sudah ada kemajuan dalam hubungan Ethan dan Nindi...dia juga tidak mau menjadi nyamuk diantara mereka.

Kenzie pun sengaja memperlambat langkah kakinya, melihat Ethan dan Nindi berbelok ke jalan lain dan perlahan menghilang dari pandangannya, Kenzie berbelok ke sebelah kanan, berjalan kearah yang berbeda.

Salju putih yang terus jatuh dari langit yang hitam ke bawah lampu jalan yang terang, tampak indah sekali, seperti didalam mimpi.

Kenzie berjalan perlahan ditengah salju itu, ia ingin menjernihkan pikirannya yang kacau.

Setelah menyendiri selama tiga bulan, awalnya ia kira ia sudah bisa berhasil melewati dan melupakan masa laluya yang kelam itu, masalah apa pun tidak dapat membuatnya sedih lagi. Dia merasa ia sudah berhasil melewati masa sulit itu dan menjadi lebih tegar.

Tapi, kenapa hanya dengan bertemu Reyhan saja, ia merasa sangat terpukul?

Apakah itu karena wanita yang ada disampingnya ataukah karena pandangan matanya yang sinis itu? Dia dan Reyhan hanya bertukar beberapa kata.

"Kamu sudah punya kekasih baru?"

"Tidak. Yang tadi itu rekan kerja Nindi."

Tapi mengapa hanya dengan melihat tatapan matanya, Kenzie merasa begitu tertekan. Mengapa ia masih bisa merasakan kehangatan yang dia rasakan saat bersama dengan Reyhan? Jangan-jangan, ia benar-benar jatuh cinta pada Reyhan?

Kenzie, apa yang sedang kamu pikirkan?

Waktu itu bukanya kamu sampai mencoba bunuh diri hanya demi bisa bebas dengan Reyhan, sekarang kenapa malah berpikir seperti itu?!

Kenzie berjalan dalam kebingungan sambil menjambak-jambak rambutnya, ia harus berhenti berpikir yang tidak-tidak.

Toh sekarang Reyhan sudah memiliki kekasih baru yang lebih baik darinya, untuk apa ambil pusing lagi.

Setelah memikirkan model berusia 17 tahun itu, dalam hatinya, Kenzie merasa sedikit risih, laki-laki zaman sekarang, standarnya juga semakin lama semakin tinggi, sekarang bahkan sudah berani mendekati anak remaja!

Disampingnya terdapat halaman kecil, arsitektur bangunan disampingnya juga sangat menarik, Kenzie pun berjalan menuju kearah bangunan itu.

Ethan pernah bilang, semua tempat di pemandian ini terbuka untuk umum. Jadi Kenzie pun tidak perlu khawatir,