Cinta Setelah Menikah

Bab 141 Hanya Bermain Saja

Bab 141 Hanya Bermain Saja

Reyhan memberikan urusan pekerjaannya kepada wakilnya. Dan dengan sepenuh hati merawat dan menjaga Kenzie.

"Kenzie, makanlah sedikit!" Bibi Dewi menyapi Kenzie yang masih berada di atas kasur, padahal Bibi Dewi sudah tahu dia tidak bisa mendengar lagi, tapi masih saja menasihati dia.

Kenzie berlinang air mata, hanya terdiam menatap bibi Dewi, tidak memiliki respon apapun.

Kenzie terlihat semakin kurus, seperti sebuah papan kayu.

Hati Reyhan sangat khawatir, namun ia tidak tahu bagaimana menebus kesalahannya.

Kalau dia mati, Kenzie mungkin akan sedikit lebih bahagia, dia lebih rela kalau dia mati.

"Kenzie, makanlah! Tunggu kondisi kesehatanmu membaik, aku akan membiarkanmu pergi. Aku berjanji aku tidak akan menganggu kamu lagi, oke?" Reyhan memohon dengan nada putus asa. Hanya sayang, Kenzie tidak bisa mendengar apapun.

Kenzie masih terus menolak untuk makan, bibirnya tertutup rapat, dan bahkan tidak minum air sedikitpun. Kalau bukan dokter yang memberikan asupan makanan melalui suntikan, dia mungkin sudah mati kelaparan dan kehausan!

Reyhan kahwatir hingga berlutut di hadapan Kenzie. Dengan menungkan segelas air, Ia meminum air dari gelas itu, dan langsung mencium bibir Kenzie.

Kenzie awalnya ingin mengelak, namun kepalanya malah dipegang erat oleh Reyhan, sehingga Ia tidak bisa mengelak.

Melihat dengan cara ini Kenzie baru minum, Reyhan pun sedikit lega!

Sejak saat itu, makanan Kenzie dibuat menjadi cairan. Kedelai, susu, jus sayuran, bubur, semua yang mengandung gizi dan protein dibuat menjadi cairan.

Reyhan memasukkan makanannya itu ke dalam mulutnya dan kemudian mencium Kenzie memberi dia makanan. Kenzie awalnya ingin mengelak, tidak ingin menerima asupan makanan apapun dari mulut Reyhan. Namun Ia merasa mengelak juga percuma, dia hanya bisa membiarkan Reyhan melakukan apapun kepadanya.

Dia benar-benar rapuh. Pria seperti Reyhan, membuat hatinya hancur menjadi berkeping-keping. Dia sama sekali tidak akan memberikan kesempatan lagi kepada Reyhan.

Cuaca mulai berubah menjadi lebih hangat. Musim semi telah datang.

Kakek Reyhan menelepon dari Amerika, mendesak Reyhan untuk segera masuk kantor. Jika tidak, kakek Reyhan tidak akan menganggap Reyhan sebagai cucunya lagi.

menyerahkan Kenzie kepada bibi Dewi,

teman-teman terdekat yang mengetahui nomor ponselnnya yang ini, Reyhan mencoba mengangkat

kamu perbuat kepada Kenzie-ku! Kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi? Kenapa dia tidak mengangkat teleponku? Kalau aku tidak menggunakan nomor orang

seakan menampar wajahnya,

bagaimana menjelaskan semuanya. Penyakit

lakukan pada Kenzie?!" Melihat Reyhan yang tidak berbicara, Nindi

merasa Reyhan tidak cocok dengan Kenzie, tapi karena Kenzie pernah berkata ingin memberi Reyhan kesempatan

begitu tinggal bersama Reyhan, tidak lama Kenzie menghilang! Ditelepon

agak lama, dengan nada yang berat, dan dengan sedih Reyhan berkata, "Nindi,

susah diucapkan ini, membuat Reyhan memutuskan

yang begitu kuat, sekarang berubah menjadi seorang tunarungu yang kurus dan

menerima, ini semua

baiknya Nindi, Kenzie

seperti ini!" begitu

dan akhirnya semuanya dilampiaskan saat itu. Kedua orang itu berpelukan

dari sini!" Nindi

nona Kenzie pergi, bagaimana aku mempertangugngjawabkannya ke Presdir Reyhan!" bibi Dewi menghentikan langkah Nindi. Tuan ingin merawat Kenzie baik-baik, kalau Nindi membawanya Kenzie pergi, dia tidak bisa mempertanggungjawabkannya pada

akan menelepon Reyhan!" Nindi langsung

jangan mempersulit pembantumu." Nindi bicara dengan ketus. Reyhan sudah melukai

tidak ada suara yang terdengar

berkata, "Baiklah, Nindi, gantikan aku merawat Kenzie. Ini salahku,

kalau kamu tahu itu! Reyhan,

di dalam laci sebelah jendela, ada sebuah kartu, bantu aku menyimpannya. Uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan Kenzie seumur hidupnya. Aku mohon,rawatlah dia!" Suara Reyhan terdengar tercekat, dan seperti agak

berhutang banyak pada Kenzie! Sebuah kartu, bahkan sepuluh kartu sekalipun tidak akan cukup untuk membayar apa yang telah kamu perbuat!” Nindi membuka laci itu dan mengambil kartu berwarna emas itu dan memasukknya ke dalam

memberikan dia makanan yang mudah

terkejut. Ternyata, telepon dari

di bawah rumahmu. Apakah aku bisa

ke pemandian air panas , Ethan pergi berdinas, setiap hari ia sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk menghubungi

ke kota C, dia baru menyadari, dirinya begitu merindukan Nindi. Begitu turun dari pesawat, ia meminta ke supir

sedikit ragu... Namun akhirnya ia mengganti bajunya dan

harus berbicara apa, wajah

luar sana sudah tidak bisa menyenangkanmu lagi? Sehingga

Bình Luận ()

0/255