Cinta Setelah Menikah

Bab 136 Tidak Berniat Baik

Bab 136 Tidak Berniat Baik

Dari kemarin malam hingga saat ini, Kenzie pun tidak begitu memiliki nafsu makan, namun karena melakukannya berkali-kali dengan Reyhan, Kenzie pun lapar setengah mati sekarang.

"Krucuk... krucuk..." Terdengar bunyi dari perut Kenzie, perut Kenzie pun seakan mengajukan protesnya.

Reyhan juga mendengar suara itu, dan tersenyum sejenak melirik Kenzie. Pipi Kenzie seketika menjadi merah. "Dasar kamu ini! Kan normal saja jika perutku berbunyi, kenapa malah kamu tertawakan?" Dengan mata melotot Kenzie memandang Reyhan.

"Kamu lapar? Aku pesankan makanan untukmu ya." Dengan penuh kasih sayang, Reyhan membelai rambut Kenzie dan dengan mesra mengecup keningnya.

Mereka sudah berpisah selama 3 bulan, Reyhan belum puas bermanja-manja dengan Kenzie.

"Tidak, Aku sudah berjanji pada Nindi untuk makan siang bersamanya." Kenzie langsung menolak penawaran Reyhan tanpa berpikir dua kali.

"Ayolah... Makan di sini saja, kamu masih tidak enak badan, restoran juga jauh, bagaimana kamu bisa kesana?" kata Reyhan yang tidak ingin membiarkan Kenzie pergi.

"Tidak apa-apa, Aku bisa jalan pelan-pelan." Kenzie sangat ingin berduaan dengan teman baiknya itu untuk membicarakan banyak hal. Dia juga ingin menanyakan perkembangan hubungan Nindi dengan Ethan, kemarin malam Kenzie melihat mereka berdua begitu mesra.

Melihat wajah Reyhan yang tidak senang dan mengerutkan kening, Kenzie pun segera mencium pipinya, dan membujuk, "Rey, boleh ya? Aku akan berhati-hati."

Kenzie jarang sekali agresif begini kepada Reyhan, kecupan dan rayuan manis Kenzie pun meluluhan hati Reyhan.

"Baiklah, Aku akan menelepon Ethan, kita pergi makan berempat." Reyhan kemudian langsung menelepon Ethan.

Nindi pun sudah menunggu Kenzie di restoran. Seketika Nindi melihat Kenzie, Reyhan, dan Ethan berjalan masuk menuju restoran, raut wajahnya pun berubah.

Raut wajah Ethan pun hanya tersenyum biasa saja, sama sekali tidak menunjukkan hal yang tak lazim. Tapi, Nindi merasa canggung, Ia pun bingung menghadapi Ethan.

"Nindi!" kata Reyhan menyapa Nindi. Karena Nindi adalah teman baik Kenzie, Reyhan pun memanfaatkan momen ini untuk mencari perhatian Kenzie. Bagaimanapun bagi Kenzie, Reyhan masih dalam masa percobaan.

dan tidak bisa menahan diri untuk menengok ke arah

hanya mengangguk-angguk dan tersenyum dingin

terasa hanya seperti senyum kepada teman biasa, siapapun tidak dapat mengira bahwa baru kemarin Ethan mengucapkan kata-kata manis

meja, ingin segera pergi dari tempat itu, namun ia

itu begitu mewah, semua yang disajikan dibuat

ikan ini ya." Reyhan membersihkan duri-duri ikan dengan teliti dan menyuapi Kenzie. Mereka terlihat begitu

agak tersipu malu, berkata "Apa-apaan ini? Kamu ingin sok romantis di depan orang banyak?" Di sampingnya ada Nindi dan

Aku bisa makan sendiri." Kenzie memalingkan kepala untuk

kasar, tapi

melirik Ethan. Ethan sedikitpun tidak memperhatikan kemesraan Reyhan dan Kenzie. Ethan malah sibuk

bergerak begitu cepat, tampaknya Ethan sedang mengirimkan pesan kepada seseorang. Ia menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Senyum itu terlihat begitu familiar bagi Nindi, senyum seorang pria yang sedang bicara dengan

tertusuk, ia berbicara dalam hati, "Ethan, apa kamu sedang

yang bernama Gisselle, yang isinya, "Kak, kamu sedang apa? Aku besok lusa pulang, aku akan pulang bersama Nayra.

bersedia pulang. Raut wajah Ethan seketika penuh dengan senyuman yang manja,

Ethan kemudian melanjutkan makannya, namun

Nindi pun seketika berdebar dan matanya

pun bingung hingga hingga ingin bersembunyi, Ethan malah mengira Nindi kali ini membalasnya dengan

kening,ia tak mengerti, dia tidak melakukan apapun, namun mengapa Nindi begitu dingin padanya, seakan-akan kemarin

ini orang yang sedikit arogan dan bangga pada dirinya sendiri, dari dulu sampai sekarang wanita selalu mengejar-ngejarnya, ia tidak pernah mengejar wanita terlebih

lagi memberikan senyum yang hangat pada Nindi. Ethan kemudian hanya melanjutkan makan siangnya, dan sama sekali

yang begitu dingin padanya,

orang itu akhirnya mereka

yang panjang, akhirnya

Kenzie pulang ke rumah

Bình Luận ()

0/255