Cinta Setelah Menikah

Bab 145 Dunia Sungguh Sempit

Bab 145 Dunia Sungguh Sempit

Meskipun ada payung Gunadi, Kenzie masih saja basah kuyup, dan di pagi hari, ia sakit kepala dan sakit tenggorokan, tetapi ia menerima pemberitahuan bahwa ia harus mengikuti wawancara tahap kedua dari Cavern Co..

Kenzie bergegas ke Cavern Co.. Ia melihat ada sebuah apotek di sebelah gedung kantor, Kenzie pun masuk dan pergi untuk membeli obat flu. Jika saat wawancara ia terus-terusan bersin, itu akan membuatnya malu.

Ketika sedang memilih obat yang ada di rak obat, terdengar suara dua perempuan yang juga sedang berbelanja sambil berbincang.

Nada suara salah seorang gadis itu agak sinis, "Pacar Presdir Reyhan itu benar-benar banyak maunya. Ia pikir aku tidak punya pekerjaan? Ia sengaja menelepon aku, memintaku membelikan obat untuk Presdir Reyhan."

Suara wanita yang agak pendek terkejut, "Kamu membeli obat untuk Presdir Reyhan? Presdir Reyhan kenapa?"

Gadis itu mengangkat bahu, "Presdir Reyhan tampaknya masuk angin, dan ia batuk-batuk di rapat pagi tadi! Kemarin dia kehujanan!"

Gadis pendek itu bercanda, "Begitu Presdir Reyhan batuk sekali, pasti segerombolan wanita akan langsung khawatir dan memberi perhatian padanya."

Gadis satunya menjawab, "Iya! Itu benar! Aku juga tidak bisa memahaminya, Presdir Reyhan juga sudah punya pacar, kenapa masih banyak wanita yang begitu tergila-gila padanya? Seperti tidak ada pria lain selain Presdir Reyhan saja!"

Group Realtech, Presdir Reyhan.

Sangat jelas, mereka sedang membicarakan Reyhan.

Ternyata, Reyhan sudah punya pacar.

Hati Kenzie merasa tidak nyaman, agak sedikit tertekan, mengapa ia tidak bisa lepas dari bayang-bayang Reyhan?

Saat Kenzie hendak pergi ke kasir untuk membayar obat yang dipilihnya, salah satu dari gadis itu tadi tiba-tiba menunjuk keluar jendela, menyenggol bahu gadis yang pendek , "Hei, lihat! Baru saja kita bicarakan, kekasih Presdir Reyhan datang!"

Kenzie memandang ke luar jendela, ke arah yang disebutkan gadis itu.

Di sebelah taman bunga di sisi jendela, berdiri seorang gadis muda dengan rambut bergelombang , gaun renda putih yang indah dan elegan, dipadu dengan syal Hermès, yang membuat wajah putihnya terlihat sangat cerah.

Ia terlihat sangat cantik.

"Wow! Tidak heran ia bisa menonjol dari begitu banyak wanita dan menjadi kekasih Presdir Reyhan. Dia benar-benar sangat cantik!"

Gadis pendek itu terus terkagum.

Kenzie menelan obat ke tenggorokannya dan berjalan pergi dengan cepat.

Setelah menyelesaikan pembayaran, keluar dari apotek, wanita dengan gaun renda putih itu masih berdiri di sisi jalan.

Dia sedang menelpon, jari-jari yang lentik dan di cat merah itu, bersinar di bawah sinar matahari.

"Reyhan, aku menunggumu di bawah gedung kantormu. Hari ini cuaca agak panas, aku memakai syal, dan aku kepanasan. Kamu cepat turun ya!"

Suaranya lembut dan tidak terlalu berlebihan.

Kenzie menahan keinginannya untuk melirik wanita itu dan Kenzie mempercepat langkah kakinya.