Cinta Setelah Menikah

Bab 137 Memberinya Pelajaran

Bab 137 Memberinya Pelajaran

"Reyhan... Jangan sembarangan ya, Aku masih sakit!"

Kenapa nafsu pria ini tinggi sekali? Kenzie benar-benar tidak tahan melayaninya terus menerus!

"Tidak peduli. Kamu yang menyulutkan api, kamu yang harus bertanggung jawab untuk memadamkannya." Reyhan melanjutkan ciumannya pada bibir Kenzie dengan penuh gairah.

"..." Kenzie pun tidak bisa berkata-kata.

Siapa yang menyulutkan api? Dia sebenarnya tidak melakukan apapun, kan? Pria ini benar-benar aneh!

Untuk apa mempedulikan itu, nanti saja baru dipikirkan.

Kenzie membalikkan tubuhnya , dan dengan nama manja berkata, "Rey, nanti saja ya? Aku lapar!"

Mendengar perut Kenzie berbunyi, Reyhan dengan berat hati melepaskan Kenzie, dan mengecupnya sekali dan berkata, "Ayo kita pergi makan."

Dua sejoli itu memakai sepatu mereka, saat itu Kenzie membawa tasnya, begitu dia sedikit membungkukkan pinggang, tasnya terjatuh ke bawah. Kenzie membungkuk untuk mengambilnya, dan menaruh tasnya di atas rak sepatu.

Ketika hendak membungkukkan pinggang untuk memakai sepatunya, tumitnya perlahan dan dengan lembut terangkat, Kenzie pun terpana dan melihat bahwa Reyhan sedang jongkok di bawah, dan meletakkan kaki Kenzie di atas lututnya, dan tangannya memegang sepatu Kenzie yang berwarna silver, bersiap unttuk memakaikannya untuk Kenzie.

"Reyhan... Sejak kapan kamu begitu lembut padaku..." ujar Kenzie dalam hati.

Sorot mata Reyhan begitu lembut, dan ia begitu fokus memakaikan sepatu kepada Kenzie .

Sorot mata ini, terasa sangat familiar, Kenzie hanya pernah melihatnya di mata kakak kelasnya, Steven...

Jantung Kenzie pun seketika berdebar begitu kencang. Dia pun terdiam, seperti boneka kayu yang sedang dipakaikan sepatu oleh Reyhan, ketika Ia berdiri, Kenzie memberikan sebuah kecupan di pipi Kenzie dan berkata, "Ayo!"

Kenzie masih belum merespon dan masih termenung. Apakah Reyhan yang sama dengan Reyhan yang dulu selalu semena-mena?

Dia, benar-benar telah berubah...

Perasaan bahagia muncul dari dalam hati Kenzie, ia menggandeng lengan Reyhan dengan senyum indah yang menghiasi wajahnya.