Cinta Setelah Menikah

Bab 157 Pembohong Yang Semakin Mengakarkan Kebohongan

Bab 157 Pembohong Yang Semakin Mengakarkan Kebohongan

Ponsel yang berada di ruang tamu berbunyi. Ada panggilan masuk.

Kenzie sekuat tenaga berontak, berusaha lepas dari Reyhan. "Ponselku berbunyi. Ini akhir pekan dan masih pagi, mungkin Nindi yang menelepon. Aku jawab sebentar."

Reyhan merangkul pinggangnya, tidak membiarkan dia pergi, menciumnya dalam.

"Kenzie, bisa fokus tidak? Setelah selesai, kamu bisa meneleponnya kembali kan?"

Kenzie mendengar suaranya yang marah , ia hanya bisa berkata dengan nada lembut, "Reyhan, jangan seperti ini, aku hanya takut ada sesuatu yang penting yang ingin Nindi katakan."

Mendengar kata "Reyhan" dengan nada yang manja, ditambah wajahnya yang memelas, Reyhan langsung menyerah, lalu berinsiatif untuk menggendong Kenzie ke pintu masuk, di samping pintu masuk ada tas yang ditaruh di atas rak, didalamnya ada ponsel.

Kenzie mengambil ponselnya dan terdiam sejenak, telepon dari Gunadi.

Gunadi menelpon dia sepagi ini, apakah muncul masalah pada proyek perencanaan mereka?

Kenzie langsung menunjuk jari telunjuk ke arah Reyhan, memintanya untuk tidak bersuara, lalu mengangkat telepon.

Untungnya, Reyhan bisa diajak kerja sama, dia menurunkan Kenzie di samping rak, gerakanya sangat lembut.

Bình Luận ()

0/255