Cinta Setelah Menikah

Bab 151 Kehormatan Yang Besar

Bab 151 Kehormatan Yang Besar

Mata Reyhan seperti haus darah, biasa dia yang menggunakan uang untuk bermain dengan wanita, sekarang giliran wanita menggunakan uang untuk bermain dengannya?

Reyhan menatap Kenzie, matanya yang panjang dan tipis, terlihat seperti binatang buas yang akan keluar dari kandangnya.

Kenzie tanpa sadar masuk ke dalam selimut, dia membuat Reyhan marah besar, dia tidak mungkin perkosa lalu dibunuh kan?

Reyhan selangkah demi selangkah medekatiny.

Kenzie menghindari matanya, tapi ia terkejut ketika melirik tatapan matanya yang ganas!

Kenzie menghindar sampai ke ujung tempat tidur, dia sampai gigit bibir karena takut.

Jika ia menyesal sekarang, apakah masih keburu? Dia bersalah, dia benar-benar bersalah!

"Kenzie, jika kamu ingin bermain denganku, akan kutemani kamu bermain sampai akhir!" Reyhan berteriak, lalu dengan sekuat tenaga mulai menarik bantal yang ada di dekapan Kenzie!

Sampai hari mulai terang, Kenzie baru dapat masuk ke dunia mimpi.

Dia benar-benar lelah! Rasanya tenaganya seumur hidupnya sudah hampir terkuras habis!

Kenzie terbangun dan terkejut karena suara berat Reyhan.

"Tanah itu bukannya sudah mulai dilelang? Kenapa muncul masalah seperti ini lagi?" Suara Reyhan terdengar marah, dia berbicara sambil menahan amarahnya, lalu melirik Kenzie sebentar. Dia takut suaranya mengejutkan Kenzie.

Kenzie dengan cepat menutup matanya, pura-pura tidur.

Reyhan menutup teleponnya, dan telepon orang lain, "Sekretaris Lestari, tolong pesankan satu tiket pesawat dari kota C ke Kota Hilisiromi." Dia melirik jam tangannya. "Pesawat satu jam lagi."

Sepertinya sekertaris Lestari menanyakan waktu penerbangan kembali ke kota C,

Reyhan dengan berat tberhenti sejenak, "Pesan tiket hari minggu sore, sekitar jam 3."

Hati Kenzie bahagia seketika. Bagus sekali, hari Sabtu ia tidak perlu berurusan dengan Reyhan!

Setelah mematikan telepon, Reyhan melihat arah Kenzie yang terlelap dalam tidurnya. Bulu mata yang panjang dan tebal, seolah menampilkan bayangan tipis di pipinya.

Bibir merah muda, sudut mulutnya terluka, ada bekas luka darah yang kering, tapi di wajah yang putih, membuat bekas luka itu terlihat seperti pesona tersendiri.

Tanpa disadari, Reyhan mendekati wajahnya, ujung hidungnya hampir menempel ke ujung hidung Kenzie.

Kenzie yang berpura-pura tertidur, dapat merasakan Reyhan mendekatinya. Hawa hangat Reyhan terasa di wajahnya, wajahnya tersaya sedikit geli.

Kenzie berusaha menahan diri untuk tidak bersin, dia mencoba untuk bernapas dengan tenang dan panjang, layak orang tertidur pulas.

Seketika, Ciuman mendarat di bibirnya dengan ringan dan cepat, seperti kelopak bunga yang jatuh mengenai bibirnya. Sangat cepat sehingga ia hampir mengira itu hanyalah imajinasinya saja.

Kenzie mengintip dari bulu matanya untuk melihat apa yang terjadi, Reyhan sudah berdiri di samping kasur dan mulai mengenakan pakaiannya.

Baju kemeja putihnya penuh kusut, Reyhan menatap pakaiannya dengan tatapan tidak puas, tapi dia hanya bisa pasrah dan tetap memakainya.

Celana panjangnya pun berantakan dan kusut, hampir terlihat seperti sayur asin.